Home / Kliping / JEDI atau Pengerukan Kali yang Dulu Mandek Kini Diperjuangkan Lagi
JEDI atau pengerukan kali

JEDI atau Pengerukan Kali yang Dulu Mandek Kini Diperjuangkan Lagi

JEDI atau pengerukan kali

JAKARTA, KOMPAS.com – Proyek pengerukan kali atau Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) yang mandek sejak 2009, kini tengah diupayakan kembali oleh Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane ( BBWSCC) yang berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Kepala BBWSCC Bambang Hidayah mengatakan, pihaknya tengah mengupayakan pinjaman Bank Dunia untuk melanjutkan proyek penanganan banjir di Ibu Kota itu. “Sementara ini yang kami perjuangkan itu JEDI dulu, dana dari Bank Dunia kami masih nunggu, kalau cair kami langsung lelang untuk pengerjaan,” kata Bambang di Jakarta Timur, Jumat (21/9/2018) lalu. Bambang mengatakan pihaknya masih menunggu Bank Dunia mencabut Surat Tidak Adanya Keberatan (no objection letter) yang selama ini menghambat pinjaman cair. Pinjaman yang rencananya akan diajukan ke Bank Dunia pada tahap pertama senilai Rp 100 miliar. “Untuk tahap pertama kami pengadaan pompa berkapasitas 50 meter kubik sebanyak empat buah di Kali Sentiong kemudian perbaikan turap-turap,” kata Bambang. Baca juga: Ahok Minta Bank Dunia Segera Tuntaskan Pencairan Dana Proyek JEDI Menurut Bambang, Kali Sentiong rawan meluapkan air ke permukiman warga di Jakarta Utara dan Jakarta Pusat. Banjir dikhawatirkan terjadi di musim hujan ketika laut pasang. “Ketika high tide, air dari muara itu diam di tengah kota, ini perlu pompa,” ujar dia. Dana JEDI yang menurut Bambang diprioritaskan untuk Ciliwung, kemungkinan tidak akan digunakan untuk menormalisasi DAS di Jakarta Selatan. Soalnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kesulitan membebaskan lahan. “Dana JEDI kan utama di Ciliwung, Sentiong, tapi normalisasi Ciliwung selain masalah lahan kan sodetan untuk ke Kanal Banjir Timur (KBT) juga masih terkendala gugatan warga Bidara Cina,” kata Bambang. Baca juga: Sudah Teken Proyek JEDI, Kadis PU Tetap Bakal Dipecat Ahok JEDI diinisiasi pascabanjir besar yang melanda Jakarta tahun 2007. JEDI bertujuan merehabilitasi kondisi sungai di Jakarta yang menjadi pengendali banjir, di antaranya normalisasi dan pengerukan 13 sungai yang melintasi Jakarta.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “JEDI atau Pengerukan Kali yang Dulu Mandek Kini Diperjuangkan Lagi”, https://megapolitan.kompas.com/read/2018/09/24/06585611/jedi-atau-pengerukan-kali-yang-dulu-mandek-kini-diperjuangkan-lagi.
Penulis : Nibras Nada Nailufar
Editor : Egidius Patnistik

Check Also

Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi usai meninjau lokasi kebakaran di Jalan Tomang Raya RT 002/RW 015, Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat pada Senin (21/1/2019).(Kompas.com/RIMA WAHYUNINGRUM)

Sering Kebakaran di Jakarta Barat, Wali Kota Imbau Warga Pastikan Instalasi Listrik Sesuai Standar

JAKARTA,KOMPAS.com – Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi mengatakan perlunya menumbuhkan rasa waspada atas terjadinya …