Home / Kliping / Menanti Terurainya Benang Kusut
b66dd867bfba47b9ad648dd2babbcebd

Menanti Terurainya Benang Kusut

Perlambatan ekonomi sepanjang tahun 2015 telah memicu kelesuan properti. TB Simatupang yang digadang-gadang menjadi magnet baru kawasan alternatif untuk pusat bisnis (CBD) Jakarta melemah selama setahun terakhir.

b66dd867bfba47b9ad648dd2babbcebd
Para pekerja menyelesaikan pembangunan gedung perkantoran baru di kawasan Jati Padang, Jakarta, Rabu (20/1). Pasokan ruang perkantoran baru di Jakarta diprediksi mencapai 715.000 meter persegi hingga Maret 2016.

Konsultan properti Colliers International Indonesia merilis, nyaris tidak ada transaksi sewa baru ruang perkantoran di TB Simatupang pada 2015. Harga sewa perkantoran cenderung stagnan, bahkan terkoreksi.

“Faktor perlambatan ekonomi dan kemacetan parah menjadi pemicu beberapa perusahaan multinasional menunda rencana relokasi ke kawasan di luar CBD Jakarta,” ujar Bagus Adikusumo, Director Office Services PT Colliers International Indonesia.

Luas area gedung perkantoran yang disewakan (semi-gross area) di kawasan TB Simatupang saat ini tercatat 833.899 meter persegi. Adapun jumlah unit apartemen sebanyak 1.137 unit dan jumlah kamar hotel 687 unit.

Bagus menyebut kawasan strategis TB Simatupang mulai jenuh dengan begitu banyaknya suplai gedung perkantoran, tetapi minim penyewa baru. Di tengah pelemahan ekonomi, sejumlah investor gedung perkantoran mengalami kesulitan mencari penyewa ruang perkantoran. Melesunya usaha pertambangan dan agrobisnis pun memicu beberapa perusahaan multinasional mengkaji ulang ekspansi dan relokasi ke TB Simatupang.

“Di beberapa gedung perkantoran yang masih memiliki sisa space untuk disewakan tercatat hampir tidak ada transaksi pada tahun lalu,” ujarnya.

Lesunya permintaan membuat tarif sewa di kawasan TB Simatupang ikut terkoreksi hingga 20 persen dari tarif sewa yang rata-rata Rp 250.000 per meter persegi (m2) pada 2015. Harga ruang perkantoran strata title juga stagnan di kisaran Rp 30 juta per m2. Kelesuan pasar properti diperparah dengan kemacetan kawasan TB Simatupang yang nyaris tak terurai.

Meski kelesuan melanda pasar properti TB Simatupang, pihaknya optimistis kawasan itu kembali bergeliat tahun ini. Tahun 2016-2018 diperkirakan ada tujuh proyek perkantoran baru akan selesai dengan penambahan luas ruang perkantoran mencapai 268.376 m2.

Pertumbuhan kawasan TB Simatupang selama ini sejalan dengan lokasinya yang strategis di selatan Jakarta. Wilayah barat dan selatan Jakarta telah menjadi barometer permukiman warga. Sejumlah perusahaan yang sebagian karyawannya menetap di selatan Jakarta tetap akan berorientasi merelokasi kantor ataupun melakukan ekspansi ke selatan. Di samping itu, sarana sekolah internasional dan permukiman ekspatriat bertumpu di selatan Jakarta.

Perkembangan properti di Jakarta dan sekitarnya selama ini mengikuti perkembangan kawasan pusat bisnis (CBD) Jakarta. Kalau kawasan CBD Jakarta membaik, maka kawasan di luar CBD juga ikut membaik.

Namun, kemacetan yang kian menggurita di TB Simatupang dan minimnya infrastruktur dapat menjadi bumerang bagi pengembangan kawasan. Apalagi, sarana transportasi publik penghubung areal timur dan barat masih sangat minim untuk menjangkau ribuan pekerja perkantoran di kawasan itu. Pasar yang akan terbentuk hanyalah konsumen yang menetap di simpul-simpul TB Simatupang.

Bagus mengatakan, upaya mengatasi kemacetan sejauh ini dilakukan para pekerja dengan cara-cara yang tersendiri. Misalnya, pemilik kendaraan meminta sopirnya untuk menjemput di seberang kantor pada arah arus yang berlawanan guna menghindari arus kemacetan pada simpul putar balik kendaraan. Mereka memilih menyeberang jalan sekalipun sebagian kawasan TB Simatupang belum memiliki jalur pedestrian yang memadai.

“Perlu dicari solusi kemacetan agar kawasan itu tidak semakin macet berubah menjadi jalur neraka,” kata Bagus.

Menurut Ketua Ikatan Ahli Perencanaan Bernardus Djonoputro, seharusnya penguasa kota tidak sekadar membagi-bagi zona di mana dapat dibangun properti kantor, rumah, atau kawasan komersial. Bernardus yang akrab disapa Bernie ini mengemukakan, kepala perencana sejatinya berada sejak di tingkat kecamatan untuk memikirkan secara detail. Bagaimana misalnya orang menyeberang dari lokasi properti Sinar Mas ke Stasiun Tanjung Barat. Bagaimana orang berjalan dari Stasiun Tanjung Barat ke Arkadia? Bagaimana misalnya dari Nestle orang berjalan ke Aneka Tambang?” katanya.

“Tugas penguasa kota itu supaya kotanya menjadi liveable, nyaman dihuni,” kata Bernie.

(BM LUKITA GRAHADYARINI/HARYO DAMARDONO)

Check Also

Jalur 10 di Stasiun Manggarai ditutup sejak 23 Januari 2019. Hal itu dilakukan guna mempercepat revitalisasi Stasiun Manggarai. Jalur 10 yang biasa ditempati oleh KRL jurusan Jakarta-Depok/Bekasi akan dialihkan ke jalur 8, 5, dan 4. Meski penutupan telah berlansung selama tiga hari, tidak tampak adanya penumpukan penumpang di Stasiun Manggarai. Sejumlah penunjuk arah dipasang begitu juga dengan petugas stasiun yang mengarahkan para penumpang, Sabtu (26/1/2019).(KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBA)

Pemindahan KA Jarak Jauh dari Stasiun Gambir ke Manggarai, Wujudkan Konsep Lama…

JAKARTA, KOMPAS.com – Stasiun Gambir, Jakarta Pusat tak lagi melayani angkutan Kereta Api (KA) jarak …