Home / Jakarta Berketahanan / Hari Kelima dan Terakhir Cross Learning Visit terkait Program Youth in Action for Urban Resilience di Seoul, Korea Selatan
WhatsApp Image 2018-03-23 at 08.58.39 (1)

Hari Kelima dan Terakhir Cross Learning Visit terkait Program Youth in Action for Urban Resilience di Seoul, Korea Selatan

WhatsApp Image 2018-03-23 at 08.58.39 (1)

Seoul, 23 Maret 2018

Deputi Gubernur DKI Jakarta didampingi oleh Asisten Deputi Bidang Lingkungan Hidup bersama dengan Delegasi Jakarta (BPBD Provinsi DKI Jakarta;  Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta, Lurah Duri Utara, Sekretariat Jakarta Berketahanan, dan Plan International Indonesia) menjalani kegiatan hari kelima dan terakhir Cross Learning Visit Program Youth in Action for Urban Resilience di Seoul, Korea Selatan.

Pada hari kelima dan terakhir ini, Delegsasi Jakarta belajar dan berbagi pengalaman dengan beberapa institusi yang berada di bawah naungan Pemerintah Kota Seoul/Seoul Metropolitan Government (SMG) yang terbagi dalam 3 (tiga) sesi, yaitu: (i) wrap-up meeting dengan CityNet terkait kegiatan Cross Learning Visit Program Youth in Action for Urban Resilience di Seoul, Korea Selatan; (ii) pemberdayaan dan peningkatan kapasitas developer aplikasi start-up oleh Pemerintah Kota Seoul/Seoul Metropolitan Government (SMG) di Seoul App Development Center; (iii) berbagi pengalaman dengan Plan International Korea National Office terkait mewujudkan pemberdayaan anak dan perempuan di Indonesia dan Korea.

WhatsApp Image 2018-03-23 at 08.58.40 WhatsApp Image 2018-03-23 at 08.58.39

Sesi I ini bertujuan untuk memastikan kegiatan Cross Learning Visit Program Youth in Action for Urban Resilience di Seoul, Korea Selatan berjalan dengan baik dan bermanfaat untuk pembangunan kota Jakarta dan Seoul ke arah yang lebih baik di masa depan. Adapun beberapa hal penting yang mengemuka dari sesi I ini berupa:

  • Kegiatan Cross Learning VisitProgram Youth in Action for Urban Resilience di Seoul, Korea Selatan yang telah berlangsung selama 5 (lima) hari ini telah membahas berbagai aspek dalam pembangunan kota yang diantaranya berupa: (i) pelibatan masyarakat dalam perencanaan pembangunan kota; (ii) peninjauan kembali kebijakan pemerintah dengan melibatkan masyarakat Seoul; (iii) internalisasi ide-ide inovatif terkait pembangunan kota ke dalam regulasi pemerintah Seoul; (iv) upaya Pemerintah Kota Seoul dalam melakukan upscale-ing berbagai program yang dijalankan oleh berbagai pemangku kepentingan; dan (v) upaya konservasi energi, mengurangi konsumsi energi, dan pemanfaatan energi terbarukan (renewable energy) untuk mewujudkan Seoul sebagai kota yang energy
  • Selama ini kerja sama antara Seoul dan Jakarta hanya bersifat sporadis dan tidak berkelanjutan. Dengan adanya kegiatan Cross Learning Visit ini, Jakarta juga perlu bantuan untuk mengimplementasikan ide inovatif yang didapat tersebut, Jakarta dan Seoul perlu melakukan pertemuan antarpimpinan untuk memastikan kerja sama yang baik dalam berbagai program.
  • Terkait hal ini, Jakarta tertarik untuk mempelajari bagaimana Seoul dapat memanfaatkan big data sebagai sarana pengambilan keputusan; pemanfaatan infrastruktur terkait air bersih, air limbah, dan persampahan; dan tata kelola pemerintahan metropolitan.
  • Sebagai pembelajaran, para delegasi yang berpartisipasi dalam kegiatan Cross Learning Visitini langsung dibagi ke dalam kelompok kecil sesuai dengan keahlian; tugas, dan fungsi; subjek terkait para delegasi untuk memungkinkan terjadinya diskusi mendalam terkait aspek-aspek tersebut.
  • Mengingat Jakarta akan segera memiliki Mass Rapid Transit (MRT) pada tahun 2019 yang akan beroperasi di bawah tanah dan infrastruktur layang, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melihat bahwa diperlukan pembelajaran mengenai keselamatan di area bawah tanah dan subway yang telah dimiliki oleh Seoul.
  • Para pemangku kepentingan yang terhubung dengan Jakarta dan Seoul, termasuk organisasi non-pemerintah seperti CityNet dan Plan International, diharapkan mampu untuk membantu Jakarta dan Seoul saling berbagi pengalaman, melakukan kerja sama, serta kolaborasi untuk kemajuan pembangunan kota.

