Home / Kliping / Kali Besar Barat Segera Direvitalisasi

Kali Besar Barat Segera Direvitalisasi

JAKARTA, KOMPAS — Revitalisasi Kali Besar di sekitar Kota Tua, Jakarta, ditargetkan dimulai pada Agustus ini. Menurut rencana, jalan di sekitar Kali Besar Barat akan menjadi tempat “nongkrong” baru bagi warga kota dan pengunjung. Air di kali itu akan disaring menjadi bersih dilengkapi dengan taman di sisi kiri dan kanannya.

Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua Norviadi S Husodo mengatakan, sebelumnya Dinas Tata Air DKI Jakarta sudah melakukan pekerjaan awal berupa uji tanah di Kali Besar. Sesuai dengan Instruksi Gubernur Nomor 101 Tahun 2016, percepatan revitalisasi Kota Tua harus segera dilaksanakan. Salah satunya adalah revitalisasi lingkungan kali selebar 20 meter itu. Nantinya, pekerjaan itu juga akan dilanjutkan hingga ke Kali Pakin, Pasar Ikan, Jakarta Utara.

“Nanti bagian yang terlihat dari jalan itu air jernih. Di sisi kiri-kanannya juga akan ada semacam tangga berundak dan taman supaya warga bisa nongkrong,” ujarnya, Kamis (21/7).

Pada tahap awal, revitalisasi Kali Besar Barat itu ditargetkan sepanjang 600 meter-700 meter hingga Jembatan Kota Intan. Revitalisasi itu memakan dana sekitar Rp 270 miliar. Menurut Norviadi, penataan Kali Besar itu terinspirasi dari Sungai Cheonggyecheon di jantung kota Seoul. Dulu sungai itu kumuh dan bau, kini menjadi bersih, terawat, asri, dan menjadi ikon kota Seoul.

Jika revitalisasi Kali Besar segera terwujud, UPK Kota Tua menargetkan kunjungan di tempat wisata sejarah itu semakin meningkat. Saat ini, Kali Besar masih berkutat pada masalah sampah, kotor, dan bau. Padahal, jika berjalan di trotoar di samping kali, pemandangan gedung-gedung tua di sekelilingnya terlihat indah. Bayangan gedung-gedung tua itu pun terlihat memantul di permukaan air saat cuaca cerah. Romantisisme masa lalu Oud Batavia terasa nyata.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Kali Besar Barat akan direlokasi ke Jalan Tongkol. Di atas kali sejajar sepanjang 600 meter akan dibuat jembatan-jembatan untuk pejalan kali. Sisi kiri dan kanan kali juga akan dihiasi lampu, pohon, dan aspal akan diganti batu andesit. Untuk mewujudkan impian itu, Pemprov DKI menggandeng arsitek swasta Budi Lim.

Sejak Senin (18/7), Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta juga mulai melakukan sosialisasi dan rekayasa lalu lintas di Jalan Tambora 4-Jalan Tambora 7 untuk pekerjaan awal revitalisasi. Jalan Tambora 4-Jalan Tambora 7 ditutup akibat pelaksanaan proyek tersebut.

Selama proyek dikerjakan, warga dari arah utara diharapkan melintas melewati Jalan Perniagaan, Jalan Tambora 6, atau Jalan Moh Mansyur. Adapun warga dari arah selatan diharapkan melewati Jalan Tambora 6, Jalan Gajah Mada, Jalan Pancoran, dan Jalan Perniagaan. Alat berat dan material untuk menguatkan tanggul kali sudah diletakkan di sekitar lokasi. Menurut rencana, alat penyaring dan penjernih air juga segera dipasang di lokasi.

“Sekarang ini masih dalam tahapan sosialisasi,” ujar Kepala Dinas Tata Air Teguh Hendarwan, Kamis.

Penertiban

Selain rencana revitalisasi Kali Besar, UPK Kota Tua juga melakukan penataan PKL, parkir liar, dan membatasi operasional kawasan plaza Museum Sejarah Jakarta. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja RM Tamo P Sijabat mengatakan, kawasan plaza akan selalu steril dari PKL.

PKL yang sudah terdaftar dan memiliki kartu tanda anggota diperbolehkan berjualan di Lorong Virgin. Sebagian pedagang juga akan direlokasi ke Jalan Cengkeh dan Jalan Tongkol. Jika sebelumnya Kota Tua beroperasi selama 24 jam, kini operasional wisata bersejarah itu akan dibatasi hingga pukul 22.00 saja. Lokasi parkir yang diperbolehkan juga hanya di depan Gedung Dharma Niaga atau di samping Kafe Batavia. Parkir liar yang semula ada di Jalan Pintu Besar Utara akan ditertibkan.

“Ada 72 satuan tugas yang berjaga selama tiga sif. Mereka akan berjaga di akses-akses masuk yang ada. Kami berharap Kota Tua benar-benar steril,” ungkap Tamo. (DEA)

Check Also

Jalur 10 di Stasiun Manggarai ditutup sejak 23 Januari 2019. Hal itu dilakukan guna mempercepat revitalisasi Stasiun Manggarai. Jalur 10 yang biasa ditempati oleh KRL jurusan Jakarta-Depok/Bekasi akan dialihkan ke jalur 8, 5, dan 4. Meski penutupan telah berlansung selama tiga hari, tidak tampak adanya penumpukan penumpang di Stasiun Manggarai. Sejumlah penunjuk arah dipasang begitu juga dengan petugas stasiun yang mengarahkan para penumpang, Sabtu (26/1/2019).(KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBA)

Pemindahan KA Jarak Jauh dari Stasiun Gambir ke Manggarai, Wujudkan Konsep Lama…

JAKARTA, KOMPAS.com – Stasiun Gambir, Jakarta Pusat tak lagi melayani angkutan Kereta Api (KA) jarak …