Home / Kliping / Info Bus Pengumpan Minim
bus_pengumpan

Info Bus Pengumpan Minim

JAKARTA, KOMPAS — Operasional bus pengumpan transjakarta mendapat sambutan baik warga pengguna. Namun, informasi terkait rute dan tiket dinilai sangat kurang. Jarak antarbus belum teratur dan jumlah armada dianggap masih kurang.

Seperti diberitakan sebelumnya, sedikitnya 100 bus pengumpan transjakarta yang dioperasikan Koperasi Angkutan Jakarta (Kopaja) direncanakan beroperasi pada Senin (28/12). Bus-bus itu melayani rute Ragunan-Dukuh Atas, Ragunan-Monas, dan Monas-Pantai Indah Kapuk (PIK).

Namun, pantauan di lapangan kemarin menunjukkan, jumlah bus yang sudah beroperasi tak lebih dari 60 bus karena sebagian bus belum siap.

Di Halte Balai Kota Jakarta, sejumlah penumpang mengira bus-bus pengumpan itu melayani secara gratis layaknya bus wisata tur kota. Petugas harus berulang menjelaskan kepada para penunggu bus, terutama di Halte Balai Kota dan Halte Monas.

Tanya jawab penumpang dan petugas pun terjadi di dalam bus. Mereka bertanya, antara lain, jalur yang akan dilalui bus, tarif, dan koneksinya dengan transjakarta. Jumlah penumpang juga masih relatif sedikit. “Maklum, baru hari pertama operasi,” kata Endang (45), sopir bus pengumpan rute Monas-PIK.

Menurut dia, baru 15 bus yang beroperasi di rute itu karena perangkat sebagian bus tengah disiapkan. Hal itu membuat jarak kedatangan antarbus belum ideal.

Meski demikian, beroperasinya bus-bus itu memudahkan pengguna. Sejumlah penumpang asal Ragunan tujuan Monas, misalnya, tak perlu berganti bus atau membayar dua kali seperti jika naik transjakarta atau angkutan lain selama ini.

Namun, mereka berharap pembayaran disamakan transjakarta, yakni dengan kartu di halte keberangkatan. Di bus rute Monas-PIK, penumpang yang naik di luar jalur transjakarta dikenai tarif Rp 6.000 yang harus dibayarkan tunai kepada petugas di dalam bus.

Menurut Koordinator Suara Transjakarta, David Tjahjana, tarif tiket bus pengumpan perlu dievaluasi untuk memancing minat warga tanpa harus mematikan angkutan umum reguler. Selain itu, rute pengumpan idealnya memaksimalkan antar-jemput penumpang dari dan ke wilayah permukiman, pusat bisnis, atau pusat aktivitas yang belum terlayani transjakarta.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah menyatakan, sebagian bus pengumpan belum bisa beroperasi karena sedang dilengkapi perangkat global positioning system (GPS), kamera pemantau, atau masih menjalani uji kelayakan. Karena jumlahnya masih terbatas, bus- bus yang ada dimaksimalkan untuk menopang koridor yang kekurangan bus, seperti Koridor VI (Ragunan-Dukuh Atas) yang sebagian besar busnya berusia tua.

Andri optimistis warga akan semakin paham dengan rute dan pola operasi bus pengumpan. Pihaknya juga mendorong operator angkutan umum lain di Jakarta selain Kopaja bergabung ke PT Transjakarta sehingga integrasi dan pengaturan operasi lebih mudah.

5 juta penumpang

PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) menargetkan penambahan 5 juta penumpang pada 2016. Untuk mencapai target itu, PT KCJ akan menambah jumlah rangkaian kereta dari 10 kereta menjadi 12 kereta pada setiap perjalanan.

“Ini bisa meningkatkan jumlah penumpang meski jadwal perjalanan tak ditambah,” ujar Direktur Utama PT KCJ MN Fadhila, Senin.

Bambang S Prayitno dari Humas PT KAI Daop I menuturkan, pihaknya mendukung PT KCJ meningkatkan jumlah penumpang dan kualitas layanan terhadap pelanggan. Namun, target itu hendaknya juga disesuaikan dengan kapasitas sarana dan prasarana pendukung. (MKN/ART)

Check Also

pemda didorong tata lanskap

Pemda Didorong Tata Lanskap Kota

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) mendorong pemerintah daerah untuk menata …