Home / Kliping / Anggaran Infrastruktur Jakarta 2017 Masih Sisa Rp5 Triliun
anggaran infrastruktur jakarta

Anggaran Infrastruktur Jakarta 2017 Masih Sisa Rp5 Triliun

anggaran infrastruktur jakarta

Jakarta, CNN Indonesia — Proyek infrastruktur di DKI Jakarta yang mangkrak menjadi penyumbang terbesar dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran tahun berkenaan (Silpa) APBD 2017 senilai Rp13,1 triliun.

Berdasarkan dokumen yang CNNIndonesia.com terima, selama tahun anggaran 2017 proyek infrastruktur menyisakan sekitar Rp5 triliun atau 38,1 persen dari total Silpa.

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI jadi dinas yang paling banyak menyisakan anggaran. Tercatat mereka menyisakan Rp1,7 triliun dari Rp4,8 triliun yang dianggarkan pada APBD-P 2018.

Lalu ada Dinas Tata Air yang menyisakan Rp700 miliar dari anggaran Rp1,7 triliun. Menyusul di belakangnya Dinas Bina Marga Rp600 miliar dari anggaran yang diajukan Rp2,7 triliun.

Kemudian ada Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) yang menyisakan Rp363 miliar dari Rp956 miliar. Dinas Kehutanan menyisakan Rp122 miliar dari Rp993 miliar, sedangkan Dinas Lingkungan Hidup menyisakan Rp103 miliar dari Rp687 miliar yang dianggarkan.

Dalam dokumen itu tak dirinci proyek infrastruktur yang dibatalkan dan mengakibatkan sisa anggaran. Dan, ketidakjelasan itu lah yang tak mampu dijelaskan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait dalam rapat bersama DPRD DKI Jakarta, Senin (23/7).

Hal ini pun membuat anggota DPRD mencecar habis anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tersebut.

“Pertanyaannya apa saja program di Dinas ini? Jangan cuma bacain lelang gagal Rp50 miliar, tetapi apakah program yang gagal dianggarkan kembali di 2018? Ada jaminan dari eksekutif bisa terlaksana?” ujar anggota Anggota DPRD DKI dari Fraksi Golkar Yudistira Hermawan.

Pertanyaan Yudistira itu tak mampu dijawab satu pun dari puluhan SKPD yang hadir. Akhirnya pertanyaan itu pun menggantung maski DPRD telah memutuskan menyetujui anggaran tersebut.

Sekda DKI Jakarta Saefullah hanya menjelaskan nantinya Silpa itu bakal dimanfaatkan untuk program DP Nol Rupiah.

Selain di Pondok Kelapa (Jakarta Timur) dan Rorotan (Jakarta Utara), Saefullah mengungkap akan dua lokasi baru pembangunan untuk program DP Nol Rupiah yakni di Pegangsaan Dua (Jakarta Utara) dan Ahmad Yani (Jakarta Timur).

“Arahan Gubernur ini DP Nol Rupiah, harus ada beberapa lokasi yang bisa dikerjakan dan selesai dalam 2018,” ucap Saefullah usai rapat bersama DPRD kemarin.

Check Also

Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Saefullah di Lapangan IRTI, Monas, Jakarta Pusat, Senin (30/10/2017).(KOMPAS.com/NURSITA SARI)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Tugas Tim Evaluasi Tata Kelola Air Minum ", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/08/15/17314601/ini-tugas-tim-evaluasi-tata-kelola-air-minum. 
Penulis : Nibras Nada Nailufar
Editor : Dian Maharani

Ini Tugas Tim Evaluasi Tata Kelola Air Minum

JAKARTA, KOMPAS.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membentuk Tim Evaluasi Tata Kelola Air Minum. …