Home / Kliping / DKI Jakarta Fokus Benahi Museum
Museum Fatahillah yang terletak di kawasan Kota, Jakarta, menjadi tempat alternatif untuk melepas ketegangan bagi warga Ibu Kota, Jumat (17/3).
Museum Fatahillah yang terletak di kawasan Kota, Jakarta, menjadi tempat alternatif untuk melepas ketegangan bagi warga Ibu Kota, Jumat (17/3).

DKI Jakarta Fokus Benahi Museum

JAKARTA, KOMPAS — Rotasi kepemimpinan di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta mengusung beberapa kebijakan baru di bidang pengembangan wisata budaya. Tahun 2016, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta fokus untuk membenahi museum-museum dan kawasan Kota Tua.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Catur Laswanto, yang sejak Jumat (8/1) resmi menggantikan pejabat sebelumnya Purba Hutapea, mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan bahwa Jakarta memiliki banyak museum. Namun, kondisi museum-museum itu masih memprihatinkan sehingga belum layak dijadikan sebagai tujuan wisata utama.

“Di negara-negara maju, museum menjadi destinasi wisata utama. Di sanalah tecermin nilai- nilai historis, budaya, dan sejarah. Karena itulah, Pemprov DKI Jakarta akan membenahi museum-museum yang ada agar nantinya bisa menjadi ikon wisata Jakarta,” ucap Catur, Senin (11/1) di Jakarta.

Selain penataan museum, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta akan menggali kekayaan kawasan Kota Tua yang dalam beberapa tahun terakhir mulai ditata. Revitalisasi penataan kawasan ini akan dihidupkan sebagai wisata andalan.

“Penataan Kota Tua membutuhkan kerja sama lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah, mulai dari pengaturan arus lalu lintas, penataan saluran air, normalisasi sungai, penataan lampu, pembangunan trotoar yang lebar dan nyaman, hingga penanaman pohon perindang. Kami juga akan melibatkan komunitas pencinta budaya, sejarah, dan bangunan tua,” katanya.

Menurut Catur, pihaknya kini juga mendorong agar promosi budaya dilakukan bersama dengan komunitas, asosiasi, dan komunitas bisnis. Gerakan sinergi sangat penting karena jika pemerintah menjadi penyelenggara tunggal acara-acara budaya, biayanya akan sangat tinggi.

Diajukan ke Gubernur

Untuk menunjang kegiatan seni budaya di DKI Jakarta, awal tahun 2016 ini Akademi Jakarta (AJ) menyerahkan 25 nama baru anggota Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) ke Gubernur DKI Jakarta. Mereka diharapkan segera bisa dilantik dan menggarap program-program seni budaya.

“AJ sudah meminta masukan secara informal dari seniman dan budayawan. Sekarang proses pengajuan jajaran DKJ baru sedang berjalan,” kata Kepala Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM) Imam Hadi Purnomo.

Minggu depan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta baru akan berkoordinasi dengan AJ terkait pengajuan pengurus baru DKJ. (ABK)

Check Also

Jalur sepeda di sepanjang jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2019)(KOMPAS.COM/WALDA MARISON)

Sanksi bagi Penyerobot Jalur Sepeda Diterapkan Mulai Hari Ini

JAKARTA, KOMPAS.com – Penindakan terhadap kendaraan bermotor yang masuk ke jalur sepeda akan diterapkan mulai …