Home / Kliping / Membangun E-waste, Mengelola Sampah Lebih Mudah
Pegawai Bank Sampah Bintang Mangrove memilah sampah, Selasa (19/4/2016).(KOMPAS.com/Achmad Faizal)
Pegawai Bank Sampah Bintang Mangrove memilah sampah, Selasa (19/4/2016).(KOMPAS.com/Achmad Faizal)

Membangun E-waste, Mengelola Sampah Lebih Mudah

Pegawai Bank Sampah Bintang Mangrove memilah sampah, Selasa (19/4/2016).(KOMPAS.com/Achmad Faizal)
Pegawai Bank Sampah Bintang Mangrove memilah sampah, Selasa (19/4/2016).(KOMPAS.com/Achmad Faizal)

PENINGKATAN jumlah penduduk dan beragamnya aktivitas manusia akan sebanding dengan peningkatan sampah di lingkungan sekitar.

Menurut perkiraan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah sampah pada tahun 2020 di 384 kota di Indonesia mencapai 80.235,87 ton per hari.

Salah satu solusi yang saat ini sudah dijalankan di beberapa kota di Indonesia yaitu program bank sampah atau waste bank.

Pada umumnya, sistem kerja yang diterapkan bank sampah masih dilakukan secara manual dan belum optimal dari segi peran serta masyarakat.

Contohnya program bank sampah di Kota Malang, Jawa Timur. Operasionalnya menggunakan sistem jadwal untuk mengambil sampah nasabah, pengisian formulir pendaftaran dengan cara datang langsung ke bank sampah, dan transaksi serta proses pelayanan berupa pembayaran listrik dan air yang mengharuskan nasabah ke bank sampah.

Berdasarkan latar belakang tersebut, perlu ada teknologi berbasis aplikasi untuk menguatkan sistem antaranggota unit bank sampah dengan unit bank sampah, sekaligus memberi pelayanan publik yang lebih baik untuk mewujudkan kota cerdas (smart city) sebagai contoh e-waste.

E-waste merupakan sistem informasi manajemen pengelolaan (sampah) berbasis aplikasi pada smartphone dalam mewujudkan smart city.

Berbagai manfaat ditawarkan dari aplikasi e-waste, di antaranya kemudahan manajemen informasi bagi bank sampah pusat dengan adanya penambahan sistem server database, sehingga dapat memantau data yang masuk dari tiap unit bank sampah.

Tujuan jangka panjang jika kita mengaplikasikan e-waste, sistem informasi manajemen sampah berbasis aplikasi smartphone akan memudahkan alur koordinasi dan informasi tiap pihak yang terlibat, sehingga mendorong terciptanya smart city.

Keberhasilan pembuatan e-waste sebagai aplikasi pada smartphoneyang mudah digunakan merupakan potensi pasar yang sangat besar.

Ada banyak manfaat pula bagi masyarakat, antara lain memberikan kemudahan informasi terbaru terkait bank sampah melalui aplikasi e-waste pada smartphone, memberikan kemudahan dari segi alur koordinasi antarunit bank sampah dengan bank sampah pusat, serta mendorong masyarakat untuk peduli terhadap sampah dan lingkungan.

Dari segi regulator, manfaat bagi pemerintah membantu menyukseskan program pemerintah dalam membentuk masyarakat yang peduli lingkungan serta membantu pemerintah dalam hal kebersihan lingkungan dan mendorong terciptanya smart city dengan akses pemanfaatan teknologi yang mudah.

Berikut gambaran umum sistem informasi manajemen aplikasi e-waste pada smartphone serta keterkaitannya.

Adanya integrasi sistem teknologi berbasis aplikasi e-waste, sistem alur antaranggota, unit bank sampah, dan bank sampah pusat menjadi lebih efektif dari sisi manajemen informasi, pemberian informasi, dan koordinasi.

Kemudahan manajemen informasi akan dirasakan oleh bank sampah pusat karena adanya penambahan sistem server database, sehingga berbagai data yang masuk dari tiap unit bank sampah dapat dipantau dengan mudah dan menjadi sumber untuk menindaklanjutinya.

Kemudahan pemberian informasi terbaru akan dirasakan bagi para anggota unit bank sampah. Hal ini terjadi karena pada aplikasi e-waste memberikan tampilan total saldo yang didapat, pemberian informasi update tabel harga sampah tiap kategori, kemudahan transaksi pembayaran online.

Kemudahan koordinasi antarunit bank sampah dan bank sampah pusat terkait dengan pengambilan sampah menggunakan truk bank sampah yang terjadwal berdasarkan data yang masuk pada server bank sampah pusat.

Tabel keuntungan yang diperoleh oleh anggota dan pengurus unit bank sampah, unit bank sampah, dan bank sampah pusat tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Pola Kerja E-Waste (Lalu Tri Wijaya Nata Kusuma)

Jadi dengan adanya aplikasi e-waste ini, masyarakat dapat terlibat secara aktif hanya dengan berbagi informasi untuk penanganan sampah di lingkungan sekitarnya.

Dengan value added dari faktor ekonomi, tentunya keterlibatan masyarakat pada sistem ini mampu pula meningkatkan taraf ekonomi masyarakat dan pelaku usaha bisnis bank sampah tersebut.

Check Also

Para peserta Menghadap ke Laut menggelar aksi di timur Ancol, Jakarta Utara, Minggu (19/8/2018).(Kompas.com/Sherly Puspita)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Saat Ribuan Warga Kampanyekan "Laut Bukan Tempat Sampah"", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/08/19/19184131/saat-ribuan-warga-kampanyekan-laut-bukan-tempat-sampah. 
Penulis : Sherly Puspita
Editor : Egidius Patnistik

Saat Ribuan Warga Kampanyekan “Laut Bukan Tempat Sampah”

JAKARTA, KOMPAS.com – Minggu (19/8/2018) sore tadi, sebuah komunitas binaan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi …