Home / Jakarta Berketahanan / Menerima Kunjungan dari Perwakilan Pemerintah Bangladesh terkait Kota Berketahanan (Resilient City)

Menerima Kunjungan dari Perwakilan Pemerintah Bangladesh terkait Kota Berketahanan (Resilient City)

20171025_113734

Jakarta, 25 Oktober 2017.

Kedeputian Gubernur DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup menerima kunjungan dari Perwakilan Pemerintah Bangladesh yang datang untuk mempelajari tentang Kota Berketahanan (Resilient City).

Pada Pertemuan ini, Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Tata Ruanng dan Lingkungan Hidup Jakarta menjelaskan tentang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah menyadari bahwa menjadi kota berketahanan merupakan salah satu upaya untuk menyelesaikan permasalahan rumit yang terjadi di Jakarta karena aspek ketahanan kota (guncangan/shocks dan tekanan/stresses) yang mencakup berbagai isu Jakarta.

20171025_132019

Pada kesempatan ini, perwakilan dari Bangladesh juga menjelaskan bahwa kota Dhaka juga merupakan kota yang memiliki jumlah penduduk yang besar (sekitar 20 Juta penduduk) dengan kepadatan penduduk sejumlah 18.000 penduduk di setiap km2. Saat ini, di Bangladesh sudah ada initiatives terkait ketahanan yang memiliki fokus terhadap aspek kebencanaan terutama banjir dan angin puting beliung (cyclone). Terkait aspek tekanan (stresses), Bangladesh memiliki permasalahan kemacetan akut serta pertambahan jumlah penduduk.

20171025_120656

Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup kemudian menjelaskan bahwa DKI Jakarta yang memiliki lebih dari 10,3 Juta penduduk sehingga upaya mewujudkan ketahanan (resilience) tidak bisa hanya berkutat pada kebencanaan saja. Sebagai anggota dari jejaring 100RC, DKI Jakarta melihat bahwa perlu untuk memperhatikan guncangan (shocks), tekanan (stresses), serta melakukan pelibatan pemangku kepentingan (stakeholder engagement) untuk menjadi kota berketahanan (resilient city).

20171025_135843

Perwakilan dari Bangladesh menjelaskan bahwa Bangladesh juga memiliki masalah yang cukup rumit terkait dengan air karena semua sumber air (berupa sungai) di Bangladesh memiliki hulu di negara lain yang mengakibatkan ketergantungan Bangladesh terhadap kondisi air di negara lain (dependensi sumber air). Pemerintah Bangladesh juga menjelaskan bahwa proses collaborative approach antar negara akan menyelesaikan masalah Bangladesh terkait air.

About hildaje

Check Also

microgrid 5

Joint Workshop On Microgrid. Indonesia-Korea 2017

Jakarta, 7 Desember 2017. Kedeputian bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup dengan diwakilkan oleh Asisten …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *