Home / Kliping / Sandiaga: Tercipta 1.200 Lapangan Kerja Lewat Green Jobs
Warga memanen timun suri yang ditanam di pinggir sungai Ciliwung, Kanal Banjir Barat (KBB), Tanah Abang, Jakarta, Jumat (11/5). Minimnya lahan pertanian di Ibu Kota membuat warga memanfaatkan lahan di pinggiran sungai Ciliwung untuk bercocok tanam aneka sayuran yang kemudian hasilnya dijual ke pasar. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww/18.
Warga memanen timun suri yang ditanam di pinggir sungai Ciliwung, Kanal Banjir Barat (KBB), Tanah Abang, Jakarta, Jumat (11/5). Minimnya lahan pertanian di Ibu Kota membuat warga memanfaatkan lahan di pinggiran sungai Ciliwung untuk bercocok tanam aneka sayuran yang kemudian hasilnya dijual ke pasar. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww/18.

Sandiaga: Tercipta 1.200 Lapangan Kerja Lewat Green Jobs

Warga memanen timun suri yang ditanam di pinggir sungai Ciliwung, Kanal Banjir Barat (KBB), Tanah Abang, Jakarta, Jumat (11/5). Minimnya lahan pertanian di Ibu Kota membuat warga memanfaatkan lahan di pinggiran sungai Ciliwung untuk bercocok tanam aneka sayuran yang kemudian hasilnya dijual ke pasar. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww/18.
Warga memanen timun suri yang ditanam di pinggir sungai Ciliwung, Kanal Banjir Barat (KBB), Tanah Abang, Jakarta, Jumat (11/5). Minimnya lahan pertanian di Ibu Kota membuat warga memanfaatkan lahan di pinggiran sungai Ciliwung untuk bercocok tanam aneka sayuran yang kemudian hasilnya dijual ke pasar. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww/18.
Ini bisa tercapai dengan penataan sepanjang Sungai Ciliwung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan model penataan sepanjang sungai Ciliwung  salah satu dampaknya akan dapat menciptakan 1.200 lapangan kerja berorientasi lingkungan atau green jobs. “Saya ingin membangun kerja sama yang baru dengan berbagai pihak untuk mengupayakan penciptaan lapangan kerja. Model penataan sepanjang sungai Ciliwung akan dapat mencetak 1.200 lapangan kerja berorientasi lingkungan atau green jobs,” kata Wagub Sandiaga dalam keterangan tertulisnya diterima di Jakarta, Rabu (11/7).

Hal tersebut disampaikannya pada hari kedua kunjungannya di Singapura yang diisi dengan delapan pertemuan. Diawali  bertemu dan berdiskusi dengan Menteri Pembangunan Nasional Singapura Desmond Lee, Selasa (10/7). Keduanya membahas penataan kota yang melibatkan partisipasi masyarakat. Salah satunya adalah model penataan sepanjang Sungai Ciliwung.

“Kami berdiskusi tentang pendekatan baru dalam menyelesaikan masalah Sungai Cilliwung dengan fokus pada rehabilitasi bantaran sungai dan memaksimalkan potensi manfaat yang bisa didapat dari masyarakat khususnya yang hidup di sekitar Sungai Ciliwung dan warga DKI Jakarta pada umumnya,” kata Sandiaga.

Pendekatan baru ini, tentu saja sudah mempertimbangkan aspek ekologikal dan juga budaya di lingkungan sekitar. “Serta diyakini dapat menjadi model untuk diterapkan untuk menghadapi tantangan pengelolaan sungai lainnya yang memiliki karakter demografi dan sosial yang relatif sama,” katanya.

Pada pertemuan terakhir di Singapura,  Sandiaga juga mendapatkan paparan yang menyeluruh soal kekuatan potensi dan sumber daya Ciliwung dari penelitian yang dilakukan Future Cities Laboratory Singapura. Future Cities Laboratory adalah sebuah lembaga penelitian di Singapura yang dibentuk atas kerja sama ETH Zurich dan National Research Foundation.

Sebagaimana  diberitakan, Wagub mengikuti World Cities Summit selama dua hari (9-10 Juli 2018). World Cities Summit merupakan pertemuan dua tahunan bagi para pemangku kepentingan kota, pakar dan pelaku industri untuk mengatasi tantangan dan mencari solusi berbagai masalah di perkotaan.

Check Also

Sejumlah alat berat beroperasi di lokasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (17/1). Dana bantuan kemitraan Pemprov DKI Jakarta kepada Pemkot Bekasi pada 2018 berkurang Rp116 miliar dibanding 2017 yang diperuntukkan bagi kebutuhan infrastruktur publik dan dana kompensasi warga sekitar TPST Bantar Gebang. ANTARA FOTO/Risky Andrianto/aww/18.(Risky Andrianto)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jika Hibah Tak Cair, Pemkot Bekasi Ancam Larang Truk Sampah DKI Melintas", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/10/14/20002381/jika-hibah-tak-cair-pemkot-bekasi-ancam-larang-truk-sampah-dki-melintas. 
Penulis : Dean Pahrevi
Editor : Sandro Gatra

Jika Hibah Tak Cair, Pemkot Bekasi Ancam Larang Truk Sampah DKI Melintas

BEKASI, KOMPAS.com – Pemerintah Kota Bekasi mengancam akan melarang truk sampah DKI mengakses jalan dari …