Home / Kliping / Kampung Akuarium yang Dihancurkan dan Dibangun Kembali Pemprov DKI
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) saat menerima simbolis desain rumah pada peringatan dua tahun penggusuran di Kampung Akuarium , Penjaringan, Jakarta, Sabtu (14/4/2018). Peringatan yang bertajuk Dari Shelter Menuju Harapan Kampung yang Baru tersebut menampilkan pertunjukan warga kampung seperti musik dan tarian daerah.(MAULANA MAHARDHIKA)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kampung Akuarium yang Dihancurkan dan Dibangun Kembali Pemprov DKI...", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/04/16/06472091/kampung-akuarium-yang-dihancurkan-dan-dibangun-kembali-pemprov-dki. 
Penulis : Jessi Carina
Editor : Icha Rastika
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) saat menerima simbolis desain rumah pada peringatan dua tahun penggusuran di Kampung Akuarium , Penjaringan, Jakarta, Sabtu (14/4/2018). Peringatan yang bertajuk Dari Shelter Menuju Harapan Kampung yang Baru tersebut menampilkan pertunjukan warga kampung seperti musik dan tarian daerah.(MAULANA MAHARDHIKA) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kampung Akuarium yang Dihancurkan dan Dibangun Kembali Pemprov DKI...", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/04/16/06472091/kampung-akuarium-yang-dihancurkan-dan-dibangun-kembali-pemprov-dki. Penulis : Jessi Carina Editor : Icha Rastika

