Home / Kliping / Bus Pengumpan Mulai Beroperasi
bus

Bus Pengumpan Mulai Beroperasi

JAKARTA, KOMPAS — Sedikitnya 100 bus pengumpan transjakarta akan beroperasi mulai Senin (28/12) ini. Tiga rute jadi prioritas pada tahap awal, yakni Ragunan-Monas, Ragunan-Dukuh Atas, dan Monas-Pantai Indah Kapuk. Namun, fungsinya sebagai pengumpan dinilai belum optimal.

Direktur Utama PT Transjakarta ANS Kosasih, Minggu, menyatakan, operasi di tiga rute itu sesuai persetujuan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Rute lain diproyeksikan berdasarkan trayek kopaja yang ada dan bersinggungan dengan jalur transjakarta.

Menurut rencana, ada 320 bus kopaja yang berintegrasi dengan transjakarta. Namun, sebagian bus masih harus dilengkapi peralatan, seperti global positioning system (GPS), kamera pemantau, dan layar petunjuk rute bus. Bus beroperasi di dalam dan luar transjakarta serta memiliki spesifikasi 40 tempat duduk dan pintu di sisi kanan sesuai ketinggian halte transjakarta.

Koordinator Suara Transjakarta, David Tjahjana, berpendapat, pemilihan tiga rute itu belum mencerminkan fungsinya sebagai pengumpan. Sebab, jalan yang dilalui bersinggungan dengan jalur transjakarta. Rute Ragunan- Dukuh Atas, misalnya, bersinggungan dengan transjakarta Koridor VI. Sementara rute Ragunan-Monas bersentuhan dengan Koridor VI dan Koridor I.

Padahal, bus pengumpan dalam sistem bus rapid transit (BRT) berfungsi menghubungkan daerah tarikan, seperti perkantoran, pusat bisnis, atau permukiman ke jalur utama bus dan sebaliknya. Tak sekadar menambah pengguna transjakarta, pengoperasian bus pengumpan idealnya juga menambah pengguna angkutan umum dan mendorong warga meninggalkan kendaraan pribadi.

Penumpang di Koridor VI dan I, ujar David, relatif terlayani meski kadang kedodoran pada jam sibuk dan armada yang tua di Koridor VI. Fungsi yang terlihat justru menopang (bus transjakarta) ketimbang mengumpan dari dan ke daerah tarikan.

Rute lain yang jadi prioritas, yakni PIK-Monas, dinilai kurang relevan karena jalur itu sepi penumpang. Rute ini dilayani angkutan reguler, terutama mikrolet. Kehadiran bus pengumpan di rute ini bakal menambah persaingan dengan angkutan reguler.

“Kawasan lain, seperti Lebak Bulus-TB Simatupang, justru butuh tambahan karena selama ini belum terlayani angkutan umum yang baik. Demikian pula rute Kampung Melayu-Kuningan-Tanah Abang-Roxy yang menghubungkan pusat-pusat kegiatan ekonomi,” kata David yang juga Sekretaris Dewan Transportasi Kota Jakarta.

Segera perluas

Direktur Institute for Transportation and Development Policy Indonesia Yoga Adiwinarto berpendapat, pengoperasian bus pengumpan di tiga rute itu tidak masalah pada tahap awal. Apalagi rute itu bersinggungan dengan Koridor I dan VI yang menjadi jalur utama transjakarta. Namun, operasi di rute lain harus dimulai pada bulan berikutnya, seperti Blok M-Manggarai, Lebak Bulus- Senen, Ragunan-Stasiun Tebet, Cilandak-Tanah Abang, dan Pasar Minggu-Blok M.

Menurut Yoga, selain menyediakan jalur di semua halte, sejumlah pekerjaan rumah perlu segera dipenuhi Pemprov DKI dan PT Transjakarta guna meningkatkan mutu layanan transjakarta. Pekerjaan yang mendesak antara lain penambahan rute layanan dan frekuensi bus di dalam dan luar koridor, perbaikan akses pejalan kaki menuju halte, dan sterilisasi jalur.

Dalam jangka pendek, penting segera ditingkatkan frekuensi bus dan penambahan rute angkutan. Tujuan ini bisa dicapai dengan mengintegrasikan angkutan umum reguler, seperti kopaja dan metromini, serta angkutan massal lain, seperti kereta rel listrik dan angkutan massal cepat (MRT).

Bergabungnya Kopaja dalam pengelolaan transjakarta menjadi langkah maju dalam proses integrasi angkutan umum Ibu Kota. Langkah Kopaja diharapkan diikuti operator-operator lain sehingga cakupan integrasi lebih luas.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah menyatakan telah meminta semua operator, khususnya bus sedang, bergabung dengan transjakarta. Namun, baru Kopaja yang memenuhi syarat. Sementara Metromini, Kopami, Dian Mitra, dan Koantas Bima belum mampu memenuhi syarat untuk masuk dalam katalog elektronik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, antara lain kendala internal perusahaan. Selain mendorong operator bergabung dengan transjakarta, dinas perhubungan pun rutin menggelar operasi memastikan kelayakan kendaraan dan sopir. (MKN)

Check Also

pemda didorong tata lanskap

Pemda Didorong Tata Lanskap Kota

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) mendorong pemerintah daerah untuk menata …