Home / Kliping / SMS Peringatan Dini Banjir

SMS Peringatan Dini Banjir

Penetapan Lokasi Dua Waduk di Hulu Ciliwung Tunggu Persetujuan Warga

JAKARTA, KOMPAS — Upaya antisipasi banjir ditingkatkan dengan adanya sistem peringatan dini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta bagi warga di sepanjang aliran sungai utama di Ibu Kota. Namun, pengendalian banjir, seperti pembangunan waduk, masih terkendala.

Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum membersihkan saluran air di Jalan Majapahit, Jakarta Pusat, Kamis (11/2). Saluran air yang berfungsi optimal turut membantu cepat surutnya genangan air di jalan saat hujan turun.
Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum membersihkan saluran air di Jalan Majapahit, Jakarta Pusat, Kamis (11/2). Saluran air yang berfungsi optimal turut membantu cepat surutnya genangan air di jalan saat hujan turun.

BPBD DKI Jakarta dan Kominfo menandatangani perjanjian kerja sama tentang penyebarluasan layanan pesan singkat (SMS) peringatan dini bencana dan penyediaan layanan nomor panggilan tunggal darurat 112, Kamis (11/2), di Balai Kota Jakarta. Nota kesepahaman ditandatangani Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

SMS peringatan dini banjir diberikan khususnya bagi warga di sepanjang daerah aliran sungai di Jakarta, seperti Ciliwung, Krukut, Angke, Pesanggrahan, Sunter, dan Cipinang. “Cakupannya memang kecil, yakni di kelurahan sekitar 13 sungai di Jakarta. Ketika tinggi muka air di pintu-pintu air sudah status Siaga III, kami kirimkan informasinya ke Kominfo. Isi SMS kami buat sesuai kondisi laporan dari Pusat Kendali Operasi BPBD,” kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Denny Wahyu Haryanto.

Dia mencontohkan isi SMS yang dikirim kepada warga berbunyi “Tinggi muka air Ciliwung sudah Siaga III. Masyarakat agar waspada. Sembilan jam air akan sampai di tempat Anda”. Ketika menerima SMS tersebut, warga diharapkan segera mempersiapkan diri untuk mengantisipasi banjir di kawasan tempat tinggalnya dan mematuhi imbauan evakuasi ke lokasi yang disediakan. Kerugian dan korban banjir diharapkan dapat ditekan.

SMS dipancarkan berdasarkan sistem base transceiver station (BTS) yang berada di jalur sepanjang 13 sungai utama. Warga yang berada di radius hingga 500 meter dari BTS secara otomatis akan menerima SMS tersebut. “Saat ini baru empat operator yang menyediakan layanan, yakni Telkomsel, Indosat Ooredoo, XL, dan 3,” ujar Denny.

Kemarin, pengiriman SMS ini juga diuji coba dengan mengirimkan kepada warga Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, yang merupakan daerah rawan banjir. Dalam telekonferensi antara Balai Kota Jakarta dan Kampung Melayu, diketahui bahwa uji coba tersebut berhasil. “SMS dikirimkan secara otomatis begitu Sungai Ciliwung Siaga III,” ujar Budi Setyawan, Camat Kecamatan Jatinegara.

Direktur Telekomunikasi Khusus Penyiaran Publik dan Kewajiban Universal Kementerian Kominfo Ismail mengatakan, SMS peringatan dini maksimal sampai kepada publik empat menit setelah diinformasikan dari lokasi kejadian.

Selain penyebarluasan SMS peringatan dini bencana, kerja sama juga mencakup penyediaan layanan nomor panggilan tunggal darurat 112. Ini mirip dengan nomor 911 yang berlaku di Amerika Serikat. Nomor 112 dapat dihubungi secara gratis dari seluruh operator telepon.

“Nantinya masyarakat akan ingat satu nomor saja. Uji cobanya sudah berjalan di 10 kabupaten/kota sejak Desember 2015. Kami harapkan pada 2019 semua sudah mengimplementasikan,” kata Rudi.

