Home / Kliping / Pembatasan Kantong Keresek Mulai Februari
kantong-plastik-untuk-makanan

Pembatasan Kantong Keresek Mulai Februari

JAKARTA, KOMPAS — Pembatasan pemakaian kantong plastik di ritel-ritel modern di kota-kota Indonesia dimulai pada Februari 2015, bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional. Itu diharapkan memulai gerakan mengurangi beban sampah dari bahan plastik yang sulit terurai dan membahayakan lingkungan.

Riset terbaru menunjukkan, Indonesia ada di urutan kedua dunia sebagai penyumbang sampah plastik ke laut (hasil riset Jenna R Jambeck dan kawan-kawan dari Universitas Georgia). Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mencatat, timbunan sampah kantong plastik terus naik 10 tahun terakhir.

Sekitar 9,8 miliar lembar kantong plastik dipakai warga Indonesia per tahun, hampir 95 persennya jadi sampah. “Kementerian LHK akan mengenalkan kebijakan kantong plastik berbayar kepada pemerintah daerah, dunia usaha, khususnya peritel modern, dan masyarakat,” kata Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian LHK Tuti Hendrawati Mintarsih, Jumat (8/1) di Jakarta.

Kebijakan itu akan diluncurkan pada 21 Februari 2016 dalam Hari Peduli Sampah Nasional yang dipusatkan di Makassar, Sulawesi Selatan. Penerapan kebijakan kantong plastik berbayar akan diikuti 17 kota di Indonesia, antara lain, DKI Jakarta, Bandung, Bekasi, Bogor, Tangerang, Solo, Surabaya, Denpasar, Medan, Banjarmasin, Makassar, Ambon, dan Jayapura.

Regulasi itu akan dibahas dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Bahkan, itu kemungkinan diatur dalam peraturan bersama dengan melibatkan Menteri Perdagangan dan Menteri Perindustrian. Keterlibatan lintas kementerian diperlukan karena mengatur soal harga kantong plastik.

Perkumpulan Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik menyebut, Malaysia memungut 0,2 ringgit sejak 2009 dan itu mengurangi 5 juta kantong plastik di Selangor pada 4 bulan pertama. Pengurangan kantong plastik didukung Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Kompas, 20 November 2015).

Menurut aktivis sampah, Mohammad Bijaksana Junerosano, Hari Peduli Sampah Nasional akan diikuti gerakan Indonesia Bebas Sampah 2020, melibatkan warga dan berbagai organisasi. Tahun lalu, gerakan bebas sampah di 23 titik di 22 kota, melibatkan 61 organisasi. (ICH)

About indradetra

Check Also

Genangan air masih ada di lokasi tanggul jebol di Jatipadang, Jakarta Selatan, Selasa (12/11/2017)(stanly)

Kali Akan Dinormalisasi, Warga Jatipadang Minta DKI Beri Ganti Rugi

JAKARTA, KOMPAS.com – Warga RW 06, Jatipadang, Jakarta Selatan, menyambut baik wacana normalisasi Kali Pulo yang …

One comment

  1. Sebenarnya jika kita masih gunakan kantong kresek bisa diatur saja
    tinggal bagaimana nanti kepedulian masing-masing individu
    karena juga masih banyak orang yang memerlukan sampah untuk membiayai hidup mereka, (maaf) seperti pemulung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *