Home / Kliping / Alur Kali Cipinang Dipotong dan Dibuat Lurus
27656397fd034128893601475f4ba4bf

Alur Kali Cipinang Dipotong dan Dibuat Lurus

JAKARTA, KOMPAS — Untuk mengurangi risiko banjir, alur Kali Cipinang sepanjang 150 meter di belakang Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, dipotong. Pemotongan itu diikuti dengan pembuatan alur baru yang lebih pendek, yakni 70 meter atau separuh dari panjang alur semula.

Proyek pembangunan tanggul laut fase A sedang berlangsung di Muara Baru, Jakarta Utara, Senin (19/9). Tanggul Muara Baru berfungsi menahan limpasan air pasang. Proyek yang menjadi tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane itu bagian dari Pembangunan Kawasan Pesisir Terpadu Ibu Kota Nasional (National Capital Integrated Coastal Development).
KOMPAS/RADITYA HELABUMI
Proyek pembangunan tanggul laut fase A sedang berlangsung di Muara Baru, Jakarta Utara, Senin (19/9). Tanggul Muara Baru berfungsi menahan limpasan air pasang. Proyek yang menjadi tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane itu bagian dari Pembangunan Kawasan Pesisir Terpadu Ibu Kota Nasional (National Capital Integrated Coastal Development).

Pemotongan dilakukan dengan membendung alur lama yang berkelok-kelok dan sempit. Lebar alur lama kurang dari 2 meter dan lebih menyerupai selokan. Sementara alur baru memiliki lebar sekitar 10 meter dan alurnya lebih lurus, tanpa kelokan. Letak alur baru itu hanya berjarak kurang dari 50 meter dari alur lama dan masih berada di lokasi yang sama.

Selama tiga bulan terakhir, sejak alur sungai itu dipotong, warga sekitar mengaku banjir berkurang. Sainah (52), salah seorang warga di dekat alur Kali Cipinang yang dipotong, Senin (19/9), mengaku banjir sudah tak lagi merendam tempat tinggalnya.

”Sebelum alur lama dipotong, banjir di tempat tinggal kami bisa 1 meter hingga 1,5 meter. Sejak alur lama dipotong, tempat kami tak banjir lagi meskipun turun hujan,” tutur Sainah yang tinggal di RT 004 RW 006 Kelurahan Kampung Rambutan, Ciracas.

Terhubung ke waduk

Pengawas proyek Dinas Tata Air, Marudin, mengatakan, alur Kali Cipinang yang telah dipotong itu nantinya dihubungkan ke Waduk Rambutan 1 dan 2 sehingga aliran air dapat dikendalikan dan mengurangi risiko banjir di Kampung Makasar hingga Halim yang ada di hilir Kali Cipinang.

Saat ini, lanjutnya, sedang dilaksanakan pengerukan waduk hingga sedalam 10 meter sehingga waduk dapat menampung air lebih banyak. Areal kedua waduk itu mencapai 7,6 hektar.

Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Teguh Hendarwan mengatakan, pemotongan alur Kali Cipinang itu sudah melalui kajian teknis. ”Buktinya sekarang banjir sudah tak ada. Warga juga senang banjir di tempat tinggalnya berkurang,” kata Teguh.

Menurut Teguh, jika harus menunggu proyek normalisasi, penanganan banjir akan memakan waktu lama karena ada banyak sungai di Jakarta yang harus ditangani. Sementara hunian di sepanjang aliran sungai sudah padat sehingga dibutuhkan waktu lagi untuk pembebasan lahan.

Oleh karena itu, tambahnya, Pemprov DKI menggunakan lahan yang ada untuk membangun waduk. Waduk itu digunakan untuk mengendalikan banjir sambil menunggu normalisasi sungai.

Sementara hujan kemarin membuat genangan di sejumlah lokasi di Jakarta Barat, salah satunya di Jalan Patra, Kebon Jeruk. Usman, pegawai harian lepas Suku Dinas Tata Air Jakbar, mengatakan, banjir di Jalan Patra akibat luapan Kali Sekretaris yang masuk ke saluran penghubung ke Jalan Kebon Raya.

Kepala Suku Dinas Tata Air Jakbar Imron mengatakan, satu-satunya solusi banjir di Jalan Patra adalah mengoperasikan pompa untuk menyedot air dari jalan ke kali. Dua pompa bergerak disiagakan di lokasi.

Genangan juga terpantau di Jalan Kyai Tapa depan Universitas Trisakti dan Universitas Tarumanagara; di Kedoya, terutama di Sunrise Garden, Green Garden, dan Taman Ratu; serta di Jalan Sulaiman. (DEA/MDN)

Check Also

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menandatangani perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membangun sistem koneksi jaringan kelistrikan microgrid di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Selasa (19/2/2019).(KOMPAS.com/NURSITA SARI)

BPPT Bangun Jaringan Listrik dari Energi Matahari di Pulau Pramuka

JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi ( BPPT) menandatangani perjanjian kerja sama dengan …