Home / Kliping / “Urban Farming” ala Petani Pulo Kambing…
Petugas dari Petani kerabat Pulo Kambing merawat tanaman kangkung hasil budidaya hidroponik di Jakarta Timur, Kamis (22/3/2018) (Kompas.com/Setyo Adi) 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ""Urban Farming" ala Petani Pulo Kambing...", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/03/28/14241821/urban-farming-ala-petani-pulo-kambing. 
Penulis : Setyo Adi Nugroho
Editor : Icha Rastika
Petugas dari Petani kerabat Pulo Kambing merawat tanaman kangkung hasil budidaya hidroponik di Jakarta Timur, Kamis (22/3/2018) (Kompas.com/Setyo Adi) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ""Urban Farming" ala Petani Pulo Kambing...", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/03/28/14241821/urban-farming-ala-petani-pulo-kambing. Penulis : Setyo Adi Nugroho Editor : Icha Rastika

“Urban Farming” ala Petani Pulo Kambing…

Petugas dari Petani kerabat Pulo Kambing merawat tanaman kangkung hasil budidaya hidroponik di Jakarta Timur, Kamis (22/3/2018) (Kompas.com/Setyo Adi)  Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ""Urban Farming" ala Petani Pulo Kambing...", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/03/28/14241821/urban-farming-ala-petani-pulo-kambing.  Penulis : Setyo Adi Nugroho Editor : Icha Rastika
Petugas dari Petani kerabat Pulo Kambing merawat tanaman kangkung hasil budidaya hidroponik di Jakarta Timur, Kamis (22/3/2018) (Kompas.com/Setyo Adi)

JAKARTA, KOMPAS.com – Membudidayakan sayuran ternyata bisa dilakukan di rumah sendiri. Warga Jalan Swadaya, Jakarta Timur, misalnya, mereka membudidayakan kangkung dan pakcoy secara hidroponik di tengah kota. Pertanian perkotaan ( urban farming) digeluti komunitas Petani Kerabat Pulo Kambing (PKPK) di wilayah itu sejak 2014. “Kita pilih kangkung dan pakcoy karena banyak yang suka selain itu cepat panen. Kangkung hanya butuh 15 sampai 24 hari untuk panen. Pakcoy sedikit lebih lama yakni 30 sampai 40 hari,” ucap Dini Nurdiani (30), pengurus PKPK saat ditemui Kompas.com, beberapa waktu lalu. Baca juga : Berkat Urban Farming, Warga Cempaka Putih Tinggal Petik Sayuran dan Buahan Dini ketika itu tengah menyemai bibit kangkung di atap Rumah Kreatif Bersatu Nusantara (RKBN), tempat mereka berkegiatan urban farming. Di atas atap itu, ada empat “frame A” untuk penanaman berdiri. “Ini media tanamnya ada ‘A frame’ di mana satu ‘frame’ terdiri dari 270 lubang. Bisa untuk kangkung, pakcoy dan endive,” ucap Dini. Petugas dari Petani kerabat Pulo Kambing merawat tanaman kangkung hasil budidaya hidroponik di Jakarta Timur, Kamis (22/3/2018) (Kompas.com/Setyo Adi) Saat musim panen, ibu-ibu dari sekitar RKBN biasanya akan datang untuk merasakan panen kangkung dan pakcoy. Baca juga : Supermarket dan Hotel Mulai Lirik Hasil Urban Farming di Kelurahan Cempaka Putih Timur Per kilonya, kangkung dihargai Rp 16.000 dan pakcoy seharga Rp 30.000. Selain ke konsumen langsung, biasanya sudah ada agen sayuran yang mengantre untuk membeli hasil panen mereka. Petugas dari Petani kerabat Pulo Kambing memperlihatkan hasil panen tanaman kangkung hasil budidaya hidroponik di Jakarta Timur, Kamis (22/3/2018) (Kompas.com/Setyo Adi) Dini berharap, masyarakat sekitar Kampung Pulo Kambing dapat bergerak untuk ikut bertani hidroponik. Apalagi, kata dia, modal untuk bertanam kangkung tidak lebih dari Rp 10.000. “Memang belum sama peralatan lain, tetapi itu bisa jadi kegiatan di rumah dan menjadi penyegar suasana di rumah. Hasilnya bisa dinikmati sendiri,” ucap Dini. Menurut Dini, kelompok pertanian kota ini kerap didatangi warga yang ingin berlajar urban farming. Mereka ingin tahu bagaimana cara bercocok tanam di tengah lahan yang sempit.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “”Urban Farming” ala Petani Pulo Kambing…”, https://megapolitan.kompas.com/read/2018/03/28/14241821/urban-farming-ala-petani-pulo-kambing.
Penulis : Setyo Adi Nugroho
Editor : Icha Rastika

Check Also

Kondisi Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (20/8/2019).(KOMPAS.com/CYNTHIA LOVA)

Pro Kontra Masyarakat Terkait PKL yang Masih Menjamur di Atas Trotoar

JAKARTA, KOMPAS.com – Para pedagang kaki lima (PKL) di trotoar Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta …