Home / Kliping / Terlalu Rendah, Pajak Penerangan Jalan DKI Akan Dinaikkan
Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta Edi Sumantri di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (20/11/2017).(KOMPAS.com/NURSITA SARI)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Terlalu Rendah, Pajak Penerangan Jalan DKI Akan Dinaikkan", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/05/14/20015131/terlalu-rendah-pajak-penerangan-jalan-dki-akan-dinaikkan. 
Penulis : Nibras Nada Nailufar
Editor : Dian Maharani
Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta Edi Sumantri di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (20/11/2017).(KOMPAS.com/NURSITA SARI) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Terlalu Rendah, Pajak Penerangan Jalan DKI Akan Dinaikkan", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/05/14/20015131/terlalu-rendah-pajak-penerangan-jalan-dki-akan-dinaikkan. Penulis : Nibras Nada Nailufar Editor : Dian Maharani

Terlalu Rendah, Pajak Penerangan Jalan DKI Akan Dinaikkan

Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta Edi Sumantri di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (20/11/2017).(KOMPAS.com/NURSITA SARI) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Terlalu Rendah, Pajak Penerangan Jalan DKI Akan Dinaikkan", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/05/14/20015131/terlalu-rendah-pajak-penerangan-jalan-dki-akan-dinaikkan.  Penulis : Nibras Nada Nailufar Editor : Dian Maharani
Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta Edi Sumantri di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (20/11/2017).(KOMPAS.com/NURSITA SARI)

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemprov DKI Jakarta dan DPRD tengah membahas revisi Perda Nomor 15 Tahun 2010 tentang Pajak Penerangan Jalan. Dalam perda itu, DKI berencana merevisi besaran pajak yang selama ini dianggap terlalu rendah. “UU Nomor 28/2009 menyampaikan setinggi-tingginya tarif pajak penerangan jalan 10 persen. DKI hanya 2,4 persen, Bekasi sudah 6 persen, Depok, Bogor 6 persen, Ambon sudah 10 persen,” kata Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta Edi Sumantri di DPRD, Senin (14/5/2018). Edi mengatakan, sudah 10 tahun besaran pajak tak dinaikkan. Menurutnya, kenaikan ini adalah langkah penyesuaian terhadap kantong pendapatan lain. Baca juga: Kenaikan Pajak Parkir Ditargetkan Naikkan Pendapatan DKI Rp 58 Miliar Warga DKI diminta tak perlu khawatir dengan kenaikan ini. Sebab dampaknya hanya akan dirasakan kelompok menengah ke atas. Masyarakat dengan daya 450 VA dan 900 VA tetap dipungut 2,5 persen dari tagihannya sebagai pajak penerangan jalan. “Nanti dari yang 2.200 VA sampai 3.500 VA naik menjadi 3,5 persen. Setinggi-tingginya hanya 5 persen,” ujar Edi. Dengan kenaikan ini, penerimaan DKI dari penerangan jalan bakal bertambah signifikan. “Naik jadi Rp 1,150 triliun. Dari tahun lalu Rp 750 miliar,” kata Edi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Terlalu Rendah, Pajak Penerangan Jalan DKI Akan Dinaikkan”, https://megapolitan.kompas.com/read/2018/05/14/20015131/terlalu-rendah-pajak-penerangan-jalan-dki-akan-dinaikkan.
Penulis : Nibras Nada Nailufar
Editor : Dian Maharani

Check Also

Petugas UPK Badan Air, sedang membersihkan sampah di kali Ciliwung, Krukut Atas, Tanah Abang Jakarta Pusat. 


Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Sandiaga Klaim Revitalisasi Sungai Ciliwung Bisa Serap 1.200 Lapangan Kerja Berorientasi Lingkungan, http://jakarta.tribunnews.com/2018/07/11/sandiaga-klaim-revitalisasi-sungai-ciliwung-bisa-serap-1200-lapangan-kerja-berorientasi-lingkungan.

Editor: Wahyu Aji

Sandiaga Klaim Revitalisasi Sungai Ciliwung Bisa Serap 1.200 Lapangan Kerja Berorientasi Lingkungan

TRIBUNJAKARTA.COM, SINGAPURA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menghadiri World Cities Summit di Singapura. Dalam …