Home / Kliping / Tarif Rp 3.500, Rute Akan Dikaji
bus

Tarif Rp 3.500, Rute Akan Dikaji

JAKARTA, KOMPAS — Sempat mematok tarif Rp 6.000 selama sepekan lalu, PT Transportasi Jakarta akhirnya memberlakukan tarif tunggal bus-bus pengumpan semua rute mulai Senin (4/1), yakni Rp 3.500. Namun, operasi di tiga rute pada tahap awal akan dikaji ulang oleh Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta.

Tiga rute itu, yakni Monas-Kota Tua-Waduk Pluit-Pantai Indah Kapuk (PIK), Ragunan-Dukuh Atas, serta Ragunan-Jalan Gatot Subroto-Semanggi-Jalan Jenderal Sudirman-Jalan MH Thamrin-Monas. Tiga rute ini dilayani oleh sebagian dari total 320 bus sedang hasil kerja sama operasi PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) dengan Koperasi Angkutan Jakarta (Kopaja).

Badrudin (39), penumpang bus pengumpan tujuan PIK, terkejut karena petugas tidak meminta pembayaran tiket tambahan saat bus memasuki kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. “Minggu lalu, petugas menyodorkan tiket untuk biaya tambahan Rp 2.500 ketika bus sampai di Penjaringan. Jadi, total bayar Rp 6.000,” kata warga Pulogadung, Jakarta Timur, ini.

Sejak beroperasi Senin pekan lalu, petugas sempat memungut Rp 6.000 untuk penumpang yang naik dari Halte Balai Kota dan ada tambahan Rp 2.500 untuk penumpang transjakarta yang melanjutkan perjalanan dengan bus pengumpan tujuan PIK.

Direktur Utama PT Transjakarta ANS Kosasih memastikan kini tarif yang berlaku untuk semua bus pengumpan Rp 3.500. Penumpang tak perlu membayar tiket tambahan ketika berpindah ke transjakarta atau sebaliknya.

Rumah susun

Kosasih menambahkan, rute-rute bus pengumpan dipilih berdasarkan keputusan rapat bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Dewan Transportasi Kota Jakarta, dan Organda DKI Jakarta. Tiga rute yang diprioritaskan pada tahap awal sifatnya uji coba dan akan dikaji lagi oleh dinas perhubungan.

Bersama dinas perumahan, dinas perhubungan mengajukan rute-rute di ruas yang padat penumpang yang dilalui oleh metromini dan kopaja kepada Gubernur DKI Jakarta. Beberapa rute yang diusulkan yakni Pelabuhan Kaliadem dan sejumlah rumah susun sederhana sewa (rusunawa) milik pemerintah. “Rute-rute itu akan diluncurkan gubernur bulan ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Koordinator Suara Transjakarta, David Tjahjana, menilai, tiga rute yang jadi prioritas awal kurang relevan bagi bus pengumpan. Sebab, mayoritas jalur berimpitan dengan koridor transjakarta yang ada saat ini, yakni Koridor VI Ragunan-Dukuh Atas dan Koridor I Blok M-Kota. Selain itu, rute Monas-PIK juga dinilai kurang penumpang.

Padahal, kata David, ada sejumlah rute yang padat penumpang dan lebih membutuhkan layanan angkutan umum yang baik, seperti Lebak Bulus-Pasar Minggu dan Kampung Melayu-Tanah Abang.

Menurut Kosasih, pihaknya siap masuk ke semua rute padat penumpang. “Kami pakai analisis sederhana, jika di rute itu masih ada banyak penumpang naik meski bus-busnya tidak memadai, kami akan masuk ke rute tersebut,” ujarnya.

PT Transjakarta tengah memperhitungkan rupiah per kilometer untuk bus yang melaju di luar jalur transjakarta. Kosasih menambahkan, pihaknya akan mendaftarkannya di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah agar bisa segera memasukkan ratusan bus di luar jalur transjakarta.

Kini, Transjakarta tengah menambah halte untuk mengakomodasi bus-bus transjakarta dengan bus-bus kota di jalur gemuk, seperti Halte Latuharhari dan Halte Dukuh Atas. Selain itu, manajemen juga tengah merekrut ratusan sopir baru untuk mengoperasikan ratusan bus pengumpan yang telah siap jalan. (MKN)

Check Also

Warga menjala ikan di Waduk Poncol, Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (20/9/2018).(KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pengerukan Waduk Poncol Diharap Atasi Banjir Tahunan di Ragunan ", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/09/20/20140591/pengerukan-waduk-poncol-diharap-atasi-banjir-tahunan-di-ragunan. 
Penulis : Nibras Nada Nailufar
Editor : Dian Maharani

Pengerukan Waduk Poncol Diharap Atasi Banjir Tahunan di Ragunan

JAKARTA, KOMPAS.com – Waduk Poncol di Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tengah dikeruk untuk menghadapi …