Kampung Akuarium yang Dihancurkan dan Dibangun Kembali Pemprov DKI

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) saat menerima simbolis desain rumah pada peringatan dua tahun penggusuran di Kampung Akuarium , Penjaringan, Jakarta, Sabtu (14/4/2018). Peringatan yang bertajuk Dari Shelter Menuju Harapan Kampung yang Baru tersebut menampilkan pertunjukan warga kampung seperti musik dan tarian daerah.(MAULANA MAHARDHIKA) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kampung Akuarium yang Dihancurkan dan Dibangun Kembali Pemprov DKI...", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/04/16/06472091/kampung-akuarium-yang-dihancurkan-dan-dibangun-kembali-pemprov-dki.  Penulis : Jessi Carina Editor : Icha Rastika
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) saat menerima simbolis desain rumah pada peringatan dua tahun penggusuran di Kampung Akuarium , Penjaringan, Jakarta, Sabtu (14/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Beda pemerintahan beda pula kebijakannya. Suatu masalah yang sama bisa bisa disikapi dengan cara yang berbeda jika kepala daerahnya berganti. Kasus Kampung Akuarium di Jakarta Utara misalnya. Dua tahun lalu, Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama menggusur tempat itu. Kini, Pemprov DKI akan membangunnya kembali. Beberapa bulan setelah dilantik, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berdialog dengan warga dari 16 kampung yang tergabung dalam Jaringan Rakyat Miskin Kota. Pertemuannya dengan warga menghasilkan beberapa poin kesepakatan, salah satunya adalah pembangunan shelter untuk warga Kampung Akuarium. Shelter yang dimaksud yakni tempat penampungan sementara yang dibuat untuk warga.  Shelter itu dibangun karena kini masih banyak warga yang bertahan meski harus tinggal di atas puing-puing Kampung Akuarium yang ditertibkan. Baca juga: Warga Kampung Akuarium Ingin Rumah Barunya Mirip dengan yang Dulu Shelter tersebut kini sudah selesai dibangun. Warga sudah bisa menetap di sana. Pembangunan shelter pun baru sebuah awal. Berikutnya, Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Anies-Sandiaga Uno akan membangun kembali kampung itu dari puing-puing. “Pertama shelter. Yang kedua adalah perencanaan bersama,” ujar Anies saat menghadiri peringatan dua tahun penggusuran di kampung tersebut, Sabtu (14/4/2018). Sementara itu, untuk perencanaan bersama dilakukan dengan dukungan perkumpulan warga Kampung Akuarium dan arsitek dari Rujak Center for Urban Studies. Anies mengatakan, selama dua tahun, warga Kampung Akuarium hidup dalam penderitaan setelah rumah mereka digusur. Dia ingin menyudahi penderitaan itu. “Cukup sudah peristiwa-peristiwa pembongkaran paksa yang tidak memiliki dasar pada prinsip keadilan. Kami akan kembalikan keadilan itu,” katanya.  Usulan desain rumah Pembangunan Kampung Akuarium ini belum tahu kapan akan dilaksanakan. Meski demikian, Anies sudah menerima usulan konsep rumah baru dari warga. Dalam maket rumah yang ditampilkan terdiri atas dua jenis yakni yang bertingkat dua dan tidak bertingkat. Maket rumah berwarna cokelat muda tersebut terdiri atas satu pintu dan tiga jendela. Berbeda dengan shelter yang tinggal beralas bebatuan bekas gusuran, dalam maket rumah berbentuk rumah panggung. “Warga membuat usulan ada pihak maketnya dibuat dua lantai. Nanti kita lihat mana yang paling sesuai. Bisa mengakomodasi semua kebutuhan yang ada di sini,” ujar Anies. Anies memang belum memutuskan apakah desain rumah itu akan dia gunakan. Dia hanya memastikan bahwa Kampung Akuarium akan dikembalikan seperti sedia kala. “Nanti akan dibangun lagi di sini kampung sehingga Kampung Akuariumnya kembali seperti semula. Dalam artian tempat berkumpulnya warga, berkegiatan ekonomi, (dan) berkegiatan sosial. Bentuknya (dan) rancangannya. Nah, itu kita buat bersama-sama,” kata Anies. Mengingat kembali Ada alasan kenapa Kampung Akuarium digusur pada zaman mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Dulu, pria yang akrab disapa Ahok ingin membangun sheetpile di tempat berdirinya bangunan warga di samping Museum Bahari dan Pasar Ikan. Ahok juga mengatakan, tanggul harus dibangun untuk mencegah air laut masuk. “Kalau air laut masuk, kita pakai apa? Doa, jampi-jampi, atau tabur bunga?” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, pada Selasa 7 Juni 2016. Baca juga: Desain Rumah Baru Kampung Akuarium, Ada Lahan Parkirnya Selain itu, dalam proses pengurukan usai penertiban, Pemprov DKI menemukan benteng peninggalan zaman Belanda di dekat permukiman. Ahok mengatakan, benteng tersebut tenggelam dua meter di bawah muka laut. Kata Ahok, itu dulu adalah gudang milik VOC. Ketika itu, Ahok ingin merestorasi benteng itu. “Di sana tuh ada pos penjaga untuk berdiri prajurit begitu. (Bentuk) yang asli kan masih ada, tetapi ada yang di bawah (tenggelam), termasuk pintu bulatnya. Nah, kita mau balikin,” kata Ahok. Penemuan cagar budaya membuat Ahok semakin tidak bisa memenuhi permintaan warga membuat kampung susun di sana. Ahok juga tidak yakin dengan klaim warga yang mengaku punya sertifikat atas tanah yang mereka duduki. “Kalau kamu tinggal di laut, itu dari mana dapat sertifikat?” kata Ahok. Selain itu, Ahok mengatakan, permukiman warga di Kampung Akuarium juga berada di atas lahan yang berstatus milik PD Pasar Jaya. Menurut dia, dulunya di lokasi tersebut ada pasar yang kemudian lahannya diambil alih warga untuk membangun tempat tinggal. “Dilihat dong sejarahnya, kapan mereka menjarah. Itu tanah negara. Ketika kita buat pasar, dijarah juga, didudukin buat rumah,” ujar Ahok. Banyak rencana yang dimiliki Ahok terhadap kawasan itu. Namun, penemuan cagar budaya membuat eksekusi penataan kawasan menjadi lama. Kampung yang sudah rata dengan tanah itu dibiarkan begitu saja. Sampai akhirnya, warga kembali membangun tenda-tenda di sana.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Kampung Akuarium yang Dihancurkan dan Dibangun Kembali Pemprov DKI…”, https://megapolitan.kompas.com/read/2018/04/16/06472091/kampung-akuarium-yang-dihancurkan-dan-dibangun-kembali-pemprov-dki.
Penulis : Jessi Carina
Editor : Icha Rastika

Check Also

Sejumlah alat berat beroperasi di lokasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (17/1). Dana bantuan kemitraan Pemprov DKI Jakarta kepada Pemkot Bekasi pada 2018 berkurang Rp116 miliar dibanding 2017 yang diperuntukkan bagi kebutuhan infrastruktur publik dan dana kompensasi warga sekitar TPST Bantar Gebang. ANTARA FOTO/Risky Andrianto/aww/18.(Risky Andrianto)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jika Hibah Tak Cair, Pemkot Bekasi Ancam Larang Truk Sampah DKI Melintas", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/10/14/20002381/jika-hibah-tak-cair-pemkot-bekasi-ancam-larang-truk-sampah-dki-melintas. 
Penulis : Dean Pahrevi
Editor : Sandro Gatra

Jika Hibah Tak Cair, Pemkot Bekasi Ancam Larang Truk Sampah DKI Melintas

BEKASI, KOMPAS.com – Pemerintah Kota Bekasi mengancam akan melarang truk sampah DKI mengakses jalan dari …