Home / Kliping / Skema Baru Ditandatangani Tahun Ini

Skema Baru Ditandatangani Tahun Ini

JAKARTA, KOMPAS — Perusahaan Daerah Air Minum Jakarta Raya (PD PAM Jaya) menargetkan bisa menandatangani perjanjian restrukturisasi skema bisnis pengelolaan air dengan dua operator, tahun ini. Fokus perubahan terkonsentrasi pada hulu dan hilir pengelolaan air.

”(Restrukturisasi skema bisnis) Seratus persen selesai pertengahan tahun depan. Kalau komitmen secara legal akan dilakukan tahun ini yang bentuknya tentunya dalam perjanjian bersama,” kata Direktur Utama PD PAM Jaya Erlan Hidayat seusai diskusi ”Menjaga Air Jakarta”, Kamis (21/7).

Saat ini, PD PAM Jaya bersama dua operator air perpipaan di Jakarta, yakni PT Aetra Air Jakarta dan PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja), sedang menjajaki perubahan skema bisnis pengelolaan air di Jakarta. Menurut Erlan, skema pengelolaan air saat ini harus diubah karena semua bidangnya dikuasai swasta..

Dalam proses pengelolaan air bersih sendiri, lanjutnya, ada empat unit pengelolaan yang semuanya dikuasai swasta, mulai dari unit air baku, unit produksi, unit distribusi, dan unit layanan pelanggan.

”Kami fokus ke hulu dan hilir, yaitu air baku dan pelanggan. Untuk produksi atau distribusi bisa diserahkan ke swasta yang jauh lebih tahu. Tahun depan akan beroperasi dalam bentuk baru, dan revenue langsung masuk ke PAM Jaya, tidak ke swasta lagi. Akan tetapi, tahun depan adalah masa transisi karena selama lebih kurang 18 tahun (PAM Jaya) tak pernah lagi mengelola air,” papar Erlan.

Menyerahkan sepenuhnya

Dalam kontrak pengelolaan air di Jakarta selama ini, pemerintah menyerahkan sepenuhnya proses penyediaan air bersih kepada pihak swasta. Pemerintah, dalam hal ini PD PAM Jaya, hanya regulator yang mengawasi kinerja perusahaan operator.

Dalam perjalanannya, kontrak pengelolaan air juga membuat pemerintah harus membayar selisih penjualan air karena adanya subsidi kepada masyarakat. Menurut Erlan, hingga tahun ini, jumlah utang PAM Jaya kepada kedua operator mencapai sekitar Rp 800 miliar. Sebagian besar utang kepada PT Palyja.

Presiden Direktur Palyja Alan Thompson mengatakan, pihaknya mengikuti dan menaati semua aturan yang berlaku dalam proses pengelolaan air. Apalagi, saat ini masih berlangsung proses hukum terkait dengan gugatan sejumlah elemen terhadap privatisasi air di Jakarta.

”Kami menghormati perubahan yang ingin dilakukan PAM Jaya, tetapi kami menunggu hasil proses hukum yang sedang berjalan. Meski begitu, komitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat akan terus ditingkatkan,” katanya.

Hal senada disampaikan Lintong Hutasoit, Direktur Operasional PT Aetra Air Jakarta. Menurut dia, kalaupun skema bisnis pengelolaan air berubah, tentu akan menjadi perhitungan baru ke depannya. ”Kami akan pikirkan, tetapi pada intinya kami ingin berkontribusi terus ke pelayanan air kepada warga Jakarta,” ucap Lintong. (JAL)

Check Also

Jalur 10 di Stasiun Manggarai ditutup sejak 23 Januari 2019. Hal itu dilakukan guna mempercepat revitalisasi Stasiun Manggarai. Jalur 10 yang biasa ditempati oleh KRL jurusan Jakarta-Depok/Bekasi akan dialihkan ke jalur 8, 5, dan 4. Meski penutupan telah berlansung selama tiga hari, tidak tampak adanya penumpukan penumpang di Stasiun Manggarai. Sejumlah penunjuk arah dipasang begitu juga dengan petugas stasiun yang mengarahkan para penumpang, Sabtu (26/1/2019).(KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBA)

Pemindahan KA Jarak Jauh dari Stasiun Gambir ke Manggarai, Wujudkan Konsep Lama…

JAKARTA, KOMPAS.com – Stasiun Gambir, Jakarta Pusat tak lagi melayani angkutan Kereta Api (KA) jarak …