Home / Kliping / Kematian Ikan Terulang
nelayan

Kematian Ikan Terulang

JAKARTA, KOMPAS — Sekitar dua minggu setelah kasus kematian ribuan ikan di sekitar Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, kasus yang sama kembali terjadi. Kali ini, ribuan ikan mati di pesisir Muara Angke, Penjaringan. Pemerintah diharapkan lebih serius menangani hal ini dan segera mengambil langkah maksimal.

Ribuan bangkai ikan berbagai jenis dan ukuran terlihat di sekitar dermaga Muara Angke, Rabu (16/12). Sebagian besar ikan itu mengapung, sebagian lagi tersangkut di tanggul dermaga.

Seorang nelayan, Mamat (50), mengatakan, ikan-ikan mati itu muncul sejak Selasa dini hari. “Ikan sembilang, ikan baronang, hingga ikan ayam-ayam juga ada. Orang-orang dari kemarin pada ngambilin. Enggak tahu mau diapain,” ujar nelayan asal Indramayu, Jawa Barat, ini.

Menurut bapak empat anak ini, kemunculan ikan-ikan mati di Muara Angke terjadi hampir setiap tahun. Akan tetapi, yang terjadi kali ini lebih banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Nelayan lain, Firman (56), berharap hal ini tidak terus terulang setiap tahun. Sebab, kasus ikan-ikan mati ini bisa membuat masyarakat resah dan takut mengonsumsi ikan yang ditangkap di pesisir Jakarta.

Akhir November lalu, ratusan kilogram ikan ditemukan mati di pantai Ancol. Saat itu, pantai berubah menjadi putih karena tertutup ribuan bangkai ikan beragam jenis dan ukuran. Sejumlah lembaga mengambil sampel dan melakukan uji laboratorium.

Saat itu, ledakan populasi fitoplankton diduga kuat jadi penyebab kematian ribuan ikan itu. Banyaknya nutrien akibat perubahan suhu dan mulai datangnya musim hujan menjadi pemicu ledakan fitoplankton ini. Nutrien di pesisir Jakarta selalu banyak karena limbah yang terus datang, baik dari sungai maupun dari laut.

Sampel yang diambil menunjukkan air di sekitar Ancol penuh alga merah. Salah satu penyebabnya, kondisi perairan di Ancol menjorok ke daratan sehingga arus lebih tenang dan membuat perkembangan alga kian cepat.

Langkah maksimal

Puput TD Putra, Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) DKI Jakarta, mengungkapkan, pihaknya telah mengambil sampel ikan mati di Muara Angke. Hal itu dilakukan untuk mengetahui penyebab sekaligus membandingkan dengan kejadian sebelumnya.

“Menurut kami, hal ini tak boleh dibiarkan lagi. Pemerintah tak boleh menganggap ini kejadian biasa yang terjadi setiap tahun. Pemerintah harus mengambil langkah penanganan maksimal,” tutur Puput.

Menurut dia, langkah tegas penanganan limbah harus diterapkan. Perusahaan yang terbukti membuang limbah agar diberi sanksi kuat.

Puput menambahkan, pihaknya curiga, ikan-ikan mati akibat proses reklamasi yang terjadi. “Pengurukan membuat nutrien di dalam lumpur naik. Adanya pulau baru juga menyebabkan arus tertahan. Pasir yang diambil dari Bangka Belitung juga bisa jadi mengandung timbal. Hal itu harus melalui penelitian yang holistik, dan pemerintah seharusnya melakukan hal itu,” katanya.

Kepala BPLH DKI Jakarta Junaedi mengaku belum mendapatkan laporan kematian ikan di Muara Angke. Pihaknya akan berkoordinasi dan mengambil sampel di sana. (JAL)

sumber:http://print.kompas.com/baca/2015/12/17/Kematian-Ikan-Terulang

 

Check Also

Warga menjala ikan di Waduk Poncol, Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (20/9/2018).(KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pengerukan Waduk Poncol Diharap Atasi Banjir Tahunan di Ragunan ", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/09/20/20140591/pengerukan-waduk-poncol-diharap-atasi-banjir-tahunan-di-ragunan. 
Penulis : Nibras Nada Nailufar
Editor : Dian Maharani

Pengerukan Waduk Poncol Diharap Atasi Banjir Tahunan di Ragunan

JAKARTA, KOMPAS.com – Waduk Poncol di Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tengah dikeruk untuk menghadapi …