Home / Kegiatan / Agenda Pertemuan Ketiga Kerjasama Indonesia-Jepang dalam Pengembangan Pengolahan Sampah Menjadi Energi
589397

Agenda Pertemuan Ketiga Kerjasama Indonesia-Jepang dalam Pengembangan Pengolahan Sampah Menjadi Energi

WhatsApp Image 2018-08-06 at 16.37.43(1) WhatsApp Image 2018-08-06 at 16.37.42

Jakarta, 06 Agustus 2018

Asisten Deputi bidang Tata Ruang menghadiri Agenda Pertemuan Ketiga Kerjasama Indonesia dan Jepang dalam Pengembangan Pengolahan Sampah Menjadi Energi (WtE). Pertemuan tersebut dilakukan di Ruang Thamrin 3, Pullman Jakarta Indonesia Thamrin Hotel. Pertemuan ini bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan program pengolahan sampah menjadi listrik di 12 Kabupaten/Kota yang menjadi pilot project.

Acara tersebut dibuka oleh  Deputi Koordinasi Bidang Infrastruktur, Kementrian Koordinator bidang Kemaritiman selaku Ketua Tim Teknis Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan. Beliau menyampaikan perlu adanya kerjasama antara Pemerintah Nasional, Pemerintah Daerah, Pelaku Usaha dan Mitra terkait. Kerjasama tersebut dilakukan agar implementasi PLTSa (Pembangkit Listrik tenaga Sampah) secepatnya dapat direalisasikan di 12 Kabupaten/Kota percontohan.

WhatsApp Image 2018-08-06 at 16.37.43

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Mentri Koordinator bidang Kemaritiman. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa sampah merupakan 80%  pencemar laut di Indonesia. Oleh sebab itu, masalah sampah sudah menjadi perhatian utama dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu upaya pemerintah adalah dengan dikeluarkannnya Perarturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 tentang Pengolahan Sampah. Beliau mengharapkan proyek pembangunan ini akan meluas ke Kabupaten/Kota lainnya.

Pada kegiatan tersebut dilakukan penyerahan dokumen: (i) Penyerahan Surat Penugasan Harga Listrik untuk PLTSa Solo dan Surabya dari Kementrian ESDM kepada PLN, (ii) Penyerahan Draft PPA Legok nangka dari PLN kepada Ketua Tim Teknis Percepatan Pembangunan, serta (iii) Penyerahan Spesifikasi Teknis dari KLHK kepada ketua Tim Teknis . Selain penyerahan dokumen, juga terdapat penandatanganan MoU LKPP dengan Kemenko Perekonomian tentang Proyek Legok Nangka di DKI Jakarta.

Dalam sesi presentasi terdiri dari 3 (tiga) panel yaitu : (i) Panel pertama membahas mengenai Regulai Bentuk Dukungan Pemerintah Mengenai Tambahan Tipping Fee (BLPS) yang disampaikan oleh Bapak Novrizal selaku Direktur Pengelolaan Sampah, KLHK dan Bapak Irianto selaku Perwakilan dari Direktur Jendral Perimbagan Keuangan, Kementrian Keuangan, (ii) Panel kedua membahas mengenai Technical Guidline Especially Fly-Ash and Dioxin ti Cope with NGO yang disampaikan oleh Mr. Kazuyoshi Honobe dari Japan Environmental Facilities Manufacturers Association (JEFMA), Japan dan (iii) Panel ketiga membahas mengenai Power Purchase Agreement (PPA) Proyek Sampah menjadi Energi (WtE) oleh Bapak Budi Mulyono dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Pertemuan tersebut dilanjutan dengan rapat teknis oleh pemangku kepentingan dari 12 Kabupaten/Kota Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi (WtE).

Check Also

gbc1

Seminar and Gathering Innovative Solutions to meet Green Building trends Jakarta October 12th 2018

Bangunan Gedung Hijau atau green building sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari perkembangan kota dunia. …