Home / Kliping / MRT Jakarta Mulai Rapikan Taman dan Pedestrian
Pekerja bersama alat berat mengerjakan pembangunan tiang pancang untuk jalan layang MRT di koridor Blok M, Jakarta Selatan, Senin (27/4). (Republika/Raisan Al Farisi)
Pekerja bersama alat berat mengerjakan pembangunan tiang pancang untuk jalan layang MRT di koridor Blok M, Jakarta Selatan, Senin (27/4). (Republika/Raisan Al Farisi)

MRT Jakarta Mulai Rapikan Taman dan Pedestrian

Pekerja bersama alat berat mengerjakan pembangunan tiang pancang untuk jalan layang MRT di koridor Blok M, Jakarta Selatan, Senin (27/4). (Republika/Raisan Al Farisi)
Pekerja bersama alat berat mengerjakan pembangunan tiang pancang untuk jalan layang MRT di koridor Blok M, Jakarta Selatan, Senin (27/4). (Republika/Raisan Al Farisi)
Total keseluruhan panjang pedestrian dan taman yang ditata itu mencapai 1,2 kilometer

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta memulai pekerjaan penataan taman beserta area pejalan kaki atau pedestrian di kawasan yang terkena dampak dari pembangunan infrastruktur tersebut. Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar mengatakan total keseluruhan panjang pedestrian dan taman yang ditata itu mencapai 1,2 kilometer.

“Sekarang ini, kami sudah mulai menata taman-taman dan pedestrian di kawasan yang terkena dampak dari pembangunan proyek MRT,” kata Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar di Jakarta, Selasa (10/7).

Menurut dia, pekerjaan penataan taman dan pedestrian tersebut dilakukan oleh PT MRT Jakarta. Karena penataan taman dan pedestrian itu merupakan salah satu komitmen kami.

“Jadi kami yang akan mengerjakannya. Ada lima kawasan taman dan pedestrian yang ditata,” ujar William.

Dia menuturkan lima kawasan yang saat ini sedang dilakukan penataan oleh pihaknya, antara lain di kawasan Stasiun Senayan, Stasiun Istora, Stasiun Bendungan Hilir, Stasiun Setiabudi dan Stasiun Dukuh Atas. Selain melakukan penataan taman dan pedestrian, kami juga melakukan pengaspalan serta meluruskan jalan-jalan yang terkena dampak dari pembangunan proyek MRT.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan pengaspalan tersebut dilakukan bekerja sama dengan Dinas Bina Marga DKI Jakarta serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI. “Ke depannya, kami berharap agar setelah taman dan pedestrian itu ditata, jalan-jalan juga diaspal, masyarakat dapat ikut serta memelihara dan merawatnya dengan baik, sehingga tetap rapi,” ungkap William.

Check Also

Sejumlah alat berat beroperasi di lokasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (17/1). Dana bantuan kemitraan Pemprov DKI Jakarta kepada Pemkot Bekasi pada 2018 berkurang Rp116 miliar dibanding 2017 yang diperuntukkan bagi kebutuhan infrastruktur publik dan dana kompensasi warga sekitar TPST Bantar Gebang. ANTARA FOTO/Risky Andrianto/aww/18.(Risky Andrianto)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jika Hibah Tak Cair, Pemkot Bekasi Ancam Larang Truk Sampah DKI Melintas", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/10/14/20002381/jika-hibah-tak-cair-pemkot-bekasi-ancam-larang-truk-sampah-dki-melintas. 
Penulis : Dean Pahrevi
Editor : Sandro Gatra

Jika Hibah Tak Cair, Pemkot Bekasi Ancam Larang Truk Sampah DKI Melintas

BEKASI, KOMPAS.com – Pemerintah Kota Bekasi mengancam akan melarang truk sampah DKI mengakses jalan dari …