Home / Kliping / Serupa Jakarta, “Co-working Space” di Bangkok Jadi Tren

Serupa Jakarta, “Co-working Space” di Bangkok Jadi Tren

Suasana kerja di co-working space.(angelrealestate.co.th) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Serupa Jakarta, "Co-working Space" di Bangkok Jadi Tren", https://properti.kompas.com/read/2018/05/28/130124321/serupa-jakarta-co-working-space-di-bangkok-jadi-tren. Penulis : Erwin Hutapea Editor : Hilda B Alexander
Suasana kerja di co-working space.(angelrealestate.co.th)

KOMPAS.com – Tren co-working space (ruang kerja bersama) berkembang makin pesat di seluruh dunia, mulai dari Amerika Serikat, Eropa, hingga sejumlah negara di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia, dan Thailand. Di Indonesia fenomena co-working space mulai ada sejak tiga tahun lalu. Namun, ini hanya terjadi di Jakarta. Seiring dinamika pasar, kota-kota lain mengikuti dan perkembangannya kian pesat. Serupa Jakarta, Bangkok pun mengalami fenomena ini. Bahkan, pertumbuhannya makin pesat seiring permintaan dari perusahaan-perusahaan rintisan. Ide ruang kerja bersama muncul di San Francisco, AS, pada tahun 2015 dan sejak saat itu terus menjadi semakin populer. Menurut World Economic Forum, saat ini jumlah pekerja lepas (freelancer) di Amerika Serikat sudah mencapai 35 persen dan di Eropa 16 persen. Peningkatan jumlahnya juga terjadi di Asia. Pekerja lepas bisa bekerja dari jarak jauh dan  mereka lebih memilih bekerja di ruang kerja bersama, di mana mereka bisa bekerja di ruang yang nyaman dan profesional dengan orang yang berlatar belakang profesi yang berbeda. Beberapa ruang kerja bersama juga menawarkan ruang pertemuan, dapur, dan area publik. Hal itu berarti perusahaan tidak perlu membayar banyak untuk menyewa kantor mereka. Perusahaan bisa memilih untuk membayar biaya sewa harian atau bulanan. Jenis pekerjaan seperti ini lebih fleksibel dibanding gaya kerja konvensional. Pentingnya “co-working space” di Thailand Saat ini semakin banyak orang yang harus bepergian sambil bekerja pada waktu yang sama. Sebagian besar perusahaan pun memberi kebebasan kepada karyawannya untuk bekerja dari mana saja asalkan ada koneksi internet yang bagus. Bekerja bersama menciptakan ruang bagi para pengembara di dunia digital, orang yang sering bepergian, dan para pekerja lepas. Sejumlah studi menunjukkan bahwa orang-orang tersebut biasanya bekerja di bidang jasa, seperti di perusahaan arsitektur, perancang, dan fotografer. Dalam beberapa tahun terakhir, Thailand berhasil menarik begitu banyak wisatawan dari seluruh dunia. Hal itu membuat pariwisata menjadi salah satu sumber pendapatan utama negara kerajaan tersebut. Ada lebih dari 60 ruang kerja bersama yang terdapat di Bangkok, Chiang Mai, Pattaya, Pukhet, dan lain-lain. Beberapa di antaranya bekerja sama dengan kafe dan hostel sehingga memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi wisatawan. Di kota seperti Bangkok, tentunya tempat yang Anda inginkan yaitu sesuai pilihan dan minat. Anda akan senang bertemu dengan orang-orang dari seluruh dunia, mendapat teman baru, membuka peluang baru, dan lain-lain. Untungnya, Bangkok merupakan pemimpin dalam bisnis ruang kerja bersama. Jika Anda mencari tempat untuk mengembangkan bisnis online (daring), menciptakan karya kreatif, atau sekadar tempat untuk bersantai dan membalas email, ada sejumlah tempat di Bangkok di mana Anda bisa bekerja dengan nyaman. Berikut ini beberapa ruang kerja bersama yang tidak boleh Anda lewatkan ketika berkunjung ke Bangkok:

1. Hubba Hubba telah menjadi ruang kerja bersama yang paling dikenal bagi penggunanya. Kelebihannya tidak hanya buka selama 24 jam pada hari kerja, tetapi harga tiket hariannya cuma 299 baht (sekitar Rp 131.000) dan 2.990 baht (sekitar Rp 1,3 juta) per bulan. Cabangnya terletak di berbagai tempat. Anda bisa memilih, misalnya di Siam, Ekkamai, dan PraKanong, di mana terdapat lokasi bisnis dan komersial di Bangkok.

2. The Hive (Thong Lor dan Pra Kanong) Berlokasi di tengah Thonglor, The Hive terdiri dari 5 lantai, termasuk kafe di lantai teratas serta lounge dengan teras dan spa yang memberikan layanan pijat kaki. The Hive juga menawarkan tarif khusus untuk perusahaan baru, pengusaha, dan badan amal. Kadang Anda bisa menemukan berbagai acara dan aktivitas permainan pada hari tertentu di akun Facebook-nya. Acara kumpul bersama dengan orang dengan latar belakang juga merupakan salah satu program dari The Hive.

3. The Work Loft Terletak di Silom, pusat bisnis kota Bangkok, The Work Loft menawarkan berbagai fasilitas, seperti lounge, teras yang berada di luar, pemindai, mesin fotokopi, dan loker. Jika Anda merasa lelah bekerja di sini, Anda bisa membeli kopi atau alkohol. Setelah jam kerja, Anda bisa bergabung dalam acara dan permainan menarik yang diadakan secara rutin oleh manajemen The Work Loft. Ruang kerja bersama tidak hanya muncul di area publik, tetapi saat ini sejumlah apartemen juga menawarkan ruang kerja bersama untuk para penghuninya.

Dengan demikian, orang-orang tidak perlu pergi jauh dari tempat tinggalnya, tetapi mereka bisa menikmati suasana seperti bekerja di rumah. Konsep ruang kerja bersama ini mengalami pertumbuhan yang cukup pesat, terutama di Asia Pasifik. Menurut Jones Lang LaSalle (JLL) perkembangannya lebih cepat dibandingkan kawasan lainnya di dunia. Hal ini dapat dilihat dari riset JLL yang menunjukkan bahwa pasokan co-working space dan serviced office tumbuh 35,7 persen per tahun. Pasokan tersebut lebih tinggi ketimbang pertumbuhan di Amerika Serikat yang mencapai 25,7 persen dan di Eropa 21,6 persen. “Kami meneliti kantor berbagi di 12 pasar utama Asia Pasifik. Selama 2014 hingga 2017, pertumbuhannya 150 persen,” kata Kepala Riset Solusi Korporasi JLL Asia Pasifik Susan Sutherland dalam keterangannya kepada Kompas.com, Rabu (16/5/2018). JLL memprediksi pertumbuhan tersebut akan terus berlanjut hingga tahun 2030. Saat itu, porsi kantor berbagi akan mengambil 30 persen dari properti komersial di seluruh dunia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Serupa Jakarta, “Co-working Space” di Bangkok Jadi Tren”, https://properti.kompas.com/read/2018/05/28/130124321/serupa-jakarta-co-working-space-di-bangkok-jadi-tren.
Penulis : Erwin Hutapea
Editor : Hilda B Alexander

About hildaje

Check Also

sampah di pulau tidung

Sampah di Pulau Tidung Diangkut

Sampah di Pulau Tidung telah berhasil diangkut petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu. Pengangkutan …