Home / Jakarta Berketahanan / Sesi Kerja Tahap II Program Jakarta Berketahanan – Status Ketahanan Kota Jakarta
DSC_0064-780x405

Sesi Kerja Tahap II Program Jakarta Berketahanan – Status Ketahanan Kota Jakarta

Jakarta,23 Agustus 2018

Upaya dalam membangun ketahanan kota (city resilience) Jakarta sudah dilakukan oleh berbagai pemangku kepentingan; baik pemerintah dengan berbagai program dan kebijakannya, pihak swasta dan organisasi sosial dengan aneka kegiatannya, hingga para akademisi dengan ragam riset yang dilakukan. Upaya ini mendapatkan momentum baru ketika Jakarta telah terpilih sebagai salah satu dari 37 kota dunia untuk bergabung dalam jejaring internasional 100 Kota Berketahanan/100 Resilient Cities (100RC) pada Mei 2016.

Dukungan 100RC untuk mewujudkan Jakarta menjadi Kota Berketahanan mencakup 3 (tiga) tahapan, yaitu: (i) Tahap I: Penyusunan Penilaian Awal Ketahanan Kota/Preliminary Resilience Assessment (PRA); (ii) Tahap II: Penyusunan Strategi Ketahanan Kota/City Resilience Strategy; dan (iii) Tahap III: Implementasi Strategi Ketahanan Kota/Implementation of City Resilience Strategy. Melalui pengembangan Strategi Ketahanan Kota tersebut, Jakarta akan mampu mewujudkan ketahanan kota dalam menghadapi segala guncangan dan tekanan yang sedang dan/atau akan dialami di masa mendatang.

Saat ini, Jakarta sedang melaksanakan Tahap II Program Jakarta Berketahanan yang bertujuan untuk menyusun Strategi Ketahanan Kota/City Resilience Strategy. Proses pelaksanaan Tahap II ini dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan Strategi Ketahanan Kota yang relevan, komprehensif, dan implementatif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan melalui pendekatan kolaboratif.

Untuk itu, diperlukan sebuah proses analisis ketahanan kota yang mendasari penyusunan Strategi Ketahanan Kota. Analisis ketahanan kota ini akan mendalami 5 (lima) Fokus Utama dan Pertanyaan Analisis yang dihasilkan dari Tahap I Program Jakarta Berketahanan. Oleh karena itu, diselenggarakan Sesi Kerja Status Ketahanan Kota Jakarta (Resilience Statement) pada Tanggal 23 Agustus 2018, di Ruang Rapat II Deputi Gubernur, Balaikota Provinsi DKI Jakarta, Blok G, Lantai 5.

Kegiatan ini dipimpin oleh Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup (TRLH) selaku Koordinator Ketahanan Kota/Chief Resilience Officer (CRO) dan dihadiri oleh para pemangku kepentingan yang berasal dari berbagai latar belakang seperti Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, Dinas Sumber Daya Air, Dinas Kominfotik, dan Dinas Kehutanan), Organisasi Non-pemerintah (Ruang Waktu dan Sekretariat Jakarta Berketahanan), serta Pihak Swasta (Buro Happold).

Sesi Kerja Status Ketahanan Kota Jakarta (Resilience Statement) bertujuan untuk (i) Meningkatkan pemahaman tentang tantangan yang dihadapi Kota Jakarta; (ii) Mendalami dan mengkonfirmasikan Fokus Utama Ketahanan Kota beserta Pertanyaan Analisisnya; dan (iii) Mengidentifikasi Kriteria Dasar Ketahanan Kota Jakarta sebagai masukan untuk proses selanjutnya.

Pada Sesi Kerja ini, turut disampaikan kembali mengenai Perjalanan Jakarta Berketahanan di Tahap I, terlaksana sejak Mei 2016 hingga Februari 2018, yang menghasilkan keluaran berupa terumuskannya Penilaian Awal Ketahanan/Preliminary Resilience Assessment (PRA). Seluruh rangkaian proses ini dilaksanakan melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan para pemangku kepentingan secara partisipatif.

Sesi Kerja ini juga dilakukan untuk mendalami dan meningkatkan pemahaman pemangku kepentingan tentang tantangan yang dihadapi Kota Jakarta. Sesi Kerja ini terbagi ke dalam 3 (tiga) tahapan berupa: (i) Penyelarasan dan Validasi Pertanyaan Analisis Setiap Fokus Utama Jakarta Berketahanan; (ii) Penyelarasan dan Validasi Setiap Fokus Utama Jakarta Berketahanan ke dalam Kerangka Ketahanan Kota/City Resilience Framework (CRF); dan (iii) Penetapan Status Ketahanan Kota (resilience statement) dengan hasil dari tahapan-tahapan sebelumnya

Check Also

Rapat Persiapan Penyusunan Desain Besar Polusi Udara

Jakarta, 10 September 2018. Kedeputian Gubernur bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup menyelenggarakan pertemuan di …