Home / Kliping / Sampah DKI Bantar Gebang Diklaim Bisa Hasilkan Listrik 165 MW
sampah dki bantar gebang

Sampah DKI Bantar Gebang Diklaim Bisa Hasilkan Listrik 165 MW

sampah dki bantar gebang

JAKARTA – Permasalahan sampah yang dihasilkan warga DKI Jakarta masih terus menjadi persoalaan yang belum dapat diselesaikan lantaran terus ditumpuk di Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Permasalahan polusi udara hingga belum ditemukannya teknik penghancur sampah yang baik masih menyisahkan polemik berkepanjangan di Ibu Kota. Pemprov DKI Jakarta pun telah menerima paparan dari PT Multi Energi Terbarukan (PT MET) yang mengajukan ide pengelolaan sampah yang menumpuk di TPST Bantargebang

Lewat teknik thermochemical melalui quasy pyrolysis, MET siap mengolah sampah di atas areal seluas 110 hektar itu dengan menggunakan cara meningkatkan nilai tata kelola sampah.

Direktur Utama PT MET Yusra Abdi mengungkapkan, teknik yang digunakan pihaknya baru pertama kali dilakukan di Indonesia. Hasil dari teknik thermochemical melalui quasy pyrolysis ini sangat jauh berbeda dari sistim incinerator maupun sanitary land-fill.

“Prinsipnya model ini untuk menjadikan sampah sebagai sumber pendapatan yang baru dan signifikan karena sebelumnya, pengolahan sampah adalah beban biaya Pemda DKI Jakarta” ujar Yusra kepada wartawan di Dinas Lingkungan Hidup, Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Yusra menjelaskan, bahwa model ini juga diyakini mampu membuat Pemprov DKI Jakata terhindar dari upaya penambahan area penampungan sampah serta biaya lain dari produksi sampah tersebut.

“Itu juga berarti bahwa biaya pengelolaan sampah DKI akan jadi jauh lebih kecil karena dari biaya itu bisa memproduksi energi listrik yang berharga jual jauh di atas biaya tersebut atau dipergunakan sendiri. Apalagi, listrik itu diproduksi dalam tingkat polusi jauh di bawah ambang batas yang ditoleransi oleh perundang-undangan” ujarnya.

Menurut dia, MET optimis mampu mengelola sampah yang diproduksi Ibu Kota sebanyak tujuh ribu ton setiap harinya. Yusra melanjutkan, pihaknya juga menargetkan mampu menghasilkan listrik mencapai 165 Mega Watt (MW) yang akan dilakukan secara bertahap selama lima tahun.

“Pengolahan sampah secara maksimal yang kita lakukan pastinya juga untuk capaian menghasilkan listrik secara bertahap dalam 5 tahun agar mencapai 165 MW dan bisa mendapatkan air bersih serta bahan baku yang aman untuk pembuatan paving block atau tembok pagar,” jelasnya.

Selain itu, MET juga akan melibatkan warga Ibu Kota dalam pengelolaan sampah ini. Menurut Yusra, program OK OCE dari Pemprov DKI juga sejalan dengan pengelolaan hasil sampah ini.

“Jumlahnya kami prediksi akan sangat signifikan untuk ditata kelola untuk mendapatkan bidang usaha atau pekerjaan bagi peserta program OK OCE Pemda DKI Jakarta,” tutur Yusra.

“Pada prinsipnya jika investasi teknologi ini disetujui, akan memberikan dampak positif yang lebih signifikan ketimbang dari model yang dijalankan saat ini,” tambahnya.

Sementara itu, Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Rohim mengerangkan bahwa paparan yang disampaikan oleh MET sangat baik dan sejalan dengan program Pemprov DKI yang ingin mengelola sampah kembali menjadi barang produksi.

“Lihat dari paparan kan semua baik, menampilkan yang terbaik. Tapi belum kita kaji. Kita akan mengikuti keputusan Pemprov DKI,” tandasnya.

Check Also

Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Saefullah di Lapangan IRTI, Monas, Jakarta Pusat, Senin (30/10/2017).(KOMPAS.com/NURSITA SARI)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Tugas Tim Evaluasi Tata Kelola Air Minum ", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/08/15/17314601/ini-tugas-tim-evaluasi-tata-kelola-air-minum. 
Penulis : Nibras Nada Nailufar
Editor : Dian Maharani

Ini Tugas Tim Evaluasi Tata Kelola Air Minum

JAKARTA, KOMPAS.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membentuk Tim Evaluasi Tata Kelola Air Minum. …