Home / Inovasi / Isu Lingkungan Paling Diminati
Indorelawan

Isu Lingkungan Paling Diminati

Anak-anak muda di Indonesia ternyata memiliki minat yang tinggi untuk berkontribusi kepada masyarakat. Cara yang ditempuh oleh mereka adalah menjadi relawan di lembaga-lembaga sosial.

Data indorelawan.org-situs yang berfungsi menghubungkan relawan dengan lembaga yang membutuhkan relawan-menunjukkan, isu lingkungan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan anak muda, dan seni sangat diminati anak-anak muda. “Isu lingkungan mencakup soal sampah hingga pembalakan liar,” kata salah seorang pendiri Indorelawan, Widharmika Agung, ketika ditemui di Jakarta, Sabtu (30/1).

Indorelawan

Data menunjukkan, dari total 10.000 relawan yang dikelola Indorelawan sepanjang 2015, sebanyak 1.825 orang di antaranya berkutat pada isu lingkungan. Untuk isu pendidikan, ada 1.722 relawan yang terlibat, 1.026 orang di pengembangan masyarakat, 897 orang di pengembangan anak muda, dan 873 orang di bidang seni.

“Umumnya mereka bergabung dengan organisasi yang mengampanyekan kebersihan lingkungan. Mayoritas di Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Depok,” tutur Widharmika. Beberapa organisasi itu ialah Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, Bersih Nyok!, Green Peace, dan Waste 4 Change.

Dari alasan yang dicantumkan ketika mendaftar di lembaga-lembaga pro lingkungan itu, relawan umumnya kesal dengan lingkungan tempat tinggal yang kotor dan semrawut akibat ketidakpedulian masyarakat untuk menjaga kebersihan. “Banyak yang mengaku terdampak banjir akibat lingkungan yang tak dijaga. Jadi, isu lingkungan adalah sesuatu yang langsung mereka rasakan,” ujar Widharmika.

Kelas menengah

Sosiolog Universitas Negeri Jakarta, Muchlis Rantoni Luddin, saat dihubungi di Jakarta, Minggu (31/1), menjelaskan, fenomena meningkatnya kesadaran anak muda merupakan akibat dari pertambahan jumlah kelas menengah terdidik yang kini mencapai lebih kurang 40 juta orang. “Dari kecil, mereka belajar tentang hidup layak. Sebagian sudah pernah pergi ke luar negeri sehingga bisa membandingkan kualitas tempat tinggal mereka dengan negara-negara lain,” tuturnya.

Menurut dia, kepedulian sekelompok orang itu hendaknya dijadikan kesadaran kolektif masyarakat. Caranya, membuat gerakan nasional yang difasilitasi pemerintah. Jika hanya mengandalkan lembaga swadaya masyarakat (LSM), wilayah jangkauan hanya di titik-titik tertentu.

“Pemerintah bisa mencanangkan gerakan nasional bersih desa atau gerakan tempat mandi, cuci, dan kakus umum yang layak,” ujar Muchlis. Relawan dan LSM pun bisa diikutsertakan membantu pemerintah daerah menyosialisasikan program dan melatih masyarakat. Sebagai hadiah, desa yang bersih diberi penghargaan. Hal ini bisa memotivasi warga untuk terus menjaga kebersihan lingkungan.

Rekrut

Indorelawan merupakan lembaga yang didirikan pada 2013 dengan tujuan merekrut relawan dan “menjodohkan” mereka dengan lembaga-lembaga yang membutuhkan bantuan. “Bagi lembaga, hal ini menghemat waktu dalam mencari relawan karena di Indorelawan orang-orang yang mendaftar sudah disaring sesuai kriteria yang dibutuhkan,” ucap Wibowo Sulistio, pengurus Yayasan Komunitas Taufan, salah satu lembaga pengguna jasa Indorelawan.

Menurut Direktur Indorelawan Marsya Anggia, sebagian besar lembaga dan relawan yang bekerja sama dengan Indorelawan berada di Jabodetabek.

(DNE)