Home / Jakarta Berketahanan / Kick Off Workshop Localise SDGs
20180731_143148

Kick Off Workshop Localise SDGs

Jakarta, 31 Juli 2018

 

Telah terselenggaranya kegiatan “Kick Off Workshop Localise SDGs” yang bertemakan Melokalkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Melalui Inovasi Daerah (31/7) yang bertempat di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta. Acara tersebut diselenggarakan oleh UCLG ASPAC, APEKSI dan dibantu oleh Uni Eropa. Pada kegiatan tersebut, Kedeputian bidang TRLH turut hadir dengan diwakili oleh staf kedeputian.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Bapak Tjahjo Kumolo selaku Menteri Dalam Negeri, Sekjen UCLG ASPAC dan perwakilan-perwakilan dari 16 Provinsi dan 14 Kabupaten/Kota yang menjadi target sasaran internalisasi program dari SDGs.

Sustainable Development Development Goals atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) di Indonesia diimplementasikan melalui kerangka kelembagaan dan hukum di tingkat nasional dan daerah, salah satu diantaranya dengan Peraturan Presiden No. 59 Tahun 2017 tentang TPB. Peraturan Presiden tersebut berfungsi sebagai pedoman bagi pemerintah pusat untuk menyusun Rencanca Aksi Nasional (RAN) dan bagi pemerintah daerah untuk menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD). Peraturan Presiden juga berfungsi sebagai acuan bagi organisasi masyarakat, filantropi, pelaku usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam implementasi TPB. Pengimplementasian TPB di daerah melalui RAD perlu menjadi perhatian khusus dengan
mempertimbankan besarnya tujuan-tujuan TPB dan luasnya wilayah Indonesia. Penyusunan RAD dan pengimplementasiannya harus dapat ditempatkan secara tepat dalam konteks pemerintah daerah dengan berbagai potensi dan permasalahannya. Pengimplementasian TPB di tingkat lokal atau melokalkan TPB telah dilaksanakan oleh beberapa pemerintah daerah di Indonesia, satu di antaranya Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah melokalkan TPB terlebih dahulu sebelum munculnya Peraturan Presiden No. 59/2017 dimana hasil capaiannya adalah keberhasilan dalam pengintegrasian TPB ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dengan dukungan berbagai pihak. Program-program pembangunan dan pelayanan
publik yang berkelanjutan dan inovatif juga telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dimana langsung dirasakan oleh masyarakat. Dengan pengimplementasian tersebut, dapat dilihat bahwa pemerintah daerah mempunyai potensi yang besar dalam pengimplementasian TPB dengan pendekatan bawa ke atas. Potensi tersebut perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pencapaian TPB di tingkat lokal.

Selain itu, pemerintah daerah di Indonesia sendiri melakukan berbagai inovasi dan usaha-usaha baru dimana berhubungan dengan pencapaian TPB. Pada penghargaan Innovation Government Award tahun 2017, Kementerian Dalam Negeri memberikan apresiasi terhadap 23 pemerintah daerah yang berhasil melakukan inovasi. Beberapa pemerintah daerah tersebut diantaranya Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Kota Pontianak, Kabupaten Pinrang, dan Kabupaten Bantaeng. Program-program tersebut adalah Gertak Sejuta Mandiri dimana merupakan program integratif penaggulangan kemiskinan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang selaras dengan TPB ke-1 Kemiskinan dan ke-10 Ketimpangan Pendapatan. Selain itu, Pemerintah Kota Pontianak melalui pelaksanaan
program dokter hewan keliling yang sejalan dengan TPB ke-2 Pengentasan Kelaparan dan ke-15 Ekosistem Daratan serta Pemerintah Kabupaten Pinrang dengan melakukan program Gerakan Sekuntum Melati untuk menekan angka kematian ibu yang selaras dengan TPB ke-3 Kesehatan.

Dasar dari penentuan lokasi-lokasi yang menjadi target lokalisasi TPB/SDG yaitu daerah-daerah yang pada tahun ini melakukan PILKADA, dikarenakan tujuan utama dari program ini yaitu dapat diinternalisasi kedalam dokumen RPJMD masing-masing daerah, dimana pemimpin terpilih masing-masing daerah perlu merumuskan RPJMD maksimal  6 bulan setelah terpilih sebagai pemimpin daerah. Sehingga, terdapat 16 Provinsi dan 14 Kabupaten/Kota yang menjadi prioritas penetapan TPB/SDGs. Selain itu, program dari TPB ini juga diprioritaskan selama 3 tahun (2018-2020), maka dari itu, acara hari ini menjadi start awal bagi seluruh pihak yang terlibat dalam mewujudkan SDGs.

Pihak dari UNPAD dan ITB yang akan membantu daerah masing-masing dalam mengidentifikasi permaslahan dan potensi masing-masing daerah untuk dapat mewujudkan lokalisasi SDG yang dibutuhkan dari masing-masing daerah. Sehingga harapannya, dalam 2 minggu mendatang sudah ada kemajuan dari masing-masing daerah dalam mengidentifikasi permasalahan dan potensinya pada pertemuan Nasional, agar terciptanya tujuan pembangunan berkelanjutan.

Check Also

PRESENTASI

Mahasiswa Kerja Praktik Kedeputian Gubernur bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta melaksanakan Presentasi Hasil Kerja Praktik

  Jakarta, Selasa 14 Agustus 2018, telah dilaksanakan presentasi hasil kerja praktik oleh Mahasiswa Teknik …