Home / Kliping / Menuju Megapolitan
menuju megapolitan

Menuju Megapolitan

menuju megapolitan(22/1) KOMPAS – Ketika hari-hari ini kita disibukkan dengan berbagai komentar berikut wacana tentang bagaimana mencegah terulangnya aksi terorisme di perempatan Sarinah, pembangunan infrastruktur kota metropolitan menuju megapolitan Jakarta jalan terus.

Di saat epilog aksi teror Sarinah masih riuh, makin jelas bahwa masalah Jakarta bukan hanya masalah lokal Jakarta. Permasalahan yang dihadapi Jakarta tak mungkin diselesaikan sendiri, tetapi harus bersama kota-kota atau provinsi di sekitarnya, bahkan bersama pemerintah pusat.

Program pembangunan tidak lagi sektoral, tetapi harus dibicarakan bersama dengan daerah-daerah mitra (dulu disebut daerah penyangga) secara sinergik yang meliputi Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Cianjur (Jabodetabekjur).

Program pembangunan Jakarta menuju kota megapolitan pun bersifat sinergik dan dikonsep sebagai pembangunan kawasan. Kita apresiasi adanya Badan Kerja Sama Pembangunan (BKSP) Jabodetabekjur. Sesuai porsi dan tanggung jawab masing-masing daerah, dalam lembaga inilah semua dikaji, dikonsep, diprogram, dan dilaksanakan program Jakarta menuju megapolitan kedua terbesar dunia setelah Tokyo-Yokohama di tahun 2035.

Di tahun 2035 itu jumlah penduduk Jakarta diprediksi 30 juta jiwa, sementara Tokyo 36 juta jiwa. Empat permasalahan besar tersimpul dalam pembangunan dan pembenahan infrastruktur, yang meliputi sarana transportasi, ketersediaan air bersih, tata ruang, dan pembenahan kawasan industri.

Agar program-program Pemprov DKI Jakarta didukung daerah mitra, Pemprov DKI, mengutip Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, akan memberikan bantuan pembangunan infrastruktur di daerah mitra senilai Rp 1 triliun-Rp 3 triliun.

BKSP bisa dikatakan masih embrional, belum membuktikan bahwa anggotanya duduk bersama melakukan kesepakatan tentang target kota megapolitan terbesar kedua setelah Tokyo. Kebijakan terobosan, seperti rencana perluasan bus transjakarta sampai Cianjur, terkesan bukan bagian dari realisasi BKSP, melainkan lebih seperti rencana Pemprov DKI sendiri. Contoh lain adalah kasus tempat pembuangan sampah Jakarta—yang volumenya mencapai 7.000 ton per hari—yang diwarnai ketegangan dengan Pemerintah Kota Bekasi.

Masih banyak contoh friksi antara Jakarta dan kota-kota mitra, terutama yang bersinggungan langsung, seperti Bekasi, Tangerang, dan Depok.

Seiring persoalan infrastruktur menuju kota megapolitan, menarik yang disampaikan dan direncanakan Gubernur Jakarta pada Selasa (19/1) (Kompas,20/1). Dikatakan bahwa Pemprov DKI akan terus membangun hubungan harmonis antara alam dan lingkungan. Normalisasi sungai dan relokasi warga di bantaran sungai terus dilanjutkan.

Sebagai kota megapolitan, atau kota yang sedang dalam perjalanan menuju ke sana, Jakarta yang adalah Ibu Kota negara benar-benar menjadi pusat segala-galanya. Di bidang kejahatan, misalnya, semakin penting bagaimana dampak ikutan masalah itu menjadi perhatian bersama.

Menuju kota megapolitan—tak hanya dalam jumlah penduduk, tetapi kenyamanan sebuah kota, Jakarta tidak bisa sendirian. Harus bersama-sama, pemerintah dan masyarakat, gotong royong Jakarta bersama kota-kota mitra di sekitarnya. (ST SULARTO)

Check Also

Foto udara hunian warga disekitar bantaran Kali Ciliwung yang membelah Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur dan Bukit Duri, Jakarta Selatan, Selasa (26/6/2018). DPRD DKI Jakarta meminta Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta segera memulai lagi normalisasi sungai. KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 26-06-2018 *** Local Caption *** Foto udara hunian warga disekitar bantaran Kali Ciliwung yang membelah Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur dan Bukit Duri, Jakarta Selatan, Selasa (26/6/2018). DPRD DKI Jakarta meminta Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta segera memulai lagi normalisasi sungai. KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 26-6-2018(KOMPAS/AGUS SUSANTO)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemprov DKI Bagikan Karung Agar Warga Tak Buang Sampah ke Kali", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/11/18/14160901/pemprov-dki-bagikan-karung-agar-warga-tak-buang-sampah-ke-kali. 
Penulis : Nursita Sari
Editor : Andri Donnal Putera

Pemprov DKI Bagikan Karung Agar Warga Tak Buang Sampah ke Kali

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji mengimbau warga untuk tidak …