Home / Kegiatan / Audiensi dengan Dr. Weber Chen selaku Executive Director of Soil and Ground Water Pollution Remediation Funds, Environmental Protection Administration, Executive Yuan, Taiwan dan Perwakilan TETO
20180625_104747

Audiensi dengan Dr. Weber Chen selaku Executive Director of Soil and Ground Water Pollution Remediation Funds, Environmental Protection Administration, Executive Yuan, Taiwan dan Perwakilan TETO

Jakarta, 25 Juni 2018

20180625_092316

Telah berlangsung audiensi antara pihak Kedeputian bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup dengan Dr. Weber Chen  selaku Executive Director of Soil and Grounwater Pollution Remediation Funds, Environmental Protection Administration, Executive Yuan, Taiwan beserta para delegasi dan perwakilan dari Taipei Economic Trade Office (TETO). Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Deputi Gubernur bidang TRLH dan didampingi oleh Asdep Tata Ruang serta staf Kedeputian.

Turut hadir dalam audiensi tersebut yakni perwakilan dari Dinas Perindustrian dan Energi (DPE), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Biro KDH dan KLN, Dinas Sumber Daya Air (DSDA), Biro PKLH, Dinas Cipta Karya dan Biro Perekonomian.

20180625_093230

Adapun tujuan audiensi Mr. Weber beserta para delegasi yakni mendiskusikan upaya perlindungan lingkungan, khususnya di kota Jakarta antara pihaknya dengan Pemprov DKI Jakarta. Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan dengan Deputi Gubernur bidang TRLH saat menghadiri acara Air Quality Management Policy Exchange Workshop yang telah diselenggarakan oleh Pemerintah Taiwan dan Kementerian Lingkungan Hidup AS di Taipei 4-7 Juni 2018 lalu. Lokakarya tersebut merupakan ajang bertukar pengetahuan di antara kota Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Dari hasil audiensi tersebut terdapat beberapa pembahasan penting yang dapat dikemuka, antara lain yakni permasalahan di DKI Jakarta dalam hal konsumsi penggunaan air, pencemaran air dan pengolahan limbah, serta data terkait masih terbilang buruk. Hal tersebut dibuktikan dengan minimnya titik pantau untuk memonitoring ketinggian air tanah yang hanya berjumlah 10, sedangkan di Taiwan sudah memiliki 500 titik pantau. Hal tersebut juga dapat berdampak pada turunnya permukaan tanah di DKI Jakarta, yang dapat menyebabkan banjir. DKI Jakarta juga tidak memiliki sumber mata air, sehingga hanya 60% saja warganya yang terlayani akses air bersih, dikarenakan banyak sungai-sungai di Jakarta sudah tercemar bakteri e-coli.

Adapun 6 (enam) solusi yang ditawarkan kepada pihak Taiwan apabila ingin membantu mengatasi permasalahan tersebut, antara lain yakni (i) Menghemat air; (ii) Perbaikan kualitas air (khususnya 13 sungai di Jakarta), (iii) Menampung air hujan (Setiap bangunan diminta untuk dapat mengolah air hujan untuk dapat dimanfaatkan kembali, melalu skema green building); (iv) Pengolahan air limbah; (v) Melakukan desalinasi; (vi) mengembangkan waterpark dengan kota-kota satelit Jakarta. Adapun tindak lanjut audiensi tersebut yakni mendiskusikan workplan 5 tahun ke depan dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut. Sehingga harapannya, pihak Taiwan dapat membantu Pemprov DKI dalam mewujudkan solusi-solusi tersebut agar terciptanya Kota Jakarta yang layak huni bagi semua.

20180625_104514

kemudian acara audiensi ditutup dengan penyerahan cinderamata dari kedua belah pihak. Semoga hubungan diplomatis terus terjalin antara Jakarta dan Taiwan.

Check Also

Diskusi dengan KOTAKU

DISKUSI DENGAN PERWAKILAN BANK DUNIA, KOTAKU, DAN HCC TERKAIT PENANGANAN KAWASAN KUMUH DI JAKARTA

Jakata, Rabu 18 Juli 2018, Kedeputian bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup melakukan diskusi dengan …