Home / Kliping / DKI Masih Upaya Bebaskan Lahan untuk Normalisasi Sungai
Pekerja menyelesaikan proyek normalisasi Sungai Ciliwung di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Selasa (26/9/2017). Proyek normalisasi bantaran Sungai Ciliwung di kawasan Bukit Duri memasuki tahap pemasangan dinding turap untuk menguatkan bantaran agar tidak longsor sekaligus sebagai salah satu antisipasi banjir.(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "DKI Masih Upaya Bebaskan Lahan untuk Normalisasi Sungai", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/06/29/10520981/dki-masih-upaya-bebaskan-lahan-untuk-normalisasi-sungai. 
Penulis : Nibras Nada Nailufar
Editor : Egidius Patnistik
Pekerja menyelesaikan proyek normalisasi Sungai Ciliwung di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Selasa (26/9/2017). Proyek normalisasi bantaran Sungai Ciliwung di kawasan Bukit Duri memasuki tahap pemasangan dinding turap untuk menguatkan bantaran agar tidak longsor sekaligus sebagai salah satu antisipasi banjir.(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "DKI Masih Upaya Bebaskan Lahan untuk Normalisasi Sungai", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/06/29/10520981/dki-masih-upaya-bebaskan-lahan-untuk-normalisasi-sungai. Penulis : Nibras Nada Nailufar Editor : Egidius Patnistik

DKI Masih Upaya Bebaskan Lahan untuk Normalisasi Sungai

Pekerja menyelesaikan proyek normalisasi Sungai Ciliwung di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Selasa (26/9/2017). Proyek normalisasi bantaran Sungai Ciliwung di kawasan Bukit Duri memasuki tahap pemasangan dinding turap untuk menguatkan bantaran agar tidak longsor sekaligus sebagai salah satu antisipasi banjir.(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "DKI Masih Upaya Bebaskan Lahan untuk Normalisasi Sungai", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/06/29/10520981/dki-masih-upaya-bebaskan-lahan-untuk-normalisasi-sungai.  Penulis : Nibras Nada Nailufar Editor : Egidius Patnistik
Pekerja menyelesaikan proyek normalisasi Sungai Ciliwung di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Selasa (26/9/2017). Proyek normalisasi bantaran Sungai Ciliwung di kawasan Bukit Duri memasuki tahap pemasangan dinding turap untuk menguatkan bantaran agar tidak longsor sekaligus sebagai salah satu antisipasi banjir.(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Teguh Hendarwan mengatakan, pihaknya masih membebaskan lahan untuk proyek normalisasi sungai. Hingga Juni 2018, pembebasan tanah di pinggir sungai sudah hampir 50 persen dari target tahun ini. “Sebelum Lebaran sudah diproses pembayarannya, kami kirim surat perintah membayar (SPM). Kalau terealisasi nilainya Rp 420 miliar. Saat ini menunggu proses pencairan di kas daerah,” kata Teguh, Jumat (29/6/2018). Untuk tahun 2018, Dinas Sumber Daya Air menganggarkan Rp 835 miliar buat pengadaan lahan di sungai dan aliran. Teguh mengatakan meski anggaran bersifat gelondongan, pihaknya memprioritaskan pembebasan di titik-titik yang normalisasinya tertunda. “Sama seperti 2017 yang harus dituntaskan. Kami enggak bergerak dari Sungai Pesanggrahan, Sungai Ciliwung termasuk juga Kali Sunter, Cipinang Melayu, Gang Arus, Bukit Duri, Kampung Melayu, Rawajati, Gedong. Ini jalan terus karena di 2017 ini kan lanjutan kemarin yang semua datanya sudah kami inventarisir, tinggal dibayar,” kata Teguh. Baca juga: DKI Pastikan Normalisasi Sungai dan Relokasi Warga Bantaran ke Rusun Kendati Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) tahun ini tak menganggarkan pekerjaan normalisasi sungai, Teguh berharap normalisasi bisa segera dikerjakan setelah lahan tersedia, tanpa menunggu anggaran tahun berikutnya. Ia mengatakan akan melaporkan titik-titik pembebasan lahan ke Gubernur Anies Baswedan dan BBWSCC. “Kalau Pak Gubernur bersurat ke BBWSCC dia bisa. Karena info yang saya dapat kalau tahun ini bisa, mereka juga bisa percepat. Mungkin APBN-P atau anggaran lainnya,” kata dia. Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) yang berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mempertanyakan kelanjutan normalisasi sungai kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. “Bulan Mei kemarin saya sudah membuat surat ke Bapak Gubernur menanyakan,” kata Kepala BBWSCC Jarot Widyoko, Selasa lalu. Baca juga: Kepala BBWSCC Tanyakan Kelanjutan Normalisasi Sungai ke Gubernur DKI BBWSCC menanyakan kelanjutan normalisasi, sebab pada Agustus dan September, pihaknya sudah mulai melakukan pengadaan untuk tahun 2019. BBWSCC tak ingin menganggarkan normalisasi sungai jika DKI tak bisa menyediakan lahannya seperti yang terjadi tahun lalu, ketika BBWSCC mengembalikan anggaran Rp 40 miliar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “DKI Masih Upaya Bebaskan Lahan untuk Normalisasi Sungai”, https://megapolitan.kompas.com/read/2018/06/29/10520981/dki-masih-upaya-bebaskan-lahan-untuk-normalisasi-sungai.
Penulis : Nibras Nada Nailufar
Editor : Egidius Patnistik

Check Also

Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Saefullah di Lapangan IRTI, Monas, Jakarta Pusat, Senin (30/10/2017).(KOMPAS.com/NURSITA SARI)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Tugas Tim Evaluasi Tata Kelola Air Minum ", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/08/15/17314601/ini-tugas-tim-evaluasi-tata-kelola-air-minum. 
Penulis : Nibras Nada Nailufar
Editor : Dian Maharani

Ini Tugas Tim Evaluasi Tata Kelola Air Minum

JAKARTA, KOMPAS.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membentuk Tim Evaluasi Tata Kelola Air Minum. …