Basuki menambahkan, yang terpenting nomor darurat ini dikenal seluruh warga, dari anak kecil hingga orang tua.

Dua waduk

Pembangunan Waduk Cipayung dan Waduk Sukamahi di hulu Ciliwung, Kabupaten Bogor, baru bisa dilaksanakan jika mendapat persetujuan warga dan penetapan lokasi dari Gubernur Jawa Barat.

Demikian terungkap saat sosialisasi pengadaan tanah di Kantor Camat Megamendung, kemarin. Acara dihadiri lebih dari 200 warga terdampak proyek Waduk Cipayung. Sosialisasi terhadap warga terdampak Waduk Sukamahi dilaksanakan di tempat yang sama, hari ini, Jumat (12/2).

Kepala Bidang Pelaksanaan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Bastari memaparkan, Waduk Cipayung memerlukan lahan seluas 82,42 hektar. Prasarana meliputi sebagian wilayah tiga desa, yakni Cipayung, Gadog, dan Sukakarya, di Kecamatan Megamendung dan Desa Kopo di Kecamatan Cisarua. Pembangunan berdampak kepada 477 keluarga dan 654 persil lahan. Waduk membendung aliran Cisarua dan Cibogo, anak Ciliwung, dengan panjang sungai utama 17 kilometer dan kemiringan 6 persen.

Waduk Sukamahi memerlukan lahan 49,82 hektar. Bendungan meliputi sebagian wilayah empat desa di Megamendung, yakni Gadog, Sukamahi, Sukakarya, dan Sukamaju. Pembangunan berdampak kepada 323 keluarga dan 453 persil lahan. Waduk membendung aliran Cisukabirus, anak Ciliwung, dengan bentang sungai utama 15 kilometer dan kemiringan 14 persen.

Menurut Bastari, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memegang Rp 80 miliar tahun ini untuk pembangunan jalan dan pemantapan lahan. Dana pengadaan tanah tahun ini Rp 100 miliar.

Pembangunan dua waduk merupakan kesepakatan multipihak di Bendung Ciliwung Katulampa, 20 Januari 2014.

Kepala Subbagian Administrasi Pertanahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat Asep Saifudin menambahkan, pembangunan dua waduk tidak bisa dilaksanakan sebelum ada penetapan lokasi oleh Gubernur Jawa Barat. Penetapan bisa dipenuhi jika ada persetujuan warga terdampak.

Sosialisasi merupakan tahap pemberitahuan awal. Selanjutnya merupakan pendataan dan pengumpulan berkas pertanahan dari warga. Kemudian konsultasi publik sekaligus penandatanganan kesepakatan.

Sebelum sosialisasi, sudah dilaksanakan survei topografi dan survei sosial ekonomi. Kemudian pertemuan konsultasi masyarakat untuk desain, analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), dan rencana kerja pengadaan tanah, pemukiman kembali, dan pembinaan (RKPTPKP atau LARAP).

Camat Megamendung Hadijana menambahkan, pada masa depan, jika terjadi pembebasan lahan, harga penggantian ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara tim penilai dan warga. Diharapkan terjadi penggantian yang wajar, adil, dan memuaskan. Penggantian bisa berupa uang tunai dalam tabungan, lahan, relokasi, atau saham.

Masalah yang muncul dan diutarakan warga dalam sosialisasi itu antara lain kepastian lokasi. Selain itu, mana saja lahan dan siapa saja keluarga yang akan terkena dampak. Masalah lainnya adalah antisipasi kemunculan biong (biang bohong) atau calo tanah. (FRO/BRO/JOG/C10)

About hildaje

Check Also

Genangan air masih ada di lokasi tanggul jebol di Jatipadang, Jakarta Selatan, Selasa (12/11/2017)(stanly)

Kali Akan Dinormalisasi, Warga Jatipadang Minta DKI Beri Ganti Rugi

JAKARTA, KOMPAS.com – Warga RW 06, Jatipadang, Jakarta Selatan, menyambut baik wacana normalisasi Kali Pulo yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *