Home / Kliping / Pengawasan Lemah, Sungai Terus Tercemar
citarum

Pengawasan Lemah, Sungai Terus Tercemar

JAKARTA, KOMPAS — Sungai masih menjadi media lingkungan yang mudah dan murah untuk membuang berbagai limbah industri. Tanpa dukungan regulasi yang diikuti pengawasan dan penegakan hukum, kualitas air sungai akan terus merosot. Padahal, air sungai menjadi penyuplai kebutuhan mendasar kehidupan manusia.

Investigasi lapangan Greenpeace Indonesia akhir tahun 2015 menjumpai empat titik di Sungai Citarum tak beda kondisinya dibandingkan investigasi serupa 2011. “Kami masih menjumpai air limbah berbahaya dibuang langsung ke sungai. Tak ada perubahan ataupun langkah nyata menghentikan pencemaran di Citarum. Apalagi di sungai lain,” kata Ahmad Ashov Birry, pengampanye Greenpeace Indonesia yang melakukan investigasi itu, Senin (4/1) di Jakarta.

Hasil investigasi di Sungai Citarum 2011 menunjukkan kandungan berbagai unsur berbahaya sangat tinggi atau jauh di atas baku mutu. Unsur itu di antaranya krom heksavalen (Cr6+), timbal, air raksa, tembaga, dan kadmium besi.

Selain itu, senyawa kimia organik, seperti alkilfenol dan phthalates yang berbahaya bagi kesehatan dan digunakan dalam industri tekstil, juga jadi temuan.

Temuan Greenpeace itu ditindaklanjuti pemerintah dengan memasang papan penanda (Kompas, 15 April 2013). Bahkan, Gubernur Jawa Barat sempat mengancam akan memidanakan 71 perusahaan pembuang limbah itu (Kompas, 4 Januari 2014).

Namun, pembuangan limbah ke badan Sungai Citarum terus dilakukan. “Ini potret lemahnya pengawasan dan penegakan hukum, juga peraturan perundang- undangan Indonesia terkait manajemen B3. Tak hanya Sungai Citarum yang terancam terus tercemari B3 industri, tetapi juga sungai lain,” kata Ashov.

Ia mengatakan, manajemen limbah/bahan beracun berbahaya (B3) di Indonesia masih buruk karena membuka potensi pencemaran. Dicontohkan, dalam baku mutu limbah tekstil beberapa jenis logam berat (kecuali kromium) dan bahan kimia yang berpotensi berbahaya beracun (kecuali phenol yang merupakan kategori umum) tidak diatur

Celah peraturan itu seolah jadi pembenar para pencemar membuang limbah/materi ke sungai. Regulasi di Indonesia tak bisa menyediakan perlindungan terhadap pencemaran.

Ashov mendesak agar ada resolusi kebijakan terkait, di antaranya mengevaluasi, menghapus, dan mengganti bahan berbahaya beracun secara kontinu berdasarkan prinsip kehati-hatian dan pendekatan pencegahan.

Tidak konsisten

Margaretha Quina dari Pusat Kajian Hukum Lingkungan (ICEL) menuturkan hal serupa. Hal itu menunjukkan ketidakkonsistenan komitmen dalam Rencana Strategis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2015-2019 yang menetapkan target penurunan beban pencemaran air sebesar 30 persen dari basis data 2014 pada 15 daerah aliran sungai prioritas (dari total 108 DAS kritis di Indonesia).

Margaretha menyebut, kelemahan implementasi izin pembuangan air limbah belum mencerminkan daya dukung dan daya tampung lingkungan. “Dengan keterkaitan kualitas air dengan kuantitas air yang erat, belum ada upaya definitif dan terkoordinasi untuk menguji kembali beban pencemaran sungai- sungai kritis berdasar daya dukung dan daya tampungnya,” katanya.

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya KLHK Tuti Hendrawati Mintarsih mengatakan, pihaknya akan mengecek temuan buangan B3 ke Citarum. Kini, pemerintah sedang membahas rancangan Peraturan Pemerintah tentang B3, menyusul penetapan PP No 101/2014 tentang Pengelolaan Limbah B3.

Secara terpisah, Dirjen Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani mengatakan, pihaknya segera menerjunkan pejabat pengawas lingkungan hidup ke lokasi. “Kemarin masih pembinaan oleh pemda. Kami upayakan percepatan penegakan hukum terkait pencemaran sungai, termasuk di Citarum,” katanya.

Pada 22 Desember 2015, Koalisi Melawan Limbah (Walhi Jawa Barat, Paguyuban Warga Peduli Lingkungan, dan LBH Bandung) melayangkan gugatan pada Bupati Sumedang. Ia menerbitkan izin pembuangan limbah cair bagi tiga perusahaan. (ICH)

sumber:http://print.kompas.com/baca/2016/01/05/Pengawasan-Lemah,-Sungai-Terus-Tercemar

About indradetra

Check Also

sampah di pulau tidung

Sampah di Pulau Tidung Diangkut

Sampah di Pulau Tidung telah berhasil diangkut petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu. Pengangkutan …