Home / Kegiatan / Peer Learning Workshop on Building a Local Government Alliance for Localising the Sendai Framework for Disaster Risk Reduction (SFDRR) 2015-2030 in the Asia-Pasific Region, 12-14 September 2018 di Surabaya
DSC01911

Peer Learning Workshop on Building a Local Government Alliance for Localising the Sendai Framework for Disaster Risk Reduction (SFDRR) 2015-2030 in the Asia-Pasific Region, 12-14 September 2018 di Surabaya

DSC01911

Pada tanggal 12-15 September 2018 bertempat di Surabaya, United Cities and Local Government Asia Pasific (UCLG ASPAC) menyelenggarakan kongres dalam rangka pemilihan Presiden UCLG ASPAC. Pada kesempatan tersebut, terpilih Walikota Surabaya, Tri Rismaharini sebagai Presiden UCLG ASPAC periode 2019-2020.

Sementara pada sesi Pleno, Gubernur DKI Jakarta berkesempatan menyampaikan pemikiran tentang konsep pembangunan DKI Jakarta. Kota Jakarta diarahkan menjadi kota 4.0 yaitu pemerintah kota mengedepankan kolaborasi, sementara masyarakat diberi peluang berkreasi dan terlibat langsung dalam proses. Ini telah berbeda jauh dengan kondisi kota 1.0 ketika masyarakat hanya jadi penonton.

Bertepatan dengan penyelenggaraan United Cities and Local Government Asia Pasific (UCLG ASPAC) Congress, Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup turut hadir sebagai salah satu nara sumber pada sesi Diskusi Meja Bundar bertema Advokasi dan Strategi Pencapaian Pengurangan Resiko Bencana dalam  Peer Learning Workshop on Building a Local Government Alliance for Localising the Sendai Framework for Disaster Risk Reduction (SFDRR) in the Asia-Pacific Region. Lokakarya ini merupakan bagian dari kegiatan kongres dalam upaya meningkatkan upaya pembelajaran antarkota dan kolaborasi sesama kota anggota UCLG.

Lokakarya didukung oleh Sekretariat UCLG Dunia dan UCLG ASPAC bersama dengan Connective Cities dan Pemkot Surabaya, berikut pemrakarsa the Deutsche Gesellschaft fuer Internationale Zusammenarbeit (GIZ). Hasil dari lokakarya ini menjadi masukan bagi penyempurnaan kebijakan pengurangan resiko bencana.

Turut hadir sebagai pembicara adalah Raditya Jati (Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB), anggota dewan kota Christchurch City, Selandia Baru; CEO kota Faridfur, Bangladesh.

Sebagai kesimpulan utama adalah (i) advokasi menjadi kunci utama dari upaya internalisasi prinsip Pengurangan Resiko Bencana dalam kebijakan pemerintah daerah; (ii) penyediaan data dan informasi menjadi suatu keniscayaan; (iii) pengembangan manajemen pengetahuan merupakan dasar dari upaya saling bertukar pengalaman sesame kota; (iv) Jakarta memperkenalkan konsep Desain Besar sebagai panduan dalam pembangunan kota.

Check Also

WhatsApp Image 2018-11-15 at 10.41.39 (1)

Rapat Persiapan Ambitious City Promises CiBiX City-Business Collaboration Ideator

Jakarta, 15 November 2018. Kedeputian Gubernur bidang Tata Ruang dan Ligkungan Hidup menjalankan pertemuan dengan …