Home / Kliping / Jakarta Berpotensi Hujan Lebat

Jakarta Berpotensi Hujan Lebat

JAKARTA, KOMPAS — Peluang terjadinya cuaca ekstrem di wilayah Jabodetabek masih tinggi. Hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem berpotensi terjadi dalam seminggu ke depan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, dalam sembilan hari pertama Februari, hujan turun cukup merata di seluruh wilayah Jakarta. Hari hujan lebih banyak dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya. Meski begitu, intensitas hujan masih tergolong normal.

Di Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok BMKG, selama sembilan hari terakhir, hujan turun dalam enam hari dengan total curah hujan 91,2 milimeter. Rata-rata curah hujan 15,2 mm per hari.

Pada sembilan hari pertama Januari, hanya terdapat satu hari hujan. Tercatat, ada 14 hari hujan sepanjang Januari, dengan total curah hujan 156,7 mm atau rata-rata 11,2 mm setiap hari.

Kepala Bidang Informasi Meteorologi Publik BMKG Fachri Radjab menyampaikan, peluang terjadinya hujan ekstrem masih tinggi dalam seminggu ke depan. Salah satunya karena tutupan awan telah merata di wilayah Jabodetabek.

“Dari pekan pertama Februari, hujan memang merata, tetapi masih dominasi di wilayah selatan. Hujan dengan intensitas sangat lebat sampai ekstrem masih berpeluang terjadi di minggu ini,” ucap Fachri, Rabu (10/2).

Hujan ekstrem terjadi saat intensitas hujan lebih dari 150 mm dalam sehari. Curah hujan seperti ini pernah terjadi pada Februari tahun lalu, yakni mencapai 300 mm. Saat itu, banjir merendam sebagian besar Jakarta.

Peta sebaran hujan di Jakarta periode dari Selasa pukul 07.00 hingga Rabu pukul 07.00 menunjukkan, intensitas hujan paling tinggi terjadi di wilayah selatan Jakarta yang mencapai 67 mm. Intensitas hujan tinggi juga terjadi di wilayah barat Jakarta, yakni 52 mm.

Selain itu, menurut Fachri, potensi hujan yang tinggi juga terjadi di daerah hulu atau wilayah Bogor. Curah hujan dengan intensitas mencapai 55 mm terjadi pada Selasa hingga Rabu lalu.

Gelombang laut di wilayah utara Jakarta juga diperkirakan cukup tinggi, yaitu antara 0,4 meter dan 1,7 meter. Kecepatan angin berkisar 3-14 knot.

Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok BMKG Yudi Suryadarma mengatakan, berdasarkan data Dinas Hidro Oseanografi TNI Angkatan Laut, gelombang pasang diperkirakan mencapai 0,8 meter pada pukul 09.00 Kamis ini. Puncak pasang terjadi pada Selasa dan Rabu lalu. Sejauh ini, belum ada peringatan cuaca buruk di perairan Jakarta.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta membuat rencana kontijensi dan memperkirakan minggu ketiga hingga keempat Februari sebagai masa tanggap darurat banjir, sementara minggu pertama hingga ketiga diskenariokan sebagai masa siaga darurat. “Rencana kontijensi atau kedaruratan menjadi dasar antisipasi. Betul-betul terjadi banjir atau tidak, tidak masalah. Kalau tidak terjadi, Alhamdulillah,” tutur Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho dalam konferensi pers, kemarin.

Sebanyak 57 kelurahan, 23 kecamatan, dan 201 RW diperkirakan terdampak pada masa tanggap darurat, dengan 56.113 jiwa mengungsi di 83 tempat. Data wilayah rawan banjir itu berdasarkan riwayat tahun 2013-2015. Selama siaga darurat, kemungkinan terdapat 34 kelurahan, 18 kecamatan, dan 134 RW terdampak serta 52.451 jiwa mengungsi di 72 titik.

Tanggul jebol

Tanggul setinggi 1 meter yang memisahkan Kali Jati di Kelurahan Jatipadang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, jebol pada Selasa sore. Meski tidak ada korban jiwa, jebolnya tanggul menyebabkan Kali Jati meluap dan menggenangi permukiman warga.

Kali Jati berada di antara permukiman warga. Lebar kali yang awalnya 5-6 meter kini tersisa 1-2 meter karena terkepung rumah penduduk. Tanggul jebol ini membuat air menggenangi puluhan rumah warga di RT 003 RW 006, Kelurahan Jatipadang.

Camat Pasar Minggu Hermayanto mengatakan, tanggul jebol saat turun hujan deras. “Tanggul jebol karena derasnya arus air. Usia tanggul juga sudah tua jadi tidak kokoh lagi,” ujarnya.

Untuk menghentikan luapan air, petugas memasang sekat sementara yang terbuat dari tumpukan karung berisi pasir. Dalam waktu dekat, petugas akan memperbaiki seluruh tanggul.

(JOG/JAL/DNA)

About hildaje

Check Also

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Ratiyono di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2017).(KOMPAS.com/NURSITA SARI)

DKI Perbaiki Lapangan Bisbol, Anggarannya Rp 15,1 Miliar

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemprov DKI Jakarta mendapat tambahan tugas menyiapkan lapangan bisbol untuk Asian Games 2018. Kepala Dinas Pemuda …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *