Home / Kegiatan / Lokakarya Pengembangan Rencana Aksi Platform MURIA (Marunda Urban Resilience in Action)

Lokakarya Pengembangan Rencana Aksi Platform MURIA (Marunda Urban Resilience in Action)

PicsArt_09-29-06.04.53

Jakarta, 29 September 2017.

Lokakarya Pengembangan Rencana Aksi Platform MURIA (Marunda Urban Resilience in Action) difasilitasi oleh Bina Swadaya Konsultan dan Karina KWI Yogyakarta, serta dihadiri oleh unsur: Deputi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan LIngkungan Hidup yang diwakili oleh Sekretariat Jakarta Berketahanan; Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta; Dinas Ketahanan Pagan, Kelautan, dan Pertanian Provinsi DKi Jakarta; Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta; UPT. Rumah Susun Marunda; Karina Yogyakarta; Humanitarian Openstreetmap Team (HOT); Care International Indonesia; Tim Siaga RW 07 Kelurahan Marunda; Tim Peta Marunda; Peneliti; PT. Bina Swadaya Konsultan; serta PT. Ewindo.

MURIA (Marunda Urban Resilience in Action) adalah sebuah platform yang diinisiasi oleh PT. Bina Swadaya Konsultan dan Karina KWI Yogyakarta untuk menghasilkan model program membangun kerjasama kemitraan yang bertujuan mendorong berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, dan masyarakat, untuk bekerja bersama menyatukan kapasitas dalam membangun ketangguhan masyarakat perkotaan.

Lokakarya ini diselenggarakan dengan tujuan, yaitu: (i) menemu kenali kemungkinan-kemungkinan kolaborasi antar anggota Platform MURIA termasuk dengan pihak-pihak di luar anggota Platform MURIA untuk memperkuat ketangguhan masyarakat Marunda; (ii) memperjelas dan memastikan komitmen para mitra multi-pihak MURIA untuk mengembangkan dan memperluas manfaat maupun dampak positif penguatan ketangguhan komunitas melalui kolaborasi pengelolaan resiko terpadu di Marunda; serta (iii) menyusun rencana aksi kolaborasi dan sinergi multi-pihak untuk penguatan ketangguhan Marunda ke depan di dalam Platform multi-pihak MURIA.

Lokakarya terdiri dari beberapa kegiatan, yaitu: paparan materi dan testimoni dari beberapa narasumber kunci yaitu dari PT. Bina Swadaya Konsultan, Care International Indonesia, PT. Ewindo, dan Humanitarian Openstreetmap Team (HOT); testimoni para mitra lainnya; diskusi kelompok kerja; serta diskusi akhir semua kelompok kerja.

DSC07407

Peserta lokakarya dibagi ke dalam empat kelompok kerja, yaitu: (i) kelompok kerja kesiapsiagaan; (ii) kelompok kerja pertanian perkotaan; (iii) kelompok kerja bisnis dan akses keuangan; serta (iv) kelompok kerja kesehatan dan sanitasi. Masing-masing kelompok tersebut mendiskusikan beberapa hal, yaitu: (i) masalah atau kebutuhan masyarakat yang menjadi prioritas kelompok kerja untuk dipenuhi dalam 3 tahun ke depan; (ii) apa yang bisa dilakukan kelompok kerja untuk menjawab masalah/kebutuhan masyarakat tersebut; serta (iii) rekomendasi kerjasama multi-pihak (bilateral/multilateral) untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam menjawab masalah/kebutuhan tersebut.

Semua kelompok kerja kemudian mendiskusikan rencana aksi kolaborasi dan sinergi multi-pihak yang berfokus pada beberapa hal, yaitu: (i) penguatan ketangguhan dan kesiapsiagaan masyarakat Marunda; (ii) penguatan penghidupan pertanian perkotaan masyarakat Marunda; (iii) penguatan usaha dan akses keuangan masyarakat Marunda; (iv) peningkatan kesehatan dan sanitasi masyarakat Marunda; dan (v) pengembangan seni dan budaya masyarakat

About hildaje

Check Also

20171018_141343

Rapat Menindaklanjuti Disposisi Gubernur DKI Jakarta terkait Program 100 Resilient Cities (100RC) Jakarta

Jakarta, 18 Oktober 2017, Kedeputian Tata Ruang dan Lingkungan Hidup mengadakan rapat untuk berkoordinasi dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *