Home / Kegiatan / DISKUSI DENGAN PERWAKILAN BANK DUNIA, KOTAKU, DAN HCC TERKAIT PENANGANAN KAWASAN KUMUH DI JAKARTA
Diskusi dengan KOTAKU

DISKUSI DENGAN PERWAKILAN BANK DUNIA, KOTAKU, DAN HCC TERKAIT PENANGANAN KAWASAN KUMUH DI JAKARTA

Diskusi dengan KOTAKU

Jakata, Rabu 18 Juli 2018, Kedeputian bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup melakukan diskusi dengan perwakilan dari KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh), Bank Dunia, HCC (Human Cities Coalition), dan  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terkait pemaparan hasil identifikasi kawasan kumuh di Jakarta. Diskusi tersebut bertujuan untuk meminta saran dan masukan dari Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup terhadap kemajuan hasil identifikasi kawasan kumuh di Jakarta.

Di tahun 2017 BPS (Badan Pusat Statistik) melakukan identifikasi kembali kawasan kumuh pada tingkat RW dengan lokasi kajian di 521 RW usulan yang terdiri dari 223 RW kumuh berdasarkan BPS tahun 2013, 21 RW kumuh berdasarkan KOTAKU tahun 2016 dan 227 RW kumuh berdasarkan persepsi kelurahan tahun 2017.

Dalam menentukan kawasan kumuh di Jakarta, BPS menggunakan 11 kriteria kekumuhan yang dipilih dari literatur-literatur yang digunakan sebagai acuan. Identifikasi tersebut menghasilkan 5 (lima) klasifikasi kekumuhan, yaitu kategori berat, sedang, ringan, sangat ringan, dan tidak kumuh. Adapun dari 521 RW yang diusulkan, sebanyak 445 RW teridentifikasi sebagai kawasan kumuh.

Selain berdasarkan kriteria yang dipilih oleh BPS, identifikasi kawasan kumuh di Jakarta juga menggunakan 7 (tujuh) kriteria dan 19 (sembilan belas) indikator yang mengacu pada Permen PUPR No.02/PRT/M/2016 Tentang Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh. Identifikasi tersebut menghasilkan 4 (empat) klasifikasi kekumuhan, yaitu kumuh berat, sedang, ringan, dan tidak kumuh.

Setelah mengetahui lokasi-lokasi kawasan kumuh, kemudian akan didentifikasi dengan melihat aspek legalitas lahan, nilai strategis lokasi, kependudukan, kondisi sosial, ekonomi, dan  budaya, serta kesesuaian dengan rencana zonasi pada RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) Kota Jakarta. Dari identifikasi tersebut, akan menghasilkan pola-pola penanganannya.

Pada pertemuan selanjutnya, akan lebih dijelaskan metodologi dalam mengidentifikasi kawasan kumuh, serta penjelasan kondisi kekumuhan di lokasi-lokasi yang sudah teridentfiikasi kumuh berdasarkan indikator dan sudah dipetakan.

 

Check Also

PRESENTASI

Mahasiswa Kerja Praktik Kedeputian Gubernur bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta melaksanakan Presentasi Hasil Kerja Praktik

  Jakarta, Selasa 14 Agustus 2018, telah dilaksanakan presentasi hasil kerja praktik oleh Mahasiswa Teknik …