Home / Kliping / Banjir di Jakarta Barat Tak Kunjung Surut

Banjir di Jakarta Barat Tak Kunjung Surut

JAKARTA, KOMPAS — Hingga Selasa (1/3), banjir yang menggenangi sejumlah wilayah di Jakarta Barat belum juga surut. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jakarta Barat, titik banjir dan lokasi pengungsian terpantau di tiga area, yakni Kecamatan Cengkareng, Kalideres, dan Kembangan.

KOMPAS/RADITYA HELABUMI Pengendara menerobos genangan di Jalan Kembangan Selatan, Jakarta Barat, Selasa (1/3). Sejumlah genangan dan banjir masih terlihat di beberapa tempat di Jakarta dan sekitarnya seusai hujan yang terjadi terus-menerus dan menyeluruh di semua wilayah.
KOMPAS/RADITYA HELABUMI
Pengendara menerobos genangan di Jalan Kembangan Selatan, Jakarta Barat, Selasa (1/3). Sejumlah genangan dan banjir masih terlihat di beberapa tempat di Jakarta dan sekitarnya seusai hujan yang terjadi terus-menerus dan menyeluruh di semua wilayah.

Kepala Pelaksana BPBD Jakarta Barat Firman Ibrahim mengatakan, di Kelurahan Cengkareng Barat, banjir merendam sembilan lingkungan rukun tetangga (RT) di RW 009 dengan ketinggian air 30-60 sentimeter (cm). Tercatat, ada 120 orang mengungsi di Masjid Jami Baitul Amal, 20 orang di Mushala Baburrohman, dan 30 orang di Mushala Al Mukarobin.

Genangan air dengan ketinggian 50 cm atau lebih juga terpantau di Perumahan KFT Cengkareng; Jalan Sahabat, Cengkareng Timur; Jalan Palapa, Rawa Buaya; Jalan Dharma Wanita, Rawa Buaya; Kompleks Kebersihan, Tegal Alur, Kecamatan Kalideres; Kampung Pondok Cabe, Kembangan; Jalan Kembangan Utara; dan Jalan Basmol, Kembangan.

Akibatnya, lebih dari 700 warga terpaksa mengungsi di mushala, masjid, sekolah, atau bangunan pemerintah setempat.

BPBD Jakarta Barat bersama PMI dan suku dinas sosial menyatakan telah menyalurkan sejumlah bantuan, seperti matras, selimut, terpal, paket lauk-pauk, makanan instan, peralatan dapur, paket kesehatan keluarga, dan sarung ke Kelurahan Rawa Buaya, Duri Kosambi, Kedaung Kaliangke, Tegal Alur, Kamal, Kalideres, dan Kembangan Utara.

Kepala Suku Dinas Tata Air Jakarta Barat Imran mengatakan, sejumlah titik tersebut masih tergenang banjir akibat luapan Kali Semongol dan Kali Angke. Beberapa titik di bantaran kali itu belum dilapisi sheet pile karena masalah klasik pembebasan lahan.

Menurut rencana, lurah dan camat akan dikoordinasikan untuk membebaskan lahan di lokasi tersebut. Setelah dibangun sheet pile dan jalan inspeksi, kali juga akan dinormalisasi. “Memang Kali Angke dan Kali Semongol itu ada yang belum dikeruk karena masih banyak bangunan di sekelilingnya. Makanya, kami mau bangun jalan inspeksi supaya bisa mengeruk,” ujar Imran.

Di Jakarta Timur, jasad dua pria yang hilang terbawa arus Kali Sunter dan Kali Cipinang sejak Minggu (28/2) ditemukan pada Selasa.

Asmawi (22), yang hanyut di Kali Cipinang, jasadnya ditemukan di ruas sungai itu, tak jauh dari lokasi terakhir korban diketahui berenang. Lokasi itu masuk Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makassar.

Sementara Suhardi (17), yang hanyut di Kali Sunter belakang perumahan Cipinang Indah, jasadnya ditemukan di Pintu Air Cilincing, Kanal Banjir Timur, Jakarta Utara.

Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur Gatot Sulaiman mengatakan, kedua jasad telah diambil keluarga masing-masing.

Banjir Tangerang

Curah hujan tinggi yang melanda Kota Tangerang selama dua hari terakhir juga menyebabkan sungai dan situ meluap dan menyebabkan banjir di enam kecamatan di kota itu.

Beberapa lokasi yang dilaporkan terparah terkena banjir adalah Rawa Bamban dan Kampung Rawa Bokor di Kecamatan Benda, Candulan di Kecamatan Cipondoh; Periuk Damai, Taman Elang, Total Persada, Perumahan Alamanda di Kecamatan Periuk; Pondok Arum di Karawaci, Kompleks Pondok Lakah Permai dan Puri Kartika di Ciledug, dan Kompleks DDN, Ciledug Indah 1, Ciledug Indah 2 di Karang Tengah.

Ketinggian air di sejumlah lokasi itu berkisar 40 cm-120 cm. Banjir setinggi 120 cm terjadi di Perumahan Total Persada, Gembor, Periuk, sehingga menyebabkan 1.250 jiwa mengungsi di GOR Total Persada.

Menurut Ketua Tagana Kota Tangerang Tatan, banjir di Total Persada terjadi sejak Selasa pukul 00.00. Banjir disebabkan curah hujan tinggi yang membuat Kali Cirarab meluap. “Kendaraan roda dua dan roda empat tak bisa melintas di Jalan Raya Regency karena ketinggian mencapai 80 sentimeter,” tutur Tatan.

Luapan air kali juga menjadi penyebab banjir di beberapa titik lain di Kota Tangerang. Di Kecamatan Benda, banjir disebabkan luapan Kali Ramban dan Kali Apur. Di Cipondoh, genangan air berasal dari luapan Kali Angke. Di Kecamatan Periuk, banjir disebabkan luapan Kali Cirarab, sementara di Ciledug, banjir disebabkan luapan Kali Ciputat.

Hingga saat ini, BPBD Kota Tangerang telah mendirikan posko banjir di beberapa titik. Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Irman Pujahendra, sebanyak 29 perahu digunakan untuk mengevakuasi warga.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menuturkan, Pemkot Tangerang menyiapkan 74 pompa banjir di lokasi-lokasi yang masih tergenang. “Skenarionya, kalau terjadi limpasan hujan, pintu air ditutup supaya air dari Kali Cirarab tidak kembali dan air di Kali Ledug bisa dipompa,” tutur Arief, kemarin.

About hildaje

Check Also

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Ratiyono di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2017).(KOMPAS.com/NURSITA SARI)

DKI Perbaiki Lapangan Bisbol, Anggarannya Rp 15,1 Miliar

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemprov DKI Jakarta mendapat tambahan tugas menyiapkan lapangan bisbol untuk Asian Games 2018. Kepala Dinas Pemuda …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *