Home / Kliping / Seluruh Pesisir Jakarta Terancam Rob
Petugas dari dinas tata air, anggota TNI, dan warga membuat tanggul sementara dari bambu dan karung pasir, Minggu (5/6). Pagar pembatas Pelabuhan Muara Angke ambruk pada Sabtu malam akibat air pasang yang tinggi. Ancaman banjir rob di wilayah pesisir utara Jakarta terus mengancam seiring dengan tanggul yang tidak memadai serta muka tanah di Jakarta yang terus turun
Petugas dari dinas tata air, anggota TNI, dan warga membuat tanggul sementara dari bambu dan karung pasir, Minggu (5/6). Pagar pembatas Pelabuhan Muara Angke ambruk pada Sabtu malam akibat air pasang yang tinggi. Ancaman banjir rob di wilayah pesisir utara Jakarta terus mengancam seiring dengan tanggul yang tidak memadai serta muka tanah di Jakarta yang terus turun

Seluruh Pesisir Jakarta Terancam Rob

JAKARTA, KOMPAS — Pasang laut berpotensi memicu banjir rob, yang terus akan menggenangi pesisir Jakarta. Belum terbangunnya tanggul yang memadai untuk melindungi kawasan di bibir utara Ibu Kota adalah penyebabnya.

Petugas dari dinas tata air, anggota TNI, dan warga membuat tanggul sementara dari bambu dan karung pasir, Minggu (5/6). Pagar pembatas Pelabuhan Muara Angke ambruk pada Sabtu malam akibat air pasang yang tinggi. Ancaman banjir rob di wilayah pesisir utara Jakarta terus mengancam seiring dengan tanggul yang tidak memadai serta muka tanah di Jakarta yang terus turun
Petugas dari dinas tata air, anggota TNI, dan warga membuat tanggul sementara dari bambu dan karung pasir, Minggu (5/6). Pagar pembatas Pelabuhan Muara Angke ambruk pada Sabtu malam akibat air pasang yang tinggi. Ancaman banjir rob di wilayah pesisir utara Jakarta terus mengancam seiring dengan tanggul yang tidak memadai serta muka tanah di Jakarta yang terus turun.

Proyek revitalisasi tanggul laut sepanjang 95 kilometer baru terbangun 1,8 kilometer. Tanggul saat ini diyakini tidak akan mampu menahan gelombang pasang yang kini bisa setinggi 2,5 meter.

Berselang sehari setelah jebolnya salah satu bagian tanggul di Pantai Mutiara, Penjaringan, kejadian sama terjadi di Muara Angke, Sabtu (4/6) malam. Air pasang yang tinggi merendam empat RT di RW 11 dan sejumlah jalan utama di kompleks pelabuhan terbesar di Jakarta itu.

Akibat tingginya air pasang, pagar pembatas pelabuhan sepanjang 20 meter ambruk. Air setinggi 1 meter melimpas dan menggenangi permukiman padat tersebut hingga Minggu.

”Ratusan keluarga terdampak, tetapi hanya sebagian yang rumahnya kemasukan air,” kata Ketua RW 11 Muara Angke, Pluit, Khafidin.

Pagar pembatas pelabuhan itu membentengi sebagian area hijau Muara Angke. Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis Pelabuhan Perikanan Muara Angke Abdhul Kholik, air laut melimpas melalui sisi tanggul yang rendah.

Ketua Kelompok Keahlian Teknik Pantai Institut Teknologi Bandung Muslim Moein mengatakan, robohnya tanggul membuktikan antisipasi air pasang tidak maksimal. Pembuatan tanggul pesisir pelindung kawasan dari rob harus disegerakan. ”Tanggul itu harus dibuat, dimonitor, dan diawasi pemerintah. Konstruksinya harus sebaik mungkin karena muka tanah di Jakarta terus turun,” ujarnya.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta Deni Wahyu, rob mulai tinggi sejak Jumat (3/6) malam. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, rob mencapai puncaknya pada akhir dan awal siklus bulan, yakni Minggu dan Senin ini. ”Oleh karena itu, kami waspada di sejumlah lokasi rawan genangan di Jakarta Utara,” katanya.

Lokasi rawan rob adalah daratan yang lebih rendah dari permukaan laut. Lokasi rawan lain adalah Kamal Muara, Kapuk Muara, Pluit, Penjaringan, Ancol, Tanjung Priok, dan Cilincing.

Kerugian triliunan rupiah

Di Semarang, Jawa Tengah, rob yang telah terjadi berhari-hari kian mengganggu perekonomian di kawasan pantai utara.

Pakar hidrologi Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Nelwan, mengatakan, tahun 2000-2008, kerugian ekonomi akibat rob di Kota Semarang mencapai Rp 2,5 triliun per tahun. Perhitungan tersebut meliputi kerusakan infrastruktur dan bangunan, hambatan lalu lintas, lingkungan, tambak dan sawah, serta lonjakan biaya hidup. Angka itu juga termasuk penurunan minat investasi, kualitas kesehatan, dan produktivitas ekonomi.

Berdasarkan penelitian Irvan Suhelmi dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Laut dan Pesisir Undip, estimasi kerugian ekonomi akibat rob Semarang pada 2010 mencapai Rp 3,7 triliun, bahkan bisa Rp 28 triliun pada 2030.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Tengah Frans Kongi menegaskan, rob mengganggu proses produksi dan distribusi barang. Jalan Kaligawe merupakan salah satu jalur utama pantura yang menghubungkan banyak kawasan industri, juga transportasi dari arah barat hingga arah timur Jawa. (MKN/JAL/GRE/GER)

Check Also

Para peserta Menghadap ke Laut menggelar aksi di timur Ancol, Jakarta Utara, Minggu (19/8/2018).(Kompas.com/Sherly Puspita)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Saat Ribuan Warga Kampanyekan "Laut Bukan Tempat Sampah"", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/08/19/19184131/saat-ribuan-warga-kampanyekan-laut-bukan-tempat-sampah. 
Penulis : Sherly Puspita
Editor : Egidius Patnistik

Saat Ribuan Warga Kampanyekan “Laut Bukan Tempat Sampah”

JAKARTA, KOMPAS.com – Minggu (19/8/2018) sore tadi, sebuah komunitas binaan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi …