Home / Kliping / Pengawasan Sarana dan Prasarana Tata Air Diintensifkan
Hujan deras menghentikan proses pengerukan Waduk Ria Rio, Selasa (9/2), sekitar pukul 16.00. Pemerintah terus mengeruk waduk dan saluran air untuk mengantisipasi banjir di musim hujan ini.
Hujan deras menghentikan proses pengerukan Waduk Ria Rio, Selasa (9/2), sekitar pukul 16.00. Pemerintah terus mengeruk waduk dan saluran air untuk mengantisipasi banjir di musim hujan ini.

Pengawasan Sarana dan Prasarana Tata Air Diintensifkan

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengintensifkan pengecekan sarana dan prasarana tata air untuk menghadapi puncak musim hujan. Masih ada sejumlah kelengkapan, seperti pompa, saluran air, dan kamera pengawas, yang rusak atau tidak berfungsi maksimal.

Hujan deras menghentikan proses pengerukan Waduk Ria Rio, Selasa (9/2), sekitar pukul 16.00. Pemerintah terus mengeruk waduk dan saluran air untuk mengantisipasi banjir di musim hujan ini.
Hujan deras menghentikan proses pengerukan Waduk Ria Rio, Selasa (9/2), sekitar pukul 16.00. Pemerintah terus mengeruk waduk dan saluran air untuk mengantisipasi banjir di musim hujan ini.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Selasa (9/2), mengatakan, semua pompa air dikontrol dengan kamera pemantau (CCTV). Hal ini untuk mengontrol kerusakan yang sering dilaporkan terjadi tanpa penyebab jelas.

Akhir pekan lalu, terowongan Pasar Gembrong tergenang selama sekitar tiga jam setelah hujan lebat sehingga jalan tidak dapat dilalui kendaraan. Padahal, sudah ada mekanisme penyaluran air di terowongan, yakni dengan memasukkan air ke kolam penampungan di mulut terowongan kemudian menyedot air dengan pompa ke permukaan. Rupanya pompa tidak bekerja karena rusak.

Hal semacam ini, kata dia, bisa terjadi di banyak lokasi. Basuki mencontohkan kasus tergenangnya terowongan Dukuh Atas, akhir tahun lalu. Belakangan dia mengetahui bahwa kabel CCTV untuk mengawasi kondisi Dukuh Atas dipotong.

Di sekitar Semanggi dan Jalan Gatot Subroto, tali-tali air di jalan itu ditutup batu bata. “Yang lebih gila lagi di Fatmawati. Mana mungkin kawasan itu terendam. Ternyata di salurannya ada ban mobil dan rambu lalu lintas,” katanya.

Basuki telah memerintahkan jajaran dinas dan suku dinas tata air, lurah, serta camat untuk terus mengawasi genangan di wilayahnya. Dari CCTV di lokasi itu juga bisa diketahui siapa yang berbuat ulah.

Pusat Kendali Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat genangan terjadi di 16 titik, Selasa. Kepala Bidang Informatika dan Pengendalian BPBD DKI Jakarta Bambang Surya Putra mengatakan, genangan yang muncul setinggi 10-50 cm.

Di Jakarta Selatan, petugas melanjutkan normalisasi Waduk Brigif, Jagakarsa. Saat ini, pengerjaan waduk difokuskan pada pelebaran Kali Salak dan pengerukan bidang lahan yang sudah dibebaskan dari warga. Camat Jagakarsa Fidiyah Rokhim menjelaskan, lahan yang harus dibebaskan untuk normalisasi Waduk Brigif seluas 10,2 hektar. “Lahan yang sudah dibebaskan 9 hektar,” katanya.

Pengerukan juga dilakukan di Waduk Ria Rio, Jakarta Timur, sekitar setahun terakhir. Meskipun sempat terhenti karena alasan tertundanya pembayaran upah petugas honorer, kemarin pengerukan bisa berjalan lagi.

Longsor

Hujan juga menyebabkan longsor yang menimpa satu rumah warga di RT 012 RW 002, Kalisari, Kecamatan Pasarebo, Selasa dini hari. Rumah milik Mohamad Awal (50) itu pun hancur hampir separuh. Tanah longsor itu menyebabkan Awal dan anaknya, Farah (18), luka-luka karena tertimpa tembok rumah

Walikota Jakarta Timur Bambang Musyawardana mengatakan, pihaknya akan segera mencari bantuan untuk memperbaiki rumah Awal. Longsor juga dikabarkan terjadi di Jagakarsa. Satu rumah rusak, tetapi tidak ada korban jiwa.

Tangerang

Ketua Tagana Kota Tangerang Tatan mengatakan, Selasa dini hari, ada empat perumahan yang terendam banjir dengan ketinggian air hingga 60 cm. Keempat perumahan itu adalah Total Persada, Alamanda, Garden City, dan Mutiara Pluit. Banjir terjadi akibat luapan Sungai Ledug dan aliran air dari Balaraja Timur.

“Makin malam, air naik perlahan,” kata Sukardi (46), warga Perumahan Total Persada.

Pemerintah Kota Tangerang menyiagakan 10 unit pompa penyedot air untuk mengatasi banjir di empat lokasi banjir di wilayah Kecamatan Periuk. “Jika kebutuhan sangat mendesak, kami menyiagakan cadangan pompa lainnya,” ujar Kepala Bidang Sumber Daya Air Kota Tangerang Taufik Syahzaeni.

Yanuar, Prakirawan Cuaca Stasiun Klimatologi BMKG Balai Besar Wilayah II Ciputat, mengatakan, hujan masih akan terjadi di Provinsi Banten hingga Kamis esok. (FRO/PIN/DNA/MDN/C10)

Check Also

Para peserta Menghadap ke Laut menggelar aksi di timur Ancol, Jakarta Utara, Minggu (19/8/2018).(Kompas.com/Sherly Puspita)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Saat Ribuan Warga Kampanyekan "Laut Bukan Tempat Sampah"", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/08/19/19184131/saat-ribuan-warga-kampanyekan-laut-bukan-tempat-sampah. 
Penulis : Sherly Puspita
Editor : Egidius Patnistik

Saat Ribuan Warga Kampanyekan “Laut Bukan Tempat Sampah”

JAKARTA, KOMPAS.com – Minggu (19/8/2018) sore tadi, sebuah komunitas binaan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi …