Home / Jakarta Berketahanan / Pertemuan Rutin Mingguan Jakarta Berketahanan dengan Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup
WhatsApp Image 2018-05-11 at 3.22.40 PM

Pertemuan Rutin Mingguan Jakarta Berketahanan dengan Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup

WhatsApp Image 2018-05-11 at 3.22.40 PM

Jakarta, 11 Mei 2018

Pada hari Jumat tanggal 11 Mei 2018 telah dilaksanakan kegiatan Pertemuan Rutin Mingguan (Weekly Meeting) antara Jakarta Berketahanan dengan Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup (CRO Jakarta Berketahanan/Resilient Jakarta).

Pertemuan tersebut merupakan rapat rutin yang dilakukan oleh Jakarta Berketahanan dengan pihak Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup selaku CRO Jakarta Berketahanan/Resilient Jakarta. Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Deputi Gubernur TRLH dan dihadiri oleh Tim Sekretariat Jakarta Berketahanan yang terdiri dari Sdr. Tri Mulyani Sunarharum (Program Manager Resilient Jakarta), Sdr. Rendy Primrizqi (Communication Officer), dan Sdr. Mery Ana Farida (Staf Intern).

WhatsApp Image 2018-05-11 at 3.22.40 PM (1) WhatsApp Image 2018-05-11 at 3.22.40 PM

Beberapa hal yang dapat disampaikan dari kegiatan pertemuan rutin mingguan tersebut antara lain:

  1. Kemajuan untuk Buku PRA terkait format yang diserahkan kepada pihak Deputi perlu direvisi/diperbaiki lagi karena masih berantakan dan pihak Deputi Gubernur TRLH meminta agar Final Draft yang sudah rapih harus diserahkan kembali pada hari Senin tanggal 14 Mei 2018 untuk ditinjau ulang.
  2. Untuk persiapan Fase II/Transisi memasuki Fase II dalam penyusunan strategi ketahanan kota, maka perlu ditentukan pendekatan yang akan digunakan serta perlu dibuat Scope of Work (SoW) dengan dibuat Logical Frameworknya terlebih dahulu. SoW tersebut sebaiknya selesai paling lambat pada hari Selasa sore tanggal 15 Mei 2018. Scope of Work tersebut juga harus mencakup hal-hal penting seperti: pendekatan/approach apa yang akan digunakan, rencana pemetaan/mapping (apa saja yang akan dilakukan, setelah kegiatan selesai selanjutnya harus bagaiaman/tindak lanjut, dll.), serta tools yang akan digunakan apa, apakah berupa Forum/Pokja/Workshop, serta mencakup target dan tahapan-tahapan dengan dilengkapi tolak ukur/benchmark untuk masing-masing tahapan.
  3. Menurut Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup (CRO), untuk Fase II ini perlu dilakukan pemetaan “Brief Note” yang berisi informasi singkat secara terpadu terkait dengan kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan. Jakarta Berketahanan sendiri diharapkan juga agar lebih kreatif dan bekerja keras dalam penyusunan strategi ketahanan kota di Fase II tersebut, karena diharapkan ke depannya Jakarta Berketahanan dapat lebih mandiri/Independen.
  4. Terkait dengan kemajuan Hosting Website, proses pemindahan telah dimulai dan sudah dibayar oleh pihak UCLG-ASPAC, namun tidak ada alokasi dana untuk pihak pengelola dari website tersebut dari UCLG-ASPACnya sendiri.
  5. Kemajuan untuk Laporan bulan April masih dalam proses dan akan segera dilaporkan kepada CRO.
  6. Untuk kemajuan SDGs, bahan paparan telah dikirim kepada pihak Deputy CRO Jakarta Berketahanan dan perlu dilakukan pemaparan kepada pihak Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup (CRO) pada hari Senin tanggal 14 Mei 2018 yang akan dilakukan oleh pihak Deputy CRO, Bpk. Dede Herland didampingi oleh Sdr. Mery Ana Farida selaku Staf Intern yang ditugaskan untuk perumusan Localizing SDGs di Jakarta.
  7. Selanjutnya, dalam pertemuan tersebut juga turut dibahas mengenai permohonan dari Yayasan IBU untuk difasilitasi dalam hal Pertemuan Advokasi dan FGD Alat Monitoring Ketahanan Berbasis Anak dan Orang Muda. Terdapat beberapa arahan dari Deputi Gubernur DKI Jakarta TRLH bahwa: (i) Sebaiknya TOR yang telah dibuat oleh Yayasan IBU juga mengulas keterkaitan kegiatan yang dimaksud di TOR dengan Desain Besar Jakarta Menuju Kota Layak Anak (KLA), dengan Desain Besar Penanggulangan Bencana Berbasis Komunitas (PBBK), dan dengan tujuan mewujudkan Jakarta yang Berketahanan; (ii) Dalam TOR tersebut juga sebaiknya disebutkan posisi program dan kegiatan Advokasi dan FGD Alat Monitoring Ketahanan Kota Berbasis Anak dan Orang Muda terhadap kedua Desain Besar yang dimaksud dan terhadap tujuan mewujudkan Jakarta Berketahanan. Pihak Jakarta Berketahanan juga diminta untuk mengirimkan Dokumen Final Desain Besar KLA kepada Yayasan IBU untuk dipelajari, dan sebagai tindak lanjut akan diadakan pertemuan lanjutan antara pihak Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup (CRO) dengan Yayasan IBU minggu depan untuk membahas tentang hal tersebut. Diharapkan pihak Yayasan IBU juga mempersiapkan TOR yang telah direvisi dan bahan paparan untuk diskusi mengenai keterkaitan program dan kegiatan yang dibawa oleh Yayasan IBU dengan Desain Besar KLA, PBBK, dan Jakarta Berketahanan.
  8. Pada rapat tersebut juga dibahas mengenai Penerimaan Mahasiswa Kerja Praktik UNDIP serta kemajuan dari Surat Keterangan Penerimaan Mahasiswa KP. Menurut Deputi Gubernur TRLH, Laporan yang dibuat oleh anak Kerja Parktik nantinya akan terdiri dari 2 (dua) Laporan, yaitu: (i) Laporan Kerja Praktik (KP); dan (ii) Laporan Tematik. Mereka juga diharapkan dapat belajar mengenai proses dan diharuskan membuat laporan kerja harian/logbook/time-sheet.

Check Also

PMI1

Pertemuan dengan Tim PMI Prov. DKI Jakarta terkait rencana pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD)

Jakarta, Senin 2 Juli 2018, Kedeputian Tata Ruang dan Lingkungan Hidup menerima kunjungan Tim PMI …