WhatsApp Image 2018-03-23 at 10.28.00 (1) WhatsApp Image 2018-03-23 at 10.28.01 WhatsApp Image 2018-03-23 at 10.28.00

Sesi II merupakan sesi yang membahas tentang pemberdayaan dan peningkatan kapasitas developer aplikasi start-up oleh Pemerintah Kota Seoul/Seoul Metropolitan Government (SMG). Penjelasan terkait hal ini diberikan oleh Seoul App Development Center. Adapun beberapa hal penting yang mengemuka dari sesi II ini berupa:

  • Seoul App Development Center merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Seoul dalam mendukung pengembangan bisnis berbasis information, communication, and technology (ICT) di kota Seoul. Berdiri pada tahun 2011, Seoul App Development Center berkegiatan di Gedung milik Pemerintah Kota Seoul.
  • Seoul App Development Center fokus dalam memberdayakan bisnis start-up berbasis ICT untuk memastikan tidak tertinggalnya kota Seoul dalam perkembangan ICT.
  • Seoul App Development Center menyediakan sarana bagi para pebisnis start-up untuk berkreasi. Penyediaan ruang pengembangan untuk ujicoba aplikasi yang sedang dikembangkan serta peminjaman alat untuk ujicoba tersebut.
  • Seoul App Development Center memiliki beberapa program untuk mendukung bisnis start-up berbasis ICT berupa: (i) program edukasi dan mentoring; (ii) menghubungkan pebisnis dengan investor dan penyandang dana; (iii) melaksanakan event untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengembangan ICT dalam pembangunan kota; dan (iv) mendukung pemasaran produk ICT.
  • Semenjak 2011, Seoul App Development Center telah memberikan edukasi terkait ICT kepada ±1000 orang; memperkejakan 120 orang; memberikan 100 kali konsultasi; dan melakukan 10 kali networking events.
  • Seoul App Development Center juga menyediakan penyewaan alat untuk pengembangan ICT. Sampai saat ini, telah terjadi ±000 peminjaman alat.

WhatsApp Image 2018-03-23 at 13.53.47 WhatsApp Image 2018-03-23 at 13.53.47 (1) WhatsApp Image 2018-03-23 at 13.53.47 (2) WhatsApp Image 2018-03-23 at 13.53.47 (3)

Sesi III merupakan sesi berbagi pengalaman dengan Plan International Korea National Office terkait mewujudkan pemberdayaan anak dan perempuan di Indonesia dan Korea. Adapun beberapa hal penting yang mengemuka dari sesi II ini berupa:

  • Plan International Korea berdiri pada tahun 1953 setelah perang Korea dengan bertujuan untuk membantu restorasi kehidupan masyarakat Korea setelah perang. Plan International Korea terletak di kota Seongnam, Korea Selatan yang dikenal sebagai kota pengembangan ICT Korea.
  • Plan International Korea merupakan lembaga pengelola donor untuk kemudian disalurkan ke berbagai Plan International Country Office yang tersebar di seluruh dunia dan sesuai dengan agenda Plan International Korea.
  • Plan International Korea mengelola donor yang 48% berasal dari pihak Pemerintah (Pemerintah Kota seluruh Dunia) dan 52% berasal dari pihak swasta.
  • Plan International Korea juga telah banyak mendukung pelaksanaan berbagai proyek Plan International Indonesia.

Check Also

Diskusi dengan KOTAKU

DISKUSI DENGAN PERWAKILAN BANK DUNIA, KOTAKU, DAN HCC TERKAIT PENANGANAN KAWASAN KUMUH DI JAKARTA

Jakata, Rabu 18 Juli 2018, Kedeputian bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup melakukan diskusi dengan …