Home / Kliping / Awas, Sedikit Polusi Udara Bisa Ganggu Kesehatan Jantung
Polusi udara di kota Beijing, China.(The Beijinger)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Awas, Sedikit Polusi Udara Bisa Ganggu Kesehatan Jantung", https://sains.kompas.com/read/2018/08/04/203300223/awas-sedikit-polusi-udara-bisa-ganggu-kesehatan-jantung. 
Penulis : Resa Eka Ayu Sartika
Editor : Resa Eka Ayu Sartika
Polusi udara di kota Beijing, China.(The Beijinger) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Awas, Sedikit Polusi Udara Bisa Ganggu Kesehatan Jantung", https://sains.kompas.com/read/2018/08/04/203300223/awas-sedikit-polusi-udara-bisa-ganggu-kesehatan-jantung. Penulis : Resa Eka Ayu Sartika Editor : Resa Eka Ayu Sartika

Awas, Sedikit Polusi Udara Bisa Ganggu Kesehatan Jantung

Polusi udara di kota Beijing, China.(The Beijinger) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Awas, Sedikit Polusi Udara Bisa Ganggu Kesehatan Jantung", https://sains.kompas.com/read/2018/08/04/203300223/awas-sedikit-polusi-udara-bisa-ganggu-kesehatan-jantung.  Penulis : Resa Eka Ayu Sartika Editor : Resa Eka Ayu Sartika
Polusi udara di kota Beijing, China.(The Beijinger)

KOMPAS.com – Bukan rahasia lagi, polusi udara yang tinggi menyebabkan banyak gangguan kesehatan. Namun, sebuah penelitian baru-baru ini menemukan bahwa dalam polusi udara yang rendah (masih batas aman) pun bisa menyebabkan kelainan jantung. Temuan yang diterbitkan jurnal Circulation ini didapatkan ketika para peneliti Inggris menguji 4.000 orang. Mereka menemukan orang yang tinggal di jalan ramai memiliki ukuran jantung lebih besar dibanding penduduk di daerah kurang tercemar. Hal ini terjadi meskipun nilai polusi udara di daerah ramai itu di bawah batas aman. Tes darah menjelaskan mengapa hal ini terjadi. Pada warga di daerah ramai ada peningkatan kadar nitrogen dioksida (NO2) yang berbahaya dan polusi partikel udara kecil (PM2.5) dalam tubuhnya. Selain itu, para peneliti mengunakan pemindaian MRI pada jantung pesarta. Tahap ini dimaksudkan untuk menguji fungsi dan struktur organ. Hasilnya, paparan polutan yang lebih tinggi berkaitan dengan peningkatan ukuran ventrikel (ruang pompa utama jantung) kiri dan kanan. Meski hal ini tidak ada gejalanya, perubahan pada ventrikel ini serupa dengan pasien penderita gagal jantung tahap awal. “Kami melihat perubahan signifikan dari (ukuran) jantung, bahkan pada tingkat paparan polusi udara yang relatif rendah,” ungkap Dr Nay Aung, pemimpin penelitian ini dikutip dari The Independent, Jumat (03/08/2018). Meski begitu, penelitian ini masih bersifat observasional. Artinya, para peneliti belum bisa menentukan secara pasti bagian mana dari polusi atau faktor lain yang mungkin menyebabkan perubahan ukuran jantung. Baca juga: Fenomena Alam sebagai Tolak Ukur Polusi, Kok Bisa? Namun, Dr Aung mengatakan bahwa masyarakat harus sadar terhadap paparan polusi mereka dan mempertimbangkan kesehatannya. Terutama, karena polusi udara merupakan faktor risiko utama untuk penyakit kardiovaskular. Polusi merupakan salah satu faktor penting bagi penderita beberapa gangguan jantung atau pernapasan. Seperti Mya Steer, gadis 19 tahun yang mempunyai kondisi jantung warisan. “Kondisi jantung saya membuat saya harus berjuang untuk bernapas, dan polusi udara membuatnya lebih buruk, sangat cepat,” ungkap Steer. “Penelitian ini menunjukkan bahwa polusi mampengaruhi kita semua, baik yang tinggal di kota ramai atau daerah pedesaan di mana kita mungkin merasa ‘terlindungi’ dari polusi,” tegasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Awas, Sedikit Polusi Udara Bisa Ganggu Kesehatan Jantung”, https://sains.kompas.com/read/2018/08/04/203300223/awas-sedikit-polusi-udara-bisa-ganggu-kesehatan-jantung.
Penulis : Resa Eka Ayu Sartika
Editor : Resa Eka Ayu Sartika

Check Also

Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Saefullah di Lapangan IRTI, Monas, Jakarta Pusat, Senin (30/10/2017).(KOMPAS.com/NURSITA SARI)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Tugas Tim Evaluasi Tata Kelola Air Minum ", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/08/15/17314601/ini-tugas-tim-evaluasi-tata-kelola-air-minum. 
Penulis : Nibras Nada Nailufar
Editor : Dian Maharani

Ini Tugas Tim Evaluasi Tata Kelola Air Minum

JAKARTA, KOMPAS.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membentuk Tim Evaluasi Tata Kelola Air Minum. …