Home / Kegiatan / Wawancara dengan Wartawan Beritasatu.tv perihal Sanitasi DKI Jakarta

Wawancara dengan Wartawan Beritasatu.tv perihal Sanitasi DKI Jakarta

WhatsApp Image 2017-11-24 at 15.56.26

Jakarta 24 November 2017, Kedeputian Gubernur Bidang Tataruang dan Lingkungan Hidup menerima kunjungan dari Wartawan Beritasatu.tv.   Kunjungan dimaksud bertujuan mendapatkan informasi keadaan Sanitasi di DKI Jakarta. Beberapa hal yang diwawancarai diantaranya adalah :

  1. Bagaimana upaya pemprov dki untuk menciptakan sanitasi yang lebih baik?  Kedeputian Gubernur Bidang TRLH bekerjasama dengan USAID IUWASH  telah menyusun Grand Desain Sanitasi dan Air Bersih DKI Jakarta. Ada 2 isu strategis yaitu : Akses layanan Sistem Penyediaan Air Limbah Domestik (SPALD) aman melalui sistem off-site (terpusat) dan Akses masyarakat pada layanan Sistem Penyediaan Air Limbah Domestik (SPALD) aman, terutama untuk RTM dan kawasan prioritas, melalui sistem on-site (setempat)
  2. Berapa kerugian DKI Jakarta akibat sanitasi buruk? Bank Dunia (The World Bank) menyatakan kurangnya pelayanan sanitasi dan air minum secara tidak langsung bisa menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kerugian ekonomi yang ditimbulkan apabila pemerintah tidak meningkatkan kualitas sanitasi dan air minum mencapai 2,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) tahunan. Jika Perekonomian Jakarta berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan III-2017 mencapai Rp 618,24 triliun maka 2,3 % nya Sekitar 14,21 Triliun.
  3. Hingga saat ini ada berapa banyak warga yang masih membuang air di sembarang tempat? Penduduk yang masih melakukan praktek BABS diperkirakan sekitar 4000 KK (atau setara dengan 17%). Sebanyak 27 dari 44 Puskesmas mencatat diare termasuk 10 besar penyakit yang ditangani. Selama Jan-Sept 2017, Rumah Sakit mencatat kasus diare pada anak usia 0-4 tahun mencapai 4.878 kasus atau 40% dari total kasus diare yang ditangani Rumah Sakit.
  4. Jakarta hanya mempunyai  IPAL di setiabudi. Bagaimana tanggung jawab pemprov dki soal pengolahan yang tidak bisa diproses di situ? Pemerintah DKI Jakarta melalui PD. PAL Jaya telah melakukan upaya pembenahan sistem sanitasi, baik upaya yang bersifat jangka panjang dengan pembangunan jaringan perpipaan Off Site maupun jangka pendek . Pembangunan sistem Off Site dilaksanakan dalam 3 perencanaan : Jangka pendek untuk pembangunan Zona 0,1,6 dengan waktu pelaksanaan dari Tahun 2012 sampai dengan 2020Jangka menengah untuk pembangunan Zona 4, 5, 8 dan 10 dengan waktu pelaksanaan dari tahun 2021 sampai dengan 2030 dan, Jangka panjang untuk pembangunan Zona 2, 3, 7, 9, 11, 12, 13 dan 14  dengan waktu pelaksanaan dari Tahun 2031 sampai dengan 2050.Zona 1 dan 6 masih dalam penyususnan DED bantuan dari JICA kerjasama dengan Kemen PUPR cq. Staker Strategis Dirjen Cipta Karya Kemen PUPR.

    Mengingat lamanya waktu yang dibutuhkan dalam pembangunan sistem off site (sistem perpipaan) yang terdiri dari zona 0 sampai dengan zona 14 yang baru akan selesai pada tahun 2050 maka upaya-upaya yang telah dilakukan antara lain: 1). PAL Jaya telah mencanangkan Program Gerakan Bersih Lingkungan dengan Gotong Royong  Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (Grebeg L2T2) dan sudah Launching di dua kelurahan yaitu : Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat dan Kelurahan Pademangan Timur, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Diharapkan semua kelurahan di DKI Jakarta akan mendapatkan Program Gerakan Bersih Lingkungan dengan Gotong Royong  Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (Grebeg L2T2).   2). TA 2017 Dinas SDA merencanakan membangun 10 lokasi IPAL Komunal di Tanah aset yang akan dibangun Pada TA 2018. 3). Pembangunan IPAL Komunal perpipaan juga sudah ada di Kelurahan Malakasari Kecamatan Duren Sawit dengan kapasitas layanan 500 KK.

About hildaje

Check Also

microgrid 5

Joint Workshop On Microgrid. Indonesia-Korea 2017

Jakarta, 7 Desember 2017. Kedeputian bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup dengan diwakilkan oleh Asisten …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *