Home / Kliping / Menko Maritim Teken Surat Penghentian

Menko Maritim Teken Surat Penghentian

BADUNG, KOMPAS — Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli mengatakan sudah menandatangani surat penghentian sementara reklamasi Teluk Jakarta. Penghentian sementara atau moratorium reklamasi pantai utara Jakarta itu bertujuan mengevaluasi syarat-syarat dan menyelaraskan aturan terkait reklamasi pantai.

”Yang perintahkan (moratorium reklamasi), kan, saya. Suratnya baru saya tanda tangani kemarin,” kata Rizal ketika ditemui di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (21/4).

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih menunggu surat resmi dari pemerintah pusat terkait moratorium reklamasi Teluk Jakarta. Menurut ahli lingkungan hidup dari Universitas Indonesia, Jakarta, Andri G Wibisono, pemerintah harus segera mengeluarkan produk hukum terkait moratorium sebagai dasar hukum penghentian sementara reklamasi itu (Kompas, 21/4).

Rizal mengatakan, setelah moratorium reklamasi disepakati, dilanjutkan dengan evaluasi dan pembahasan aturan-aturan terkait reklamasi. ”Besok (hari ini), tim antardepartemen akan rapat untuk melakukan evaluasi ini dan dalam beberapa bulan akan dikeluarkan penyelarasannya,” kata Rizal, kemarin.

Menurut Rizal, reklamasi adalah hal yang biasa dilakukan, tetapi harus dipertimbangkan dampaknya, memenuhi syarat, dan mengikuti peraturan. ”Sementara ini kami menghentikan dahulu reklamasi (Teluk Jakarta) sembari mengevaluasi mana peraturan yang saling tumpang tindih dan belum sinkron kami selaraskan dahulu,” tutur Rizal.

”Setelah itu, kami lakukan audit terhadap proyek-proyek pulau reklamasi. Kalau memang ada yang melanggar undang-undang dan membahayakan lingkungan serta dampaknya tidak positif, tentu akan dihentikan. Namun, kalau memang mengikuti peraturan, sesuai dengan aturan yang berlaku dan dampak lingkungannya dijaga, tentu akan diperkenankan dilanjutkan,” ungkap Rizal.

Pembangunan tetap ada

Aktivitas reklamasi di Teluk Jakarta belum berhenti secara keseluruhan. Di Pulau C dan D, Pantai Indah Kapuk, aktivitas tetap berjalan seperti biasa. ”Tidak ada perubahan sama sekali. Kami di sini sudah pasrah,” kata Hendra (32), warga Kamal Muara, Penjaringan, yang wilayahnya berdekatan dengan salah satu sisi pulau.

Di Pulau G, Muara Angke, sejumlah pekerjaan tetap berlangsung. Mesin keruk bekerja mengambil lumpur di sekitar pulau yang telah jadi lalu memindahkan ke sebuah tongkang. Saat malam menjelang, dua lampu besar menyala di atas pulau.

Meski begitu, kegiatan di pulau ini dibantah sebagai proses pembangunan. Menurut Assistant Vice President Public Relation and General Affairs PT Muara Wisesa Samudra, Pramono, pihaknya dalam tahap persiapan penghentian pekerjaan reklamasi. Pekerjaan itu untuk faktor keamanan dan keselamatan di kemudian hari.

”Ketika penghentian sementara akan dilakukan, tentu harus dianalisis dan dikaji secara matang oleh ahlinya. Setelah dikaji, dan mengacu kepada keputusan pemerintah, tentu kita mematuhi untuk sementara stop proyek reklamasi. Pastinya, kami akan ikuti aturan dan bekerja sama dengan pemerintah,” tuturnya.

Salah satu alasan belum berhentinya pekerjaan proyek reklamasi adalah belum diterimanya surat resmi penghentian sementara dari pemerintah. Padahal, pemerintah, bahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla, telah mengimbau agar pengerjaan proyek dihentikan sementara.

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menegaskan,

pihaknya menyetujui kebijakan pemerintah menghentikan sementara reklamasi Teluk Jakarta. Perlu dilakukan kajian lingkungan hidup strategis, juga dampak terhadap wilayah provinsi itu.

(COK/NIT/SEM/JAL)

About hildaje

Check Also

sampah di pulau tidung

Sampah di Pulau Tidung Diangkut

Sampah di Pulau Tidung telah berhasil diangkut petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu. Pengangkutan …