Home / Kliping / Siapkan Integrasi, Angkutan Kecil Remajakan Armada
angkutan-kota

Siapkan Integrasi, Angkutan Kecil Remajakan Armada

JAKARTA, KOMPAS — Para pemilik angkutan kota yang tergabung dalam Koperasi Wahana Kalpika siap berintegrasi dengan sistem transportasi bersama PT Transportasi Jakarta. Namun, mereka meminta waktu satu-dua tahun untuk meremajakan armada secara bertahap.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Koperasi Wahana Kalpika (KWK) La Ode Djeni Hasmar setelah bertemu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Kamis (14/1), di Balai Kota Jakarta. “Kami akan segera mengevaluasi operasional KWK supaya bisa mengikuti pola-pola transportasi yang terintegrasi,” katanya.

Sebagian besar armada milik KWK saat ini lebih banyak beroperasi sebagai angkutan lingkungan. Lebih dari separuh armada telah berusia di atas 10 tahun.

La Ode menambahkan, total armada KWK sebanyak 6.238 unit. Sebanyak 4.082 unit berusia di atas 10 tahun. Seluruh armada tersebut dimiliki secara individual oleh 3.600 orang yang bergabung dalam koperasi.

Setiap orang boleh memiliki angkutan maksimal lima unit. KWK saat ini melayani 78 trayek di sejumlah wilayah di Jakarta.

“Kendaraan yang berusia di atas 10 tahun jelas akan kami remajakan, tetapi secara bertahap. Kami meminta diberi kelonggaran untuk persiapan pe-remajaan. Untuk sekaligus meremajakan kendaraan hingga 4.000 unit tentu tidak bisa karena mobil (yang tersedia) juga terbatas. Harus ada persiapan minimal dua tahun,” ujar La Ode.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, sebenarnya KWK didesain sebagai angkutan pengumpan dari luar kota dan perumahan. Faktanya, lanjut dia, hingga 50 persen angkutan itu justru merambah hingga ke tengah kota.

“Saya sampaikan kepada KWK, jika Anda tidak ikut model bisnis kami, Anda tidak akan bisa berlama-lama berbisnis di Jakarta. Kalau bus kami sudah bertambah banyak, Anda akan tersingkir dari bisnis ini,” katanya.

Terintegrasi

Basuki lalu menawarkan sistem transportasi yang terintegrasi di bawah manajemen PT Transportasi Jakarta. KWK bisa melebur beberapa angkutan kecil menjadi sebuah bus besar untuk dioperasikan di jalur bus transjakarta dan dibayar per kilometer.

Angkutan kecil, kata Basuki, tetap bisa dioperasikan sebagai pengumpan di pinggir kota. “Jika mereka masih ingin beroperasi, bisa juga memanfaatkan jalan-jalan inspeksi,” ujarnya.

Meski memberikan tawaran integrasi dan waktu untuk pere-majaan armada, Basuki menyatakan tetap tidak segan menindak KWK yang melanggar aturan. Menurut dia, kondisi KWK saat ini banyak yang tidak laik jalan karena sebagian armadanya berusia di atas 10 tahun.

“(Hasil uji) kir mereka juga harus dipertanyakan. Kalau mereka mengetem sembarangan, tetap kami tindak. Mereka bersedia atau tidak bersedia (bergabung dalam integrasi di bawah PT Transportasi Jakarta), kami tetap akan menindak. Saya sudah baik hati. Kalau Anda masih ngotot jalan (tanpa perbaikan), Anda bangkrut, kok,” katanya.

Sebagai solusi untuk para sopir yang kendaraannya dilebur menjadi satu bus besar, Basuki mengatakan bisa merekrut mereka untuk menjadi sopir bus transjakarta atau sopir bus yang terintegrasi dengan bus transjakarta.

Dia yakin cara tersebut menjadi salah satu cara menyelesaikan persoalan integrasi transportasi umum di Jakarta yang tidak kunjung selesai, yakni dengan penguasaan seluruh rute angkutan oleh PT Transportasi Jakarta. Operasional angkutan umum yang sudah terintegrasi pun seharusnya bisa sampai 24 jam. (FRO)

About indradetra

Check Also

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Ratiyono di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2017).(KOMPAS.com/NURSITA SARI)

DKI Perbaiki Lapangan Bisbol, Anggarannya Rp 15,1 Miliar

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemprov DKI Jakarta mendapat tambahan tugas menyiapkan lapangan bisbol untuk Asian Games 2018. Kepala Dinas Pemuda …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *