Home / Kliping / Tol Tanjung Priok Rampung Maret 2017

Tol Tanjung Priok Rampung Maret 2017

JAKARTA, KOMPAS — Pekerjaan Jalan Tol Tanjung Priok ditargetkan selesai Maret 2017. Sebanyak 11 pilar penyangga jalan tol yang sempat tertunda telah selesai dikerjakan. Akan tetapi, masih ada 2,74 kilometer yang belum tersambung benar.

Sebanyak 11 pilar itu berada di simpang Jalan Jampea-Jalan Sulawesi, Jakarta Utara. Pembuatan pilar ini sebelumnya terkendala pembebasan lahan.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan Tanjung Priok Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Apri Artoto, Senin (28/11), menyampaikan, dengan selesainya 11 pilar, seksi E2A sudah selesai 99 persen. Kini tinggal proses perapian, terutama di jalan arteri. “Penyelesaiannya sesuai jadwal, yaitu hingga November,” katanya.

Dari total 11,4 km panjang tol, saat ini telah tersambung 8,66 km yang terbagi dalam lima seksi. “Tinggal Seksi E2 yang ditargetkan selesai pada Maret 2017. Semuanya masih dalam target, malah informasinya, saat ini juga Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sedang mempersiapkan lelang untuk pengelolaan,” kata Apri.

Kepala Bidang Teknik BPJT Hardy Siahaan menuturkan, pihaknya tengah proses persiapan untuk lelang prakualifikasi. Proses prakualifikasi paling lambat dimulai Januari.

Jalan Tol Tanjung Priok diharapkan menjadi urat nadi utama arus logistik dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok. Pembangunan jalan tol yang belum selesai sekitar tujuh tahun terakhir membuat ribuan kendaraan terjebak kemacetan setiap hari.

Gelagar terpasang

Seksi E2 sepanjang 2,74 km terhambat karena sebelumnya ada 70 pilar yang telah terbangun dan harus dibongkar akibat ketidaksesuaian mutu. Saat ini, semua pilar itu telah terbangun lagi, begitu juga gelagar yang telah terpasang. Secara fisik, semua pilar telah terhubung. Per 25 November, pembangunan Seksi E2 senilai Rp 1,1 triliun ini telah mencapai 85,89 persen.

Vidi Ferdian, Pejabat Pembuat Komitmen Akses Tol Priok Seksi E2, mengatakan, pihaknya fokus menyelesaikan pelat lantai dan pemasangan beton penahan di kiri dan kanan jalan. Pelat lantai ditargetkan selesai awal Desember, sementara beton penahan rampung akhir bulan.

“Awal Desember, kami mulai pengerjaan aspal sampai pertengahan Februari. Kami berharap agar pekerjaan selesai lebih cepat dari tenggat waktu,” katanya.

BORR

Terkait pembangunan jalan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR), Wali Kota Bogor Bima Arya secara simbolis menyerahkan pembayaran ganti rugi kepada pemilik tanah yang terkena proyek ini, Senin (28/11), di kantor Badan Pertanahan Nasional Kota Bogor. “Pembangunan (BORR) ini program prioritas. Karena itu, Pemerintah Kota Bogor berterima kasih kepada semua warga yang sudah bekerja sama menyerahkan tanahnya,” katanya.

Dalam siaran pers dari Humas Pemko Bogor, penyerahan ganti rugi kali ini untuk 32 bidang tanah. Lahan itu untuk pembangunan BORR seksi II B Kedung Badak-Yasmin. Ditargetkan, pembangunan fisik mulai akhir Desember.

Check Also

Permukiman padat di Bidaracina, di sepanjang bantaran Kali Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (27/8/2015). Bidaracina merupakan kawasan yang akan digusur terkait proyek normalisasi dan sodetan Kali Ciliwung.(KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES)

Proyek Sodetan Ciliwung Dimulai, Ini Proses Ganti Rugi terhadap Warga Bidara Cina

JAKARTA, KOMPAS.com – Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan …