Home / Kliping / Jika Dipermanenkan, Ganjil-Genap Belum Tentu Seefektif Sekarang
Pengemudi Honda Jazz bernama Wanda ditilang polisi karena kedapatan memiliki pelat ganda untuk menghindari aturan pembatasan kendaraan berdasarkan nomor pelat ganjil dan genap di Jalan Gatot Subroto, simpang Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (1/8/2018).(KOMPAS.com/NURSITA SARI)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jika Dipermanenkan, Ganjil-Genap Belum Tentu Seefektif Sekarang", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/09/04/21183951/jika-dipermanenkan-ganjil-genap-belum-tentu-seefektif-sekarang. 
Penulis : Jessi Carina
Editor : Egidius Patnistik
Pengemudi Honda Jazz bernama Wanda ditilang polisi karena kedapatan memiliki pelat ganda untuk menghindari aturan pembatasan kendaraan berdasarkan nomor pelat ganjil dan genap di Jalan Gatot Subroto, simpang Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (1/8/2018).(KOMPAS.com/NURSITA SARI) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jika Dipermanenkan, Ganjil-Genap Belum Tentu Seefektif Sekarang", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/09/04/21183951/jika-dipermanenkan-ganjil-genap-belum-tentu-seefektif-sekarang. Penulis : Jessi Carina Editor : Egidius Patnistik

Jika Dipermanenkan, Ganjil-Genap Belum Tentu Seefektif Sekarang

Pengemudi Honda Jazz bernama Wanda ditilang polisi karena kedapatan memiliki pelat ganda untuk menghindari aturan pembatasan kendaraan berdasarkan nomor pelat ganjil dan genap di Jalan Gatot Subroto, simpang Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (1/8/2018).(KOMPAS.com/NURSITA SARI) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jika Dipermanenkan, Ganjil-Genap Belum Tentu Seefektif Sekarang", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/09/04/21183951/jika-dipermanenkan-ganjil-genap-belum-tentu-seefektif-sekarang.  Penulis : Jessi Carina Editor : Egidius Patnistik
Pengemudi Honda Jazz bernama Wanda ditilang polisi karena kedapatan memiliki pelat ganda untuk menghindari aturan pembatasan kendaraan berdasarkan nomor pelat ganjil dan genap di Jalan Gatot Subroto, simpang Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (1/8/2018).(KOMPAS.com/NURSITA SARI)

JAKARTA, KOMPAS.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, penerapan pembatasan kendaraan berdasarkan nomor pelat ganjil dan genap usai Asian Para Games 2018 harus dikaji lagi. Sebab, dampaknya belum tentu sebaik hasil evaluasi ganjil genap yang diterapkan untuk jangka pendek. “Nah di beberapa negara kita saksikan ketika ganjil genap diubah menjadi jangka panjang, perubahan perilaku jangka pendek ke jangka panjang itu berubah,” ujar Anies di Halte Bank Indonesia, Jalan M.H Thamrin, Selasa (4/9/2018). Anies mengatakan, dampak kebijakan ganjil genap dalam jangka pendek bisa memindahkan warga dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Namun dalam jangka panjang, banyak warga yang akan memilih menambah kendaraannya. Baca juga: Suara Warga soal Perpanjangan Ganjil-Genap Jakarta Jika hal itu terjadi, kemacetan bukannya berkurang. Kemacetan di Jakarta justru bertambah karena kendaraan pribadi semakin banyak. Karena itu, dia ingin keberlanjutan kebijakan ini betul-betul dikaji. “Jangan sampai kebijakan ini justru membuat kendaraan di Jakarta jumlahnya lebih banyak karena ganjil genap yang sifatnya permanen. Jadi belum ada rencana mempermanenkan ganjil genap,” kata dia. Kebijakan ganjil genap telah diperpanjang sampai 13 Oktober atau sampai Asian Para Games 2018 berakhir. Namun, kali ini sistem itu tidak berlaku pada Sabtu dan Minggu. Selain itu, sistem ganjil genap juga tidak diterapkan di Jalan Benyamin Sueb di Jakarta Pusat dan Jalan Metro Pondok Indah di Jakarta Selatan. Saat Asian Para Games dimulai, sistem ganjil genap baru diterapkan lagi di Jalan Benyamin Sueb.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Jika Dipermanenkan, Ganjil-Genap Belum Tentu Seefektif Sekarang”, https://megapolitan.kompas.com/read/2018/09/04/21183951/jika-dipermanenkan-ganjil-genap-belum-tentu-seefektif-sekarang.
Penulis : Jessi Carina
Editor : Egidius Patnistik

Check Also

Petugas PPSU mengangkat limbah hewan kurban yang dibuang sembarangan oleh warga di Kali Ancol(JIMMY RAMADHAN AZHARI)

Petugas PPSU Angkat Limbah Hewan Kurban yang Dibuang ke Kali Ancol

JAKARTA, KOMPAS.com – Limbah hewan kurban ditemukan terapung di Kali Ancol, Pademangan, Jakarta Utara pada …