Home / Kegiatan / Lokakarya Jakarta Menuju Kota Layak Anak II

Lokakarya Jakarta Menuju Kota Layak Anak II

 

20171012_093727

Jakarta, 12 Oktober 2017

Kedeputian Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup bekerja sama dengan Plan International Indonesia kembali mengadakan Lokakarya  Jakarta Menuju Kota Layak Anak II.  Lokakarya ini  dilaksanakan selama 1 (satu) hari  di Best Western Hotel, Jakarta Pusat. Jumlah peserta yang hadir sekitar 120 orang  yang merupakan perwakilan SKPD Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,  INGO/NGO, Kelompok anak/remaja, Dunia usaha dan Masyarakat.

Tujuan lokakarya ini adalah mengkonfirmasi dan mendapatkan masukan final Grand Design KLA Propinsi DKI Jakarta yang diharapkan dapat menjadi acuan Pemerintah Propinsi DKI Jakarta dalam menjalankan konsep Kota Layak Anak.

Lokakarya Jakarta Menuju Kota Layak Anak I telah dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2017 yang kemudian dilanjutkan dengan sejumlah diskusi untuk memformulasi dan menggali informasi lainnya termasuk diskusi dengan Forum Anak Jakarta pada 27 Agustus 2017 untuk menghasilkan draft Grand Design KLA yang diantaranya berisi tentang Visi, Misi, Strategi pencapaian, Indikator KLA dan Rencana Aksi.

Latar Belakang dari Lokakarya ini adalah Inisiatif Kota Layak Anak (KLA) yang telah dikembangkan oleh Pemerintah Indonesia sejak tahun 2006 dan kemudian pada tahun 2009 diterbitkan Peraturan Menteri PP-PA Nomor 2/2009 tentang Kebijakan KLA. Secara khusus di wilayah Provinsi DKI Jakarta sebenarnya sudah cukup banyak upaya dan inisiatif yang sudah dan sedang dikerjakan untuk mencapainya. Dari sisi peraturan setidaknya ada tiga Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta yang sudah dihasilkan sejak 2011 yang menunjukkan komitmen dan upaya pemerintah dalam bidang pemenuhan hak anak dan perlindungan anak seperti 1) Keputusan Gubernur Nomor 394/2011 tentang Penetapan Kota Administrasi Jakarta Pusat, Kota Administrasi Jakarta Utara dan Kota Administrasi Jakarta Selatan sebagai Kota Pengembangan Kota Layak Anak; 2) Keputusan Gubernur Nomor 1192/2011 tentang Pembentukan Gugus Tugas Kota Layak Anak; dan 3) Keputusan Gubernur Nomor 736/2013 tentang Penetapan Kota Administrasi Jakarta Timur, Kota Administrasi Jakarta Barat dan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu sebagai Pengembangan Kota/Kabupaten Layak Anak.

Berbagai inisiatif yang ada diakui telah membawa sejumlah perubahan melalui pencapaian beberapa indikator KLA. Seperti inisiatif Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) yang dikembangkan secara di berbagai wilayah berkontribusi terhadap pemenuhan 18 indikator KLA. Inisiatif lainnya dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di 6 wilayah administrasi di Propinsi DKI Jakarta seperti Sekolah Ramah Anak, pencatatan kelahiran, pembentukan/penguatan forum anak dan berbagai inisiatif lainnya banyak dilakukan oleh berbagai SKPD dalam upaya memenuhi indikator menuju KLA.

Namun diakui juga bahwa pekerjaan membangun Jakarta menuju KLA  merupakan Inisiatif yang bersifat jangka pendek dan belum sepenuhnya terkoneksi antara satu SKPD dengan SKPD lainnya sebagai suatu pendekatan terpadu dan holistik Jakarta menuju KLA. Dengan melihat kondisi ini, maka menjadi penting untuk menyatukan semua upaya tersebut dalam sebuah Grand Design Provinsi DKI Jakarta menuju Kota Layak Anak.

20171012_09482620171012_09361120171012_093632

About hildaje

Check Also

microgrid 5

Joint Workshop On Microgrid. Indonesia-Korea 2017

Jakarta, 7 Desember 2017. Kedeputian bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup dengan diwakilkan oleh Asisten …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *