Home / Kliping / Proyek Konstruksi “Elevated” Dimoratorium, Bagaiamana di Jakarta?
proyek konstruksi

Proyek Konstruksi “Elevated” Dimoratorium, Bagaiamana di Jakarta?

proyek konstruksi
Suasana pengerjaan proyek Light Rail Transit (LRT) di Depo LRT, Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (25/01/2018). Rencananya LRT akan mulai beroperasi 13 Agustus 2018, lima hari sebelum pembukaan Asian Games yang dijadwalkan pada 18 Agustus 2018.(MAULANA MAHARDHIKA)

JAKARTA, KOMPAS.com – Setelah sejumlah kecelakaan kerja pada beberapa proyek konstruksi, ditambah dengan ambruknya cetakan konstruksi beton (bekisting) pada tiang pancang proyek Tol Becakayu, Selasa (20/2/2018) pagi tadi, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) melakukan moratorium atau penghentian sementara semua proyek elevated yang sedang dikerjakan.

Baca juga : Menteri PUPR Hentikan Sementara Semua Proyek Infrastruktur yang Elevated

Pemprov DKI Jakarta saat ini juga tengah mengerjakan proyek elevatedatau layang yakni mass rapid transit (MRT), light rail transit (LRT), serta flyover Cipinang Lontar dan Bintaro.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan masih belum mengetahui apakah proyek yang dikerjakan Pemprov DKI juga harus dimoratorium.

“LRT Jakpro ini untuk kepentingan Asian Games, jadi memang harus jalan. Tapi gini, pastinya, lebih baik… saya akan telepon Pak Basuki (Menteri PUPR) soal kepastiannya,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Yusmada Faizal mengatakan, selain LRT, proyek lain di DKI sudah rampung konstruksi utamanya.

“Ciplon (Cipinang Lontar) dan Bintaro sudah selesai struktur atasnya. Termasuk juga MRT segmen elevated sudah selesai,” kata Yusmada.

Baca juga : Kementerian PUPR Evaluasi Jatuhnya Cetakan Konstruksi Tol Becakayu

Kemarin, Anies menyebutkan proyek LRT Kelapa Gading-Velodorme sudah mencapai 60 persen. Pencapaian itu terlambat delapan persen dari jadwal akibat ada konstruksi yang roboh pada 22 Januari lalu.

Sementara proyek MRT untuk pengerjaan stasiun layang dari Depo Lebak Bulus hingga Sisingamangaraja sudah mencapai 86,6 persen per 15 Februari 2018.

“(Stasiun) Haji Nawi memang tidak bisa dioperasikan bersama dengan stasiun lain pada Maret 2019, tapi tetap kami selesaikan secepat mungkin,” kata Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Sylvia Halim.

Sementara flyover Cipinang Lontar dan Bintaro meleset dari jadwal operasi akhir 2017.

Check Also

994313215

Walhi Peringati Hari Bumi: Darurat Sampah, Pulihkan Jakarta Sekarang!

JAKARTA, KOMPAS.com – Sejumlah anggota Wahana Lingkungan Hidup ( Walhi) menggelar aksi dalam rangka memperingati …