Home / Kliping / Trotoar Nyaman Warga Senang
95a0713a208544dab6b5c3fe0d15dd9c

Trotoar Nyaman Warga Senang

Trotoar yang nyaman dan aman adalah harapan seluruh warga Ibu Kota. Tak hanya di jalan protokol, trotoar juga diinginkan ada di sekitar tempat tinggal warga. Jika mimpi ini terwujud, jalan kaki akan jauh lebih menyenangkan dan mendorong orang memakai kendaraan umum.

Cerita tentang trotoar yang tak nyaman karena sempit dan berlubang kerap terdengar. Meski demikian, masih ada jalur pejalan kaki di Jakarta yang dianggap nyaman dan aman.

Hasil jajak pendapat Kompas menunjukkan ruas-ruas trotoar di wilayah Jakarta Pusat dinilai sebagai contoh trotoar yang layak oleh sebagian besar responden (56 persen). Dalam survei telepon ini, trotoar di sisi Jalan MH Thamrin serta di kawasan Monas adalah ruang pejalan kaki yang dinilai aman dan nyaman.

Trotoar berfungsi melayani pejalan kaki, termasuk dalam hal memberi keamanan dan kenyamanan. Di sisi lain, dengan adanya area tersendiri bagi pejalan kaki, lalu lintas jalan raya tak akan terganggu warga yang berjalan di bahu jalan.

Sejalan dengan definisi formal fungsi trotoar tersebut, sebanyak 75 persen responden ternyata menginginkan lebih banyak trotoar dibangun. Mereka berharap jalur pejalan kaki dibangun di jalan protokol dan juga jalan yang berstrata lebih rendah, misalnya di permukiman mereka.

Saat ini, penyediaan trotoar memang masih sangat terbatas. Berdasarkan data Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, pada 2013 panjang trotoar di Ibu Kota baru mencapai 540,3 kilometer atau hanya 7,5 persen dari total panjang jalan di Ibu Kota.

Jika nantinya sudah banyak tersedia trotoar hingga daerah permukiman, fungsi trotoar tak hanya sebatas menjaga keselamatan pejalan kaki dan kelancaran lalu lintas. Jalur khusus pejalan kaki yang layak akan berperan lebih besar, yakni mendorong warga lebih sering menggunakan angkutan umum.

Alasannya, trotoar menjadi penghubung utama warga untuk mencapai halte bus dan stasiun kereta api. Trotoar yang aman, nyaman, dan hijau dengan deretan pohon teduh membuat siapa pun suka berjalan kaki menuju ke simpul-simpul angkutan umum.

Impian warga Jakarta tentang trotoar sebenarnya relatif sederhana. Tak harus mewah, syarat terpenting trotoar nyaman menurut publik Jakarta adalah jalurnya rata dan cukup lebar.

 95a0713a208544dab6b5c3fe0d15dd9c

Pejalan kaki juga tak perlu naik turun penggalan trotoar saat melintas depan gerbang dan jalan masuk ke gedung ataupun rumah. Selain itu, area pejalan kaki juga sebaiknya terjaga kebersihannya dan dilengkapi tempat sampah dengan jumlah yang memadai.

Tak jarang, para pejalan kaki saat ini harus berjalan di bahu jalan, berhadapan langsung dengan kendaraan yang lalu lalang karena trotoar sempit atau dipenuhi pedagang kaki lima dan tukang ojek.

Oleh karena itu, sebagian responden menyebutkan pejalan kaki dapat beraktivitas dengan nyaman apabila tidak ada pedagang kaki lima yang berdagang di trotoar. Keamanan pejalan kaki juga bisa terjaga jika tak ada sepeda motor yang melintasi trotoar.

Perilaku warga

Mewujudkan trotoar yang layak hingga level permukiman tentu akan memakan anggaran dan sumber daya besar. Namun, bukan hal-hal tersebut yang dinilai sebagai penghalang utama. Dana dan sumber daya masih bisa diusahakan asal ada niat dari pemerintah daerah.

Faktor yang menjadi kendala terbesar adalah perilaku warga yang tak bisa ikut menjaga agar trotoar tetap pada fungsinya. Tiga dari lima responden berpendapat, hambatan utama dalam penyediaan trotoar yang layak adalah kebiasaan masyarakat Ibu Kota selama ini yang menyalahgunakan trotoar.

Tukang ojek yang bergerombol, gerobak, warung, dan lapak tambal ban kerap kali memenuhi lebar trotoar selain pengguna motor yang kerap nyelonong. Jika faktor-faktor perilaku ini bisa diperbaiki, ruas-ruas trotoar Jakarta bakal terasa lebih menyenangkan.

(UMI KULSUM/

LITBANG KOMPAS)

Check Also

Jalur 10 di Stasiun Manggarai ditutup sejak 23 Januari 2019. Hal itu dilakukan guna mempercepat revitalisasi Stasiun Manggarai. Jalur 10 yang biasa ditempati oleh KRL jurusan Jakarta-Depok/Bekasi akan dialihkan ke jalur 8, 5, dan 4. Meski penutupan telah berlansung selama tiga hari, tidak tampak adanya penumpukan penumpang di Stasiun Manggarai. Sejumlah penunjuk arah dipasang begitu juga dengan petugas stasiun yang mengarahkan para penumpang, Sabtu (26/1/2019).(KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBA)

Pemindahan KA Jarak Jauh dari Stasiun Gambir ke Manggarai, Wujudkan Konsep Lama…

JAKARTA, KOMPAS.com – Stasiun Gambir, Jakarta Pusat tak lagi melayani angkutan Kereta Api (KA) jarak …