Home / Kliping / Menunggu Lanjutan ke Kota Tangerang
transjakarta

Menunggu Lanjutan ke Kota Tangerang

JAKARTA, KOMPAS — Integrasi transportasi lintas wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya mendesak direalisasikan, termasuk dalam pembangunan infrastruktur pendukung. Salah satu proyek yang tengah berjalan, yakni pembangunan jalur transjakarta layang Koridor XIII Ciledug-Blok M-Tendean, dinilai belum efektif jika tidak menjangkau hingga wilayah Kota Tangerang.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Yusmada Faizal mengatakan, wacana untuk melanjutkan pembangunan jalur layang bus transjakarta Koridor XIII hingga perbatasan Kota Tangerang sudah ada. “Namun, pelaksanaannya seperti apa, saya belum tahu. Harus ada kesepakatan dengan berbagai pihak, mulai dari dinas perhubungan, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), dinas bina marga, hingga Pemerintah Kota Tangerang,” katanya, Sabtu (9/1).

Soal konstruksi, lanjut dia, akan mengikuti seperti apa kebijakan yang ditetapkan. Dinas sudah menyiapkan kemungkinan desain seandainya jalur layang tersebut akan diteruskan hingga Tangerang.

“Secara teknis, penyambungan jalur layang memungkinkan dilakukan. Untuk jalur turun yang dibangun sekarang bisa dijadikan jalan keluar (ramp off),” ujar Yusmada.

Dinas bina marga juga tengah melakukan sosialisasi tentang pembebasan lahan di Jalan Ciledug Raya yang akan terkena paket proyek tersebut. Lahan itu digunakan untuk lokasi transit bus, halte, tangga halte, dan balok jembatan (box girder).

Dari sisi pembiayaan, lanjut Yusmada, kemungkinan besar pembangunan jalur lanjutan ke Tangerang tersebut didanai lewat hibah Pemprov DKI Jakarta sebagai bentuk tanggung jawab kepada daerah mitra.

Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono membenarkan ada rencana melanjutkan jalur transjakarta sampai Ciledug, Tangerang. Mengenai rute, Budi akan membahasnya dengan dinas perhubungan dan transportasi. Adapun mengenai pembangunan koridor, sepenuhnya ditangani dinas bina marga.

Jalan layang Ciledug-Blok M-Tendean dibangun sepanjang 9,8 kilometer. Secara keseluruhan pembangunan sudah berjalan 43 persen. Sebanyak 29 tiang dari 32 tiang penyangga jalan sudah berdiri. Tahun ini pembangunan dilanjutkan dengan konstruksi struktur atas.

DED selesai tahun ini

Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah yang dihubungi terpisah menuturkan, pihaknya telah mengusulkan pengembangan jalur layang bus transjakarta hingga perbatasan Kota Tangerang di Ciledug. “Untuk tahap I, kami usulkan pembangunan sampai CBD Ciledug sekalian untuk putaran bus transjakarta sehingga bus tidak masuk ke jalur reguler,” ucapnya.

Jarak dari lokasi terakhir jalan layang yang dibangun saat ini di Kreo, Jakarta Selatan, hingga CBD Ciledug, sekitar 5 km. Menurut rencana, nantinya CBD Ciledug menjadi lokasi akhir perjalanan bus transjakarta Tendean-Blok M-Ciledug.

Jika pembangunan jalur layang ini jadi diteruskan sampai CBD Ciledug, rencana transportasi terintegrasi antara Jakarta dan daerah mitranya bisa terealisasi. Rute saat ini yang belum sampai ke perbatasan kedua kota dinilai belum efektif sebagai sebuah rute yang terintegrasi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta terkait rencana ini. Bulan November tahun lalu saya juga sudah menyampaikan rencana ini kepada Biro Tata Pemerintahan DKI Jakarta. Tahun lalu kami memang terkendala penyelesaian detail engineering design (DED), tetapi kami upayakan untuk selesai tahun ini. Mudah-mudahan setelah DED selesai, Pemprov DKI Jakarta bisa melanjutkan (pembangunan) sampai Ciledug, baik melalui Pemkot Tangerang maupun Pemprov Banten,” ujar Arief.

Tidak hanya sampai Ciledug, Pemkot Tangerang juga berencana melanjutkan jalur layang transjakarta tahap II sampai Terminal Poris Plawad, Kota Tangerang.

Menurut rencana, dari CBD Ciledug jalur berlanjut menuju Jalan Raden Saleh, masuk ke kompleks Taman Metro Permata, masuk jalur STA 11, hingga Terminal Poris Plawad. Dari Poris Plawad, jalur ini tersambung dengan kereta bandara yang tengah dibangun.

Lokasi macet

Pantauan di lapangan, aktivitas pembangunan jalur layang transjakarta Koridor XIII ini terus berlanjut hingga Minggu. Di antara kegiatan pekerja, arus lalu lintas padat, terutama di sejumlah lokasi di Jalan Raya Ciledug, Jakarta Selatan, dari arah Ciledug-Kebayoran Lama.

Kemacetan juga terjadi setelah pertigaan pintu masuk dan keluar Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta dan menuju persimpangan empat Seskoal, Kebayoran Lama.

Lokasi kemacetan dari arah Kebayoran Lama-Ciledug, antara lain, di depan Seskoal hingga Cipulir dan pertigaan Ulujami. Antrean kendaraan juga terjadi selepas pertigaan ini hingga menjelang Unilever dan sampai di depan kompleks Perumahan Taman Shangrila Indah Unit 1, Pesanggrahan.

“Kebetulan, hari Minggu ini jalanan tidak macet. Butuh sekitar satu jam dari Ciledug hingga Kebayoran Lama. Kalau hari kerja, karena macet parah, paling cepat dua jam sampai ke Kebayoran Lama,” kata Sabeni (34), sopir mikrolet C01 Ciledug-Kebayoran Lama.

Selain karena jalanan menyempit akibat jalur ke arah Kebayoran Lama ditutup untuk tempat parkir alat berat dan material proyek, kemacetan disebabkan jalanan rusak parah sehingga kendaraan harus berhati-hati melintasi jalan berlubang dan bergelombang.

Sejauh pengamatan, ujung jalan layang yang tengah dibangun saat ini berada tepat di jalan masuk menuju kompleks Perumahan Taman Shangrila Indah Unit 1. Pada ujung proyek ini, jalanan menurun dan menyatu dengan jalan reguler. Minggu, turunan jalan yang terbuat dari beton sudah terbangun.

Meski demikian, belum terlihat bakal lokasi untuk putaran bus tranjakarta jika nantinya proyek ini dioperasikan. Di sekitar ujung proyek jalan layang tersebut, baik di sisi kiri maupun kanan jalan, tak terdapat lahan kosong. Bangunan rumah toko, toko dan kios, serta rumah tinggal memenuhi pinggir jalan di dua sisi tersebut.

Sekitar 300 meter dari ujung jalan itu terdapat kompleks rusunawa dan Universitas Budi Luhur. Jika bus transjakarta akan berbalik arah di sekitar kawasan itu, kemacetan parah dipastikan akan terjadi di Jalan Raya Ciledug Raya sebelum Kampus Universitas Budi Luhur dari arah Ciledug dan sebelum rusunawa dari arah Kebayoran Lama.

(FRO/PIN)

About indradetra

Check Also

Penampakan pulau C dan D dari atas udara. Pulau C dan D adalah sejumlah pulau yang termasuk dalam proyek reklamasi di Teluk Jakarta.(Kompas.com/Alsadad Rudi)

Janji Sandiaga Tolak Reklamasi Teluk Jakarta yang Tidak Transparan

JAKARTA, KOMPAS.com – Polemik proyek reklamasi di Teluk Jakarta terus berlanjut. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga …

One comment

  1. Thanks for ones marvelous posting! I quite enjoyed reading it, you happen to be a great author.I will make certain to bookmark your blog and may come back at some point. I want to encourage yourself to continue your great writing, have a nice evening!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *