Home / Kliping / Demi “Car Free Day” yang Nyaman, Pasukan Oranye Bersihkan Jalanan Sejak Sabtu Malam
Truk compactor saat digunakan untuk mengangkut sampah usai acara CFD di ruas Jalan Sudirman-Thamrin digelar, Minggu (2/9/2018).(Kompas.com/Sherly Puspita)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Demi "Car Free Day" yang Nyaman, Pasukan Oranye Bersihkan Jalanan Sejak Sabtu Malam", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/09/02/16382311/demi-car-free-day-yang-nyaman-pasukan-oranye-bersihkan-jalanan-sejak.
Penulis : Sherly Puspita
Editor : Icha Rastika
Truk compactor saat digunakan untuk mengangkut sampah usai acara CFD di ruas Jalan Sudirman-Thamrin digelar, Minggu (2/9/2018).(Kompas.com/Sherly Puspita) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Demi "Car Free Day" yang Nyaman, Pasukan Oranye Bersihkan Jalanan Sejak Sabtu Malam", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/09/02/16382311/demi-car-free-day-yang-nyaman-pasukan-oranye-bersihkan-jalanan-sejak. Penulis : Sherly Puspita Editor : Icha Rastika

Demi “Car Free Day” yang Nyaman, Pasukan Oranye Bersihkan Jalanan Sejak Sabtu Malam

Truk compactor saat digunakan untuk mengangkut sampah usai acara CFD di ruas Jalan Sudirman-Thamrin digelar, Minggu (2/9/2018).(Kompas.com/Sherly Puspita) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Demi "Car Free Day" yang Nyaman, Pasukan Oranye Bersihkan Jalanan Sejak Sabtu Malam", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/09/02/16382311/demi-car-free-day-yang-nyaman-pasukan-oranye-bersihkan-jalanan-sejak. Penulis : Sherly Puspita Editor : Icha Rastika
Truk compactor saat digunakan untuk mengangkut sampah usai acara CFD di ruas Jalan Sudirman-Thamrin digelar, Minggu (2/9/2018).(Kompas.com/Sherly Puspita)

JAKARTA, KOMPAS.com – Acara car free day (CFD) atau hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) menjadi acara yang rutin digelar setiap Minggu pagi di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Jakarta. Setiap pekan, warga berbondong-bondong ke area ini untuk menikmati jalanan tanpa kendaraan, berolah raga, atau sekadar membeli berbagai macam barang yang dijual para pedagang kaki lima (PKL). Namun sayang, tak semua orang sadar untuk membuang sampah pada tempatnya. Alhasil, banyaknya pengunjung dan pedagang yang membuang sampah sembarangan membuat jalanan menjadi sangat kotor. Baca juga: Bertahun-tahun Pinggir Kali Baru di Jalan Raya Bogor Ini Jadi Tempat Sampah Membersihkan sampah-sampah sisa CFD di Jakarta akhirnya menjadi pekerjaan rumah untuk petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup DKI atau kerap disebut pasukan oranye. Padahal, dalam menangani sampah acara CFD, pasukan oranye harus melakukan tiga tahapan, yaitu sebelum, sesudah, dan pada saat CFD digelar. 1. Sebelum CFD Proses penanganan sampah ini ternyata sudah dimulai sejak Sabtu malam. “Dari malam Minggu, sekitar jam 22.00 itu petugas kami sudah main (mulai membersihkan). Sudah mulai nyapu agar pada waktu CFD itu jalanan bersih,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Ahmad Hariyadi ketika dihubungi Kompas.com, Minggu (2/9/2018). Ia mengatakan, untuk membersihkan jalanan tersebut, petugas menggunakan sebuah mobil khusus penyapu jalan bernama road sweeper. Dengan pola ini, maka tak heran pada saat CFD mulai digelar jalanan yang menjadi area CFD tampak bersih dan nyaman digunakan untuk berjalan santai menikmati pagi di Ibu Kota. Namun, Ahmad tak memungkiri, semakin banyaknya pedagang yang berjualan di trotoar jalan membuat lokasi CFD menjadi rawan tumpukan sampah. “Pedagang tersebut sebetulnya diberikan tempat khusus, tetapi karena tempatnya tidak cukup maka kebijakan Pemprov para pedagang boleh berjualan di trotoar selama CFD asal tidak sampai ke jalan. Alhasil kami harus lebih ketat mengawasi agar sampah tidak dibuang sembarangan,” papar Ahmad. 2. Pada saat CFD Ahmad mengatakan, selama CFD berlangsung, petugas melakukan penanganan sampah tahap kedua. Baca juga: Tak Hanya Sampah, Petugas Temukan 5 Bangkai Kambing di Kali Utan Kayu Sejumlah tong sampah disediakan di sejumlah sisi jalan agar warga dan pedagang memiliki akses yang mudah dalam membuang sampah. “Kami juga bekerja sama dengan satpol PP, dengan Dishub untuk mengawasi. Jadi kalau ada yang membuang sampah sembarangan akan kami denda sesuai peraturan perda, kami lakukan OTT (operasi tangkap tangan). Ini bagian dari pengendalian sampah,” kata Ahmad. Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah, warga yang tertangkap tangan membuang sampah sembarang bisa dikenakan sanksi membayar denda paksa maksimal Rp 500.000. 3. Setelah CFD Tak berhenti di situ, setelah CFD selesai, pasukan oranye harus menjalankan penanganan sampah tahap ketiga. “Setelah selesai CFD, kami bersihkan lagi dengan road sweeper lagi. Lalu sampah akan diangkut dengan bantuan truk compactor yang dipasangkan dengan tong sampah weber dari Jerman,” kata dia. Dengan berbagai alat ini, lanjut Ahmad, proses pembersihan jalan pasca-CFD menjadi lebih cepat. Baca juga: CFD Sudirman-Thamrin Akan Ditiadakan pada 26 Agustus 2018 Meski demikian, berdasarkan pantauan Kompas.com selesai CFD di ruas jalan Sudirman-Thamrin siang tadi, pembersihan trotoar dilakukan secara manual. “Pembersihan itu sesuai kondisi ya. Idealnya kami berharap warga sudah mau masukkan sampah ke tempat sampah yang kami siapkan, tapi kan kadang-kadang tidak selalu begitu. Jadi kami bersihkan juga secara manual,” tutur dia. Proses pengendalian sampah CFD cukup panjang dan melelahkan. Ahmad berharap, warga lebih sadar untuk turut serta menjaga kebersihan lingkungan demi kenyamanan bersama.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Demi “Car Free Day” yang Nyaman, Pasukan Oranye Bersihkan Jalanan Sejak Sabtu Malam”, https://megapolitan.kompas.com/read/2018/09/02/16382311/demi-car-free-day-yang-nyaman-pasukan-oranye-bersihkan-jalanan-sejak.
Penulis : Sherly Puspita
Editor : Icha Rastika

Check Also

Petugas PPSU mengangkat limbah hewan kurban yang dibuang sembarangan oleh warga di Kali Ancol(JIMMY RAMADHAN AZHARI)

Petugas PPSU Angkat Limbah Hewan Kurban yang Dibuang ke Kali Ancol

JAKARTA, KOMPAS.com – Limbah hewan kurban ditemukan terapung di Kali Ancol, Pademangan, Jakarta Utara